Pertemuan di Mainz

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj.

Kalau anda membaca judul di atas, “mungkin” anda akan bertanya, ada pertemuan apa di Mainz…??? Beberapa minggu yang lalu, Dj. mendapat kunjungan kembali dari teman-teman yang pernah bersama dengan Dj. selama 3 minggu lebih menjalani Rehabilitasi di Bad Säckingen.

Juga pernah Dj. ceritakan di oret-oretan tahun lalu, dimana dan barapa lama Dj. menjalani Reha tersebut, di tahun 2012.

http://baltyra.com/2012/05/01/reha-1/

http://baltyra.com/2012/05/08/reha-2/

http://baltyra.com/2012/05/15/reha-3/

http://baltyra.com/2012/05/22/reha-4-selesai/

Para pekerja di Jerman, 4 tahun sekali berhak mengajukan permintaan ke asuransi kesehatan, untuk mendapatkan kesempatan mengikuti Reha. Reha di Jerman memang dimaksudkan agar orang yang sakit, bisa regenerasi kesehatan dan tenaga, setelah menjalani operasi, atau dari penyakit yang akut yang sedang dideritanya. Tapi kalau asuransi kesehatan menyarankan, tidak harus menunggu setiap 4 tahun.

Asal dari asuransi pensiun memberi lampu hijau (ijin), karena saat Reha, gaji tidak dibayar dari Asuransi kesehatan, tapi kasse pensiun. Nah, entah sudah 7-8 X Dj. mengikuti Reha, tapi Reha di Bad Säckingen 2012, memang tidak seperti biasanya. Di Reha, orang bisa saling berkenalan dengan yang lain saat sarapan, makan siang atau malam.

Atau saat menjalankan therapy, bisa bertukar pikiran di waktu senggang, saat menunggu therapy berikutnya bila masih ada waktu. Bisa ngobrol di Cafe atau di taman, juga setelah therapy selesai, atau Sabtu Minggu, bebas therapy, jadi bisa jalan kaki bersama ke kota. Bisa sama-sama makan di kota, bila bosan dengan makanan di Klinik, walau di Klinik selalu ada 3 macam menu setiap kali makan.

Nah di sinilah banyak patient yang menggunakan kesempatan untuk mencari pasangan baru, biasanya mereka yang stress dari rumahnya. Sehingga, di Reha mendapatkan pasangan baru dan setelah dari Reha, mereka ada yang meneruskan hubungan dengan teman yang baru dan bahkan tidak jarang pisah dengan pasangan lama dan ganti yang baru. Ini sudah menjadi cerita tersendiri dari Reha.

Orang mengatakan ini adalah “Kurschatten” (oleh-oleh dari Reha). Olehnya orang sering berpendapat, kalau ke Reha, kesempatan untuk cari pasangan, ini tergantung setiap individu masing-masing. Bisa jadi, biasanya bagi para wanita yang stress dengan pasangannya di rumah dan merasa mendapatkan kasih sayang yang baru.

Namun tidak semuanya demikian, banyak yang dengan problem penyakitnya, tidak ada waktu untuk keluar dari Klinik dan juga banyak yang sering ditengok oleh keluarganya. Tapi aneh, apa yang terjadi saat Dj. kali ini di Reha…??? Tidak hanya dapat satu kenalan, tapi banyak sekali, hahahahaha…

Kali ini sangat lain, saat sarapan, makan siang dan makan malam, setiap patient boleh memilih tempat duduk di ruang makan, yang diinginkan. Pengalaman Dj. sebelumnya, kami selalu diberi tempat duduk yang tetap dan tidak boleh pindah-pindah. Sehingga Dj. pernah punya pengalaman yang aneh, di tahun 2005 direha dan melihat seorang nenek tua yang duduk sendiri di meja makan dengan wajah yang sedih dan menangis tersengguk.

Jelas Dj. tidak tega, mana bisa menelan makanan, kalau melihat seorang nenek yang sedang bersedih hati, apalagi menangis. Olehnya Dj. berusaha untuk mendekati, sehingga Dj. harus berurusan dengan pelayan / pengawas Reha, dimana pelayan di Reha, bukan murni pelayan. Banyak juga mereka yang mempunyai pendidikan tinggi, seperti penasehat makanan untuk kami yang ingin diet dan hidup sehat. Mereka juga memberi seminar tentang makanan dan cara hidup yang baik.

Nah palayan ini mengingatkan Dj. agar kembali ke tempat duduk yang telah disediakan untuk Dj. Dj. jelaskan situasi saat itu dan syukur pelayan / pengawas mau mengerti dan Dj. berhasil ngobrol dan menghibur si nenek. Ternyata dia mau curhat ke Dj. karena dia sangat sedih, tidak tau akan kemana setelah reha, karena anak-anaknya semua jauh dari tempat tinggalnya. Setelah cerita kiri-kanan, maka si nenek kelihatan sedikit tenang dan bahkan bisa senyum.

Setelah itu, dia minta agar setiap makan, Dj. duduk di meja dimana nenek itu juga duduk. Akhirnya setiap hari kami makan bersama dan Dj. selalu jemput di depan kamarnya, bila akan makan dan selesaai makan, Dj. antar dia sampai di depan kamarnya lagi, bila selesai makan. Kadang kalau dia kelihatan lebih sehat, maka kami ngobrol di taman.

Walau kadang Dj. sering juga lupa menjemputnya, karena Dj. tinggal di tingkat 3 dan dia di bawah tapi lain gedung. Tapi begitu Dj. lihat dia tidak ada di meja makan, maka Dj. ingat dan baru Dj. jemput dia.

Karena tahun lalu, kami boleh menduduki kursi semau kami (bila masih ada yang kosong), maka Dj. bertambah banyak kenalan. Kalau diingat memang cukup lucu, karena sebelumnya, tidak pernah terjadi yang demikian. Photo di bawah ini, saat makan malam, biasanya hanya roti dengan sosis dan salat, karena setiap patient bebas memilih.

Hanya disaraankan agar memilih makanan sahat, terutama bagi mereka yang timbangannya sudah berlebihan.

pertemuan-mainz01

Kenalan di meja makan dari 3 orang yang satu meja (empat dengan Dj.), kemudian lain kesempatan makan sudah orang lain lagi. Nah akhirnya dari 3 kenalan, menjadi 6, bertambah menjadi 9, kemudian bertambah lagi menjadi 11 dan terakhir samakin banyak dan menjadi 16 orang, bahkan lebih. Tapi yang tetap dan jalan bersama ada 16 orang, karena ada yang pulang duluan.

Kadang bingung juga, karena kalau Dj. masuk ruang makan, sedikit terlambat, maka dari beberapa kenalan sudah melambaikan tangan, agar Dj. duduk di meja mereka. Akhirnya sering kami satukan 2 meja, agar bisa makan sambil ngobrol bersama.

Photo di bawah ini, saat setelah menjalankan program therapie seharian, maka kami kumpul bersama di taman (di belakang Klinik). Dan yang aneh. mereka juga menurut, kalau Dj. berkata, berdiri, angkat kaki kanan…. angkat tangan… Hahahahahaha….!!!

pertemuan-mainz02

Juga di kolam renang, bila sore sampai malam jam 21:00 , atau Sabtu dan Minggu, boleh digunakan oleh patient. Dj. teriak bikin lingkaran dan angkat kedua tangan, merekapun menurut…. aneh…!!!

pertemuan-mainz03

Saat Dj. masuk ke air, mereka serentak mereka mengangkat Dj. persis seperti kanak-kanak. Sehingga patient yang tidak bergabung bersama kami, kelihatan heran melihat tingkah kami. Tapi ada juga, setelah melihat kami, maka besoknya mereka bergabung bersama kami.

pertemuan-mainz04

Sering sekali kami lupa, kalau sebenarnya kami 3 minggu lebih di Klinik, sedang menjalani therapy, karena satu penyakit. Kami seolah seperti orang yang sedang berlibur, banyak kumpul, banyak cerita dan juga banyak tertawa bersama. Walau kadang ada juga yang mengeluh, karena semalam, penyakitnya kumat dan akhirnya tidak bisa ikut jalan bersama. Kemana saja kami sering bersama, seolah kami sudah 1 gelombang (meminjam istilah mas Juwandi).

Juga setiap akhir pekan, kami berlibur ke Lüzern, ke Bern, kemana saja selalu bersama, ya… bahkan ke Bioskoop juga nonton bersama. Tidak ingat (lupa, atau berusaha untuk melupakan) akan penyakit yang sedang ada di tubuh masing-masing… hahahahaha…!!! Dj. yakin hati yang gembira adalah obat, lebih dari obat dari dokter. Kadang Dj. pikir, Dj. seperti gembala untuk mereka, karena mereka juga mendengarkan apa yang Dj.katakan. Aneh, tapi nyata.

pertemuan-mainz05

pertemuan-mainz06

Setelah Reha Dj. selesai, bahkan cukup sulit untuk berpisah. kami tidak pulang bersama-sama, karena ada yang duluan datangnya dan setelah 3 minggu, sudah harus pulang dan ada yang diperpanjang sampai 4 atau 6 minggu.

pertemuan-mainz07

Saat Dj. selesai menjalankan Reha, maka ada 2 teman yang sama-sama datang dan sama-sama pulang. Cukup aneh, saat kami datang tidak satu Kereta Api, tapi pulang bisa bersama. Dj., dan Alfio (orang Italy) dan Achmad dari Sudan, tapi hanya beberapa stasiun, maka kamipun berpisah, karena harus ganti K.A. ke tujuan kota masing-masing. Photo di bawah yang jepret kondektor wanita K.A., yang mana kami sempat bercanda.

Karena Achmad berkata, ich bin Schwarzfahrer (penumpang gelap) dia maksud kulitnya yang gelap. Taunya kondektornya berbisik, jangan terlalu keras bicara, di belakang kalian ada yang lebih gelap. Achmad tengok ke belakang dan ternyata memang ada, kami malah jadi cekikikan bertiga. Dasar 3 orang yang baru keluar dari Klinik, mungkin juga pada lupa minum obat hari itu… hahahahaha…!!!

pertemuan-mainz08

Namun, kamipun mesih merawat hubungan dengan baik, melalui internet, kami membentuk Group semacam FB. Di Jerman dinamakan “WER KENNT WEN“ (siapa kenal siapa), dan kami bisa setiap saat saling menyapa..Saat Dj. UlTah yang ke 60. tahun lalu, beberapa dari mereka mewakili Group kami, datang ke Mainz dan bahkan rela mengendarai mobil yang cukup jauh dan tinggal di hotel. Opo tumon…???

http://baltyra.com/2012/11/27/ulangtahun-djoko-paisan-ke-60/

pertemuan-mainz09

Nah beberapa bulan yang lalu, mereka kontak Dj. dan juga berencana untuk datang lagi ke Mainz. Dj. malah yang sedikit bingung, karena saat ini Dj. masih dalam kondisi istirahat dokter. Lha kalau mereka datang, kan Dj. tidak bisa antar mereka jalan-jalan kemana mereka mau jalan di Mainz, Puji TUHAN….!!!

Mereka bahkan mau mengerti, karena kedatangan mereka sebenarnya memang ingin menengok Dj. Maka Hari Sabtu tanggal 4 Mai lalu, mereka datang dari berbagai kota yang cukup jauh juga, ada yang harus mengendari mobil sejauh 200 Km., atau bahkan lebih (sekali jalan), ada yang 170 Km dan yang lainnya sekitar 100 Km juga.

Kebanyakan dari mereka mengendarai mobil sendirian, hanya 1 yang diantar oleh suaminya dan suaminya, tidak mau bergabung dengan kami, karena takut mengganggu. Walau Dj. minta, tapi dia berkata, ini kan pertemuan kalian, biar kalian yang menikmatinya. Di sini Dj. kagum dengan kemauan mereka, hanya untuk seorang Dj., mereka mau datang, untuk mempererat persahabatan.

Mereka datang siang dan mereka jalan-jalan di kota Mainz dan shoping bersama, hanya tanpa Dj. Jam 19:00 kami janjian bertemu di Restaurant Italy untuk makan malam bersama, jelas Dj. telah memesan tempat berapa hari sebelumnya.

pertemuan-mainz10

Suasana yang sangat menyenangkan, sambil memilih makanan di Menu Card, banyak muncul kembali cerita lama yang lucu-lucu. Seperti kalau kami jalan dari klinik ke kota, sekitar 4 Km. dan Dj. jalan selalu yang paling belakang, karena langkah mereka lebih cepat dan mereka selalu berkata, kasihan Dj. dengan langkah Asianya… hahahahaha….!!!

Apalagi kalau kembali ke Klinik, karena letak Klinik di atas bukit (menanjak), kadang ada yang menarik tangan Dj. atau mendorong dari belakang. Hal yang demikian, menjadi kenangan yang indah, karena kami yang sebelumnya, sama sakali tidak kenal, tapi jadi teman baik. Atau sering juga kami jalan pelan bersama, kalau ada dua atau tiga yang sudah mendahului kami, maka ada yang teriak…Hay…. tunggu…!!! Dj. harus istirahat dan kadang malah setiap beberapa ratus meter, kembali duduk, istirahat sebentar di bangku di taman.

Sekarang, kami bertemu kembali dan semua kenangan kembali muncul dalam cerita yang lucu-lucu.

pertemuan-mainz11

pertemuan-mainz12

pertemuan-mainz13

Jelas, sebelum makan bersama, kami mulai dengan Toooost, untuk kesehatan kami, sebagai doa bersama. Bahkan Susipun menikmati suasana kebersamaan yang menyenangkan.

pertemuan-mainz14

Setiap orang bisa memilih makanan dan minuman sesuka hati, karena semua bayar sendiri-sendiri dan tidak ada istilah traktir… Jadi tidak ada yang terbeban, setiap orang bayar makanan dan minumannya sendiri… hahahahaha…!!!

pertemuan-mainz15

pertemuan-mainz16

pertemuan-mainz17

Setelah puas di Restaurant Italy, maka kami jalan kaki lagi ke Cafe “Alex”, karena kami sudah lebih dari 2 jam di Restaurant. Jelas akan sedikit bosen dengan suasana ruangan dan lebih baik mencari suasana yang lain dan yang lebih nyaman. Di Cafe Alex, hanya sekedar untuk minum-minum dan ngobrol lagi, cerita lama dan rencana tahun depan, akan bertemu dimana. Dalam perjalanan ke Cafe Alex, kamipun masih banyak ngobrol kiri-kanan.

pertemuan-mainz18

pertemuan-mainz19

pertemuan-mainz20

pertemuan-mainz21

pertemuan-mainz22

pertemuan-mainz23

Alfio asal dari Italy dan selama di Reha, dia mengaku sebagai anak kepada Dj. Karena saat pertama kali dia tanya nama Dj. maka Dj. jawab PAISANO, dia heran, karena itu di dalam bhs Italy, artinya orang yang dari 1 kampoeng. Kemudian dia berkata, kita saudara dan kamu ayah saya. Olehnya, kemana saja dia selalu nginthil dan panggil Dj., PAPA dan kalau dia tahu Dj. duduk di cafe, maka automatis dia akan tanya, mau minum apa dan dia akan ambilkan dan kadang dia juga mengingatkan Dj. akan therapy yang akan datang, agar tidak terlambat pergi. Dia memang yang termuda dan Dj. yang paling tua dari Group kami.

pertemuan-mainz24

Nah, setelah tengah malam, maka Dj. dan Susi pun pamit, karena tidak baik kalau kami masih meneruskan bersama mereka. Karena mereka masih ingin ke Discothek dan entah kemana lagi. Pukul 9:00 Dj. telpon mereka di Hotel dan ternyata mereka sudah fit dan bahkan akan jalan-jalan lagi sebelum check out.

Padahal mereka cerita, saat kami pulang, mereka masih ke Discothek dan melanjutkan ke Cafe lagi dan sampai di hotel, jam 4:00 pagi. Jam 11:00 pagi, mereka kembali ke kota mereka masing-masing dan mereka meninggalkan kenangan yang sangat indah. Tapi mereka juga masih sempat cerita di telpon, tahun depan 2014, mereka akan datang ke Mainz lagi dan mudah-mudahan akan lebih banyak yang bisa ikutan. Dan hal ini di iyakan oleh Susi, yan mana saat di “Alex”, ada yang sudah ngobrol dengan Susi demikian.

Dj. dan Susi sampai heran, mengapa mereka senang datang ke Mainz, padahal mereka tau, Mainz hanya kota kecil saja. Jadi ingat juga saat bersama mereka di Reha dan jalan bersama ke Discothek, pulang ke klinik, hampir tidak dibukain pintu… hahaha…!!!

pertemuan-mainz25

Okay, itu tadi sekedar cerita akan kegembiraan Dj. yang mana mendapat kunjungan dari teman-teman yang Dj. kenal saat menjalani Reha di Bad Säckingen 2012. Mohon maaf bila cerita di atas tidak berkenan di hati anda.

Terimakasih kapada pengasuh Baltyra dan anda semua yang selalu bersabar dengan oret-oretan Dj.  Sebagai penutup, ijinkan Dj. untuk menuliskan cerita (jokes) saat di SMA dulu (cerita lama).

Tiga teman yang belum begitu dekat, salah seorang bertanya kepada temannya: “Achmad, ayahmu kerjaannya apa…???”

Maka Achmad menjawab, ayahku Polisi, pangkatnya Jendral, banyak ditakuti orang, bila dia bilang A, atau B, orang pasti nurut.

Kemudian dia tanya juga ke Iwan, ayahmu kerjaannya apa Wan…???

Ayahku Gubernur DKI, dia sangat ditakuti oleh banyak orang. Walau badannya kurus seperti aku, tapi orang takut, hahahaha… (Bangga)

Achmad dan Iwan seretak bertanya, lha… ayahmu kerjaannya apa Nung…???

Nunung menjawab: “ayahku Pendeta…”

Maka Achmad dan Iwan tertawa bersama, Hahahahahaha….!!! apa…??? pendeta…???

Nunungpun menjawab: “Ya benar, tapi….

Achmad dan Iwan serentak berkata: “Tapi apa…??? Mana ada orang takut sama pendeta…???”

Nunung jawab: “ada…!!!”

Aku lihat sendiri, saat ayah kalian di gereja, ayahku angkat sedikit tangannya (tanpa bicara), maka ayah kalian berdiri. Saat ayahku turunkan tangannya, baru ayah kalian kembali duduk, ayahku berkata berdoa, maka ayah kalian pada nundukan kepala.

Achmad dan Iwan : HAAAAAACH….????(%&/$§”!!! ayah kami nurut sama ayahmu…??? GUBRAAAAK….!!!

Nunung: “Siapa bilang Pendeta tidak ditakuti, buktinya… ??? hahahaha…!!!”

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj.813

pertemuan-mainz-djokopaisan

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

75 Comments to "Pertemuan di Mainz"

  1. Dj. 813  25 May, 2013 at 14:02

    Ibu Matahari….
    Selamat Pagi dari Mainz…
    Terimakasih ya, senang karena dipagi hari, sudah bisa baca komentar ibu Matahari.
    Itulah yang Dj. selalu anggap baik, karena dokument, itu hanya terjadi hanya disaat itu.
    Tapi bisa dilihat kembali, sebagia kenangan yang indah atau yang memberi pelajaran.
    Kemarin, seharian kami dirumah saja, tidak kemana-mana karena dingin.
    Puji TUHAN…!!!
    Pagi ini, matahari mencungul, hanya tidak tahu untuk berapa lama.
    Mudah-mudahan akan lama, agar bisa terasa hangatnya.
    Salam manis dari Mainz dan selamat berakhir pekan.

  2. Matahari  25 May, 2013 at 04:18

    Kalau soal jepret dengan kamera, sejak dulu memang Dj. usil dan juga sring kena marah orang.
    karena apa saja Dj. jepret dan Dj. kumpulkan.Karena Dj. tau, satu saat akan menjajdi dokument yang berharga untuk Dj., walau mungkin tidak berharga untuk orang lain.

    Itu benar sekali…semua apapun yang kita jepret dan kita baca bahkan di bekas bungkus terasi yang mungkin sudah membusuk…akan ada waktunya kita butuhkan..apalagi foto….karena semua hanya terjadi satu kali disaat itu…gak akan pernah terulang lagi..mungkin kejadiannya terulang tapi tidak untuk waktunya…

  3. Dj. 813  24 May, 2013 at 20:37

    Puji TUHAN . . .! ! !
    Ibu Matahariiiii……!!!! Hahahahahahahahaha….!!!
    Senang ada yang memperhatikan.
    Maaf kalau bikin ibu Matahari jantungan….
    Jangan sampai nantinya malah ibu Matahari yang diangkut Ambulanz…
    Dj. harap ibu Matahari juga sehat dan hari ini bisa bergembira, bahkan bersinar lagi.
    Walau di Mainz, hanya tadi pagi, itu juga sebantar saja.
    Saat ini belumnongol lagi, tapi sudah bersyukur tidakujan seperti kemarin.
    Tapi suhu diudara masih dingin, hanya sekitar 10°C , Dj. males keluar.
    Paling sebentar ke Apotheke, karena kemarin lupa beli obat.
    Tapi tidak buru-buru,karena masih ada untuk sampai minggu dapan.
    Okay, salammanis dari Mainz dan bersinarlah terus, agar hidup semakin hangat.

  4. Matahari  24 May, 2013 at 19:03

    Pak Djokoooo…syukurlah pak Djoko dalam keadaan sehat….saya tadi malam sepulang dinner lihat kalau pak Djoko belum nongol…dan saya berfikir mungkin pak Djoko diangkut ambulance ke RS…karena tidak biasanya pak Djoko tidak menjawab komen siapapun dalam jangka waktu 5-6 jam…Ternyata pak Djoko malah berpesta di restaurant…heheheh karena itu matahari senang hari ini dan sinarnya hari ini di Eropa mulai bagus…..hahahaah

  5. Dj. 813  24 May, 2013 at 14:10

    Asianerata Says:
    May 24th, 2013 at 01:16

    Mas DJ kalau begitu kasih salam Selamat Ultah untuk mba Susi yah…terlambat ga apa-apakan.
    Ternyata tmp Rehanya cukup jauh ya dari tmp tinggal mas DJ?
    Hahaha…aku baru baca jokes yg ditulis….lucuuu….mas DJ ini adaaa saja cerita humornya, punya bukunya yaaa.
    Memang betul….kalau hati gembira, penyakit juga tdk mau dekat2 ya….tp makanan juga pegang peranan lho mas…gmn kalau makanannya teratur dan sehat (seperti pete hahaha), juga hati kita gembira ria, maka penyakitpun tunduk seperti bapak pendeta diatas itu…hehe
    ——————————————————————————————

    Asianerata…..
    Terimakasih sudah mampir….
    Terimakasih untuk ucapan UlTah untuk Susi, tidak ada kata terlambat, selama masih bisa dan mau mengucapkannya.
    Jokes itu, hanya pengalaman saat SMA dulu, sudah banyak juga yang lupa.
    Dulu SMA , anak kolong AURI di Makassar, jadi banyak teman-teman dari lain daerah yang pintar bikin lelucon.

    Dj. anggap saja sebagai pelayanan.
    Karena pelayanan, tidak harus selalu di gereja atau mesjit kan.
    Bisa dimana saja dan hati seorang pelayan kan ingin yang dilayani senang.
    Kalau yang dilayani tidak senang, apalagi sampai marah, maka bisa jadi itu pelayan di pecat… hahahaha…!!!
    Seorang pelayan, harus rendah hati, harus sabar, kalau mungkin harus bisa menyenangkan yang dilayani.
    Nah, seorang yang mengaku dia percaya, bahwa TUHAN itu ADA, maka dia harus mau melayani, setiap saaat dan dimanapun dia berada dan kepada siapa saja.

    Olehnya, dimanapun Dj. berada, baik di Reha sekalipun, harus bisa bergaul dan tidak cepat marah.
    Bisa bikin cepat tua… karena tua itu sudah pasti dengan sendirinya akan datang… hahahahahaha…!!!
    Tidiak usah diburu ( dikejar ).
    Dengan demikian, berusaha untuk bergembira, syukur-syukur bisa menggembirakan orang lain.

    Okay, salam manis dari Mainz dan selamat berakhir pekan, TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *