Siapa Bilang Saya Baik-baik Saja?

Lala Purwono

 

 

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja ketika harus meninggalkanmu, pulang kembali ke kotaku.

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja ketika harus membuatmu merasa bersedih karena takut saya tidak akan kembali pulang, ke kotamu.

Saya tidak pernah merasa baik-baik saja melihat kamu, perempuan yang saya cintai, sedang meragukan kesetiaan saya hanya karena kamu ingin meladeni ledakan hormonal tiap bulanmu.

Siapa bilang saya baik-baik saja?

Karena kenyataannya tentu saja; saya tidak baik-baik saja. Bahkan tidak pernah baik-baik saja, setiap kita berpisah.

Setiap saya berpisah, saya harus memastikan kamu baik-baik saja. Saya harus memastikan kalau kamu sedang tidak bersedih. Saya harus memastikan kalau hal-hal kecil yang kita lakukan selama dua minggu bertemu adalah bekal yang cukup untuk menempuh beberapa bulan ke depan, ketika saya jauh.

Saya juga harus memastikan kalau kamu sedang tidak cemburu.

Saya harus memastikan kalau kamu sedang tidak merasa ragu.

Saya harus memastikan kalau hatimu sedang berwarna merah muda; penuh cinta, buat saya.

Saya harus memastikan kalau kamu tahu bahwa seluruh ruang di dalam hati saya sudah sangat sesak untuk kehadiranmu saja. Tidak ada ruang lain yang bisa menampung hati perempuan lain. Kamu. Hanya kamu yang bisa.

Saya harus memastikan kalau kamu merasa dicinta.

Saya harus memastikan kalau kamu tahu bahwa kamu perempuan yang paling saya butuh.

Di setiap perpisahan itu, saya harus memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Sehingga saya merasa baik-baik saja pula, setiap harus berjauhan denganmu.

Tanpa takut kamu mendadak berhenti mencintai saya, hanya karena ragu.

Tanpa takut kamu mendadak menyerah pada saya, hanya karena merasa sepi yang tak juga bisa berhenti sebelum kita bertemu kembali.

Everything-is-OK

Ya.

Siapa bilang saya baik-baik saja setiap harus berpisah denganmu, di setiap pagi buta itu?

Karena kenyataannya, saya memang tidak pernah baik-baik saja kalau harus berjauhan darimu, seperti layaknya seorang lelaki yang tak pernah mau kehilangan perempuan sepertimu…

 

7 Comments to "Siapa Bilang Saya Baik-baik Saja?"

  1. Lani  19 May, 2013 at 23:21

    2, 3 JAMES, AH : hahaha…….mmg bs dikatakan dirumah kita ini banyak wong gemblung yg fenasaran………..hahaha…….esuk2 dibikin ngakak…………jian tp lbh baik ngakak drpd stresssssssssss

  2. Matahari  19 May, 2013 at 17:50

    “Siapa bilang saya baik-baik saja setiap harus berpisah denganmu, di setiap pagi buta itu?”

    Ini pacaran backstreet ? Si “saya “disini kelihatan sosok yang sangat ragu dan tidak percaya diri…semua yang terjadi dan akan terjadi menjadi bahan pikiran….termasuk hal hal detail….mungkin si “saya”andai pun bersama dengan si wanita dalam tulisan diatas…hidupnya akan penuh dengan segala tanda tanya tak terjawab…

  3. EA.Inakawa  19 May, 2013 at 17:48

    @ Lala : 10.000 % I ‘m doing fine …….

  4. Dj. 813  19 May, 2013 at 17:06

    Lala Purwono…
    Kalau tidak merasa baik-baik saja, ya bye..bye.. saja lah…
    Salam,

  5. AH  19 May, 2013 at 14:23

    james gemblung hahaha

  6. James  19 May, 2013 at 11:27

    my money is not ok

  7. Lani  19 May, 2013 at 11:16

    satoe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.