Gadis Thai itu Anak Asuhku

Indriati See

 

gadis-thai

Wahai gadis kecilku
dua windu yang lalu
ketika kau menyapaku
langsung ku jatuh hati padamu

datanglah ke tempatku
kehangatan dan perhatian
kan ku berikan padamu

kau tak perlu banyak waktu
tuk kenal keluargaku
bersenda gurau
dengan buah hatiku

ceritamu:
“Aku anak yang tak dikehendaki“ 
ayah tak ingin mengakuiku
bunda tak tahan menderita
memutuskan hidupnya
meninggalkanku
pergi keharibaan Sang Pencipta

Usiaku tiga tahun saat itu
hidup bersama bibi yang masih pelajar
tak sanggup memeliharaku
”dengar sayangku, tunggulah bibi di rumah ini”
”kau tidak akan dingin dan lapar”
” jika kau sedih mereka akan menghiburmu”
” jika kau letih mereka akan menina bobokanmu”
”Ku berdoa agar cepat menjemputmu kembali”

aku menangis sejadinya melihat kau pergi, bibi
mulai saat itulah,  ku menghitung hari
berpindah dari satu panti ke panti lainnya
dari keluarga asuh yang satu ke lainnya

Sayangku,
anak asuhku
mendengar ceritamu
dadaku sesak, panas mataku
ku tak ingin menangis di depanmu
ku berlari ke luar rumah, menangis sejadinya
memukul-mukul bumi, dan berkata kepadaNya:
“wahai Sang Kekasih, berilah petunjukMu
kuatkanlah hatiku,
jadikanlah aku bijak,
mendidik titipanMu”

Masa remaja, dan sekolahpun berlalu
kerikil besar, kecil, tajam lewat oleh waktu
”lihat bunda, lihat ayah, aku berhasil !” banggamu
Insinyur Mesin menjadi titelmu
”Selamat berkarya anak asuhku,
tuk kebaikanmu dan sesama,
jangan pernah keluar dari jalanNya”
;doa kami selalu untukmu

Pour toi, notre enfant  …  Nous t’aimons beaucoup …

Hofheim im Ried, 18 Juni 2011

 

Sumber Gambar

 

3 Comments to "Gadis Thai itu Anak Asuhku"

  1. J C  13 May, 2013 at 21:33

    Apik dan menyentuh…

    Indri, apakah ini cerita nyata?

  2. Hennie Triana Oberst  12 May, 2013 at 21:16

    Semoga ia sukses selalu dalam berkarya.

  3. Lani  12 May, 2013 at 10:04

    satoe……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.