Kucing Kecil

Muhammad Anhar

 

Kami[S]ore

Gerbang kost yang berat kugeser. Ada suara mengeong di ujung. Kutahan dorongan dan kembali menutup. Masya Allah! Seekor kucing kecil hitam bercak putih hampir saja terjepit! Aku segera memindahkannya. Dan, upps! Ada seekor lagi, yang ini warnanya putih dengan larik hitam di kepala dan punggungnya, yang tiba-tiba melompat-lompat cepat mendekatiku, seperti jinak, mengendus-endus. Aku tersenyum lantas mengangkat kedua kucing kecil itu ke sisi kiri halaman yang agak  terlindung dari panas dan jauh dari gerbang. Kulihat sekilas ada kucing besar menghampiri kedua kucing kecil itu yang langsung menyusu, oh, itu induknya, syukurlah.

 

Juma[T]enga[H]ari

Siang. Jumatan kelar, dua kawan turut serta, berniat singgah meminjam sesuatu dari rumah. Bertiga kami menyusuri jalan siang itu. Gerbang kubuka, dan pemandangan menyedihkan terlihat. Si hitam kecil sudah tergeletak tak bernyawa.  Tak tahu sebabnya apa, tapi kulihat seperti bekas memar di kepalanya, apa ada yang tega memukul/melempari anak kucing ini? Aku masih menduga-duga.  Ada yang tergetar di hati, lekas-lekas aku mencari cangkul dan mengubur si kecil itu di dekat situ juga. Kedua teman  tadi ikut menimbun.

Aku celingukan, mencari si kecil yang satu lagi. Syukurlah, ia masih hidup, tampak olehku ekornya yang tegak-panjang (kayak antena) itu menyembul di antara semak-semak. Buru-buru aku membopongnya, membawanya pulang ke kost, kedua temanku hanya geleng-geleng kepala.  Aku hanya mengisyaratkan untuk jangan berkomentar dulu, mereka mengerti.

Sesampai di kost-an, kuletakkan si kucing kecil di kotak kardus bekas syrup, lumayan tinggi  dan kokoh, tapi sempit kurasa.  Yowislah, Untuk sementara tak mengapa, gumamku. Urusan dengan kedua teman pun sudah kelar, kutinggalkan saja si kucing kecil  untuk mengunci gerbang.

Dan sekarang jadi bingung. Soalnya belum pernah seumur-umur miara kucing kecil, inisiatif nanya ke beberapa adik, dibales: “dikasi minum susu kak!”,  “diweni sego, diunyet-unyet  karo iwak asin ”, “dikasi whiskas!”, “dimandiin!” “di lap beleknya”, bagus-bagus masukannya, eh ada yang SMS nyeleneh, “dikasi sate jengkol bro!” wkwkwk! Alhasil, dikasi susu ajalah dulu ini si kucing kecil, -kebetulan aku ga suka minum susu, maka beli yang sachet-an aja dulu, entar klo doyan baru dibeliin yang kalengan.

kitten

 

Har[i]ni,

Sore. Tubuh kecil itu masih tertidur di kotak kardus. Aku masih belum menemukan tempat terbaik untuknya. Tadi aku memposting photo si kucing kecil –ng belum dikasih nama ini. Sampai sekarang masih ada juga usul nama yang bagus-bagus. Sangking bagusnya, jadi bingung akunya mau dikasi nama apa. Hmm besok lah di fix-kan namanya –gimana caranya?  Masih dipikir dulu (ada usul?)

Seharusnya sore ini ada agenda, tapi ga jadi, makanya, sore ini mengasyikkan juga, beresin rumah yang kayak kapal pecah-belah-tujuh jadi kapal titanic (-tapi yang tenggelem. Hehehe) tentunya bareng si kucing kecil. Ya, meski ada sesuatu  yang buat jengkol, eh jengkel.  Tapi,  ya sudahlah tak usah dimasukin ke kali, eh ke hati… :’)  dimaklumin saja, tetap sederhana menyikapi.

Dan  si kucing kecil, nyatanya ampuuuuunnn… manjaaaa bangeeeet, mungkin ia benar-benar butuh kasih sayang ibunya kali yah.

Ah, lucu, gemes, lihat si kucing kecil yang minta dipangku, dielus-elus terus, nyender-nyender di kaki,  sesekali nyakari-geli. Kucing kecil, tidurlah, masih panjang ceritamu (nanti).

 

#klo ada tips miara, bagibagi ya…

 

14 Comments to "Kucing Kecil"

  1. Dewi Aichi  22 May, 2013 at 18:58

    Waduh Mas Anhar, sudah melatih diri merawat anak….anak kucing he he….aku ngga bisa kasih saran atau tips…karena belum pernah miara dan merawat binatang.

  2. Alvina VB  21 May, 2013 at 05:46

    kucing, anjing, beruang, pokoknya semua binatang yg berbulu gak bisa kita pelihara apalagi deket2 sama anak saya yg allergi sama binatang berbulu, wahhhh repot dech, dia bisa bersin seharian penuh….

  3. Tammy  20 May, 2013 at 08:36

    Pak Djoko, yg bikin kucing nggak tahan dgn susu adl lactose (gula dlm susu), jd most cats are lactose intolerant, bisa mengakibatkan diare.

    Memang idealnya anjing dan kucing piaraan di-desexed, jd mrk nggak beranak pinak yg mengakibatkan semakin banyak binatang telantar. Tp susah juga mengharapkan ini di indonesia yg masih banyak rakyat miskinnya. Wong manusianya blm sejahtera, ya blm sampe mikir menyejahterakan hewan.

  4. Lani  19 May, 2013 at 23:19

    5 AH : hahahaha……….jian, kucing dikenalkan pil KB…….yg bener ya dioperasi saja biar kg bs hamil…….kebanyakan binatang piaraan di LN dikebiri jd mrk kg bs beranak pinak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.