Bunga Seroja untuk Arnaldo dos Reis Araujo

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SERATUS TAHUN ARNALDO DOS REIS ARAUJO 1913-2013

(BAGIAN 1 DARI 2 TULISAN)

 

MUNGKIN banyak generasi tak mengenal nama sosok ini. Saya menulis tentang tokoh dan juga pahlawan Indonesia ini untuk mengenang memori saya ketika kecil sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar. Entah bodoh atau salah sistem pendidikan kita, saya dan juga mungkin generasi saya diharuskan menghafal nama-nama gubernur. Nama Arnaldo dos Reis Araujo sangat melekat dalam ingatan saya. Terdengar aneh, asing dan tentunya mudah diingat karena beda dengan nama-nama gubernur se Indonesia yang umumnya orang Jawa. Andai saya tak hafal, telinga saya siap dipegang dan ditarik. Kadang ditetesin cairan lilin panas di lengan oleh guru sekolah dasar saya yang galak asal Sambas, Kalimantan Barat.

Alasan kedua adalah sosok Arnaldo dos Reis Araujo berkenalan baik dengan paman saya ketika pergolakan dan peperangan di Timor Timur lebih 38 tahun silam. Banyak kenangan tersimpan di sana yang saya tak tahu dan sudah terbawa mati oleh mereka berdua. Dan terakhir, tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat saya, Arnaldo Basmeri de Araujo, cucu Arnaldo dos Reis Araujo. Siapa sebenarnya Arnaldo dos Reis Araujo? (*)

Araujo 1 Araujo 2 Araujo 3 Araujo 4 Araujo 5 Araujo 6 Araujo 7 Araujo 8 Araujo 9 Araujo 10

 

37 Comments to "Bunga Seroja untuk Arnaldo dos Reis Araujo"

  1. Anastasia Yuliantari  26 May, 2013 at 15:38

    Timor Timur selalu terasa dekat bagi kami yg tinggal di NTT. Banyak teman yang tinggal di sana dlm waktu lama dan hrs kembali ke Indonesia ketika terjadi pemisahan diri. Kisah mrk menjadi bagian dr pengetahuan saya. Juga teman2 yg sempat mengenyam dan lulus dari UNTIM (Universitas Timor-Timur) bertutur ttg pengalaman mereka bersekolah di sana.

    Kini pun TL masih terasa dekat krn bbrp teman dekat saya bertugas dan akan bertugas di sana dlm bbrp bulan ini. Tulisan Mas Iwan sangat membantu saya merasakan kedekatan yg lebih besar lagi.

  2. Dwi Setijo Widodo  26 May, 2013 at 15:23

    Terima kasih banyak atas tulisannya Pak Iwan. Jadi lebih menarik buat saya yang dua bulan lalu sempat pergi ke Timor Timur dan melihat langsung bagaimana di Dili dan sekitarnya saat ini setelah TImtim menjadi negara merdeka. Salam.

  3. J C  25 May, 2013 at 12:22

    The untold stories yang tidak pernah ada di manapun juga. Dituturkan dengan gaya penuturan cerita langsung dari para saksi dan pelakunya, dilengkapi dengan dokumentasi otentik dari yang terlibat di dalamnya. Dan dokumentasinya juga bukan dokumentasi sembarangan namun sudah memang kelasnya jurnalis…

  4. Lani  25 May, 2013 at 10:30

    5 ISK : bukannya sejarah jg tau, dl Hawaii mandiri, kmd dicaplok wong putih yg menamakan dirinya amerika????? ya ndak tau klu kedepannya mo lepas lagi, tp rasanya kaga mungkin ya……….?!

  5. Lani  25 May, 2013 at 10:28

    ISK : udah sembuh melernya??? hajar dgn wedang jahe……..semoga cepat sembuh…..

  6. Lani  25 May, 2013 at 10:28

    24 DA : kuwi fotone sapa???? apakah salah satu pemain bola? hehehe…….

  7. Ki Ageng Similikithi (Dr. Budiono Santoso)  24 May, 2013 at 07:48

    Cerita sangat menarik Pak Iwan. Idealisme indonesia membebaskan Timor Timur dalam perjalanan sejarah akhirnya redup karena ketidak mampuan mengelola dan mengerti keinginan rakyat Timor Timur.
    Timor Timur akhirnya lepas karena kekeliruan kita. Alm Dos Reis Araujo pasti kecewa
    Salam damai

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *