Di (Seseorang dari Masa Lalu): Semuanya Tak Lagi Sama

Mutaminah

 

Di, pagi ini tak sengaja kutemukan sebuah pesan bisumu di beranda. Entah apa maksudmu membuatnya, aku sendiri tak tahu.

Di, aku pernah terjebak dalam gerimis bernama luka yang menguar dari kedua mataku. Kau Di, yang merinaikannya. Aku tak pernah jua bisa memungkiri akan perih yang telah mencecap rasaku hingga habis tak bersisa, rasa yang sempat kurawat di dalam dada. Tapi ah, sudahlah, Di. Bukankah aku telah menyampaikannya padamu? Bahwa waktu yang akan mengantarkan maafku ke hadapanmu. Jika ia belum sampai, mungkin ia sedang dalam perjalanan. Yakinlah ia takkan tersesat, Di.

never-be-the-same

Kau tau Di, mungkin aku tak terlalu mahir menghadapi kebencian. Kesakitan yang kau hempaskan begitu saja di benakku, tak pernah mudah kuingkari. Tapi Di, aku berusaha merentangkan hatiku, agar angin mampu menemukan celah untuk masuk dan mengeringkan semua luka-luka itu. Aku tak mau membiarkannya terlalu lama merekam jejakku, aku takut luka itu hanya akan membusuk, lantas membuat segalanya semakin buruk.

Aku bukan gunung es, Di. Ada kalanya kebekuan itu akan mencair. Meski aku tak bisa menjanjikannya secara pasti kepadamu. Namun, segalanya tak akan lagi sama…

Bukankah musim selalu berganti, Di? Seperti juga semimu yang suatu saat pasti akan menemui gugurnya. Waktu tak berhenti di ruang kita, Di. Biarkan ia membawa kita pergi, berlari. Ya, semuanya tak akan lagi sama.

Pun tentang kenangan yang sempat menjelma kisah di antara kita, itu hanya milik masa lalu. Sesungguhnya aku tak pernah membuangnya, tapi tak juga menafkahinya. Aku telah melipatnya, dan kusimpan di sebuah sudut sepi dalam jiwaku.

22 usiamu kini, Di. Selamat ya :)

Kali ini, mungkin tak ada suara cemprengku memecahkan malammu untuk sekedar berusaha menjadi yang pertama mengucapkannya padamu, atau rajukku yang meminta untuk bertemu. Semuanya tak lagi sama kan, Di. Semoga harimu ini penuh keberkahan ya, Di. Semoga banyak hal mampu kau benahi di usiamu yang baru.

Berharap itu boleh, Di. Tapi masa depan tetap dikekang misteri, biarkan ia menjawabnya dengan caranya sendiri…

 

9 Comments to "Di (Seseorang dari Masa Lalu): Semuanya Tak Lagi Sama"

  1. Dj. 813  30 May, 2013 at 18:48

    Mas Anoew…
    Hahahahahahahahaha…..

  2. anoew  30 May, 2013 at 18:27

    Komen nomer 4 yang ada fotonya Setya Ai Widi, itu, di saku celananya kayaknya ngantongin henpon ya?

    *Komen saya benar-benar OOT*

  3. elnino  30 May, 2013 at 18:17

    Curahan hati yang dituangkan dg bagus

  4. Lani  30 May, 2013 at 11:30

    2 bener sekali………se777777………wlu kdg ora gampang…….

  5. Setya Ai Widi  30 May, 2013 at 10:41

    Sesuatu yang berlalu tentu sulit dilupakan. Dan biarlah hal itu menjadi kenangan. Sesakit apa pun itu.

  6. Setya Ai Widi  30 May, 2013 at 10:38

    Sesuatu yang telah berlalu tak akan terulang ƪäǥȉ. Sesuatu itu hanya bisa dikenang, dan sulit dilupakan.

  7. Silvia  30 May, 2013 at 05:59

    Di usia sy yg kepala 4+ ini, sekarang sy mensyukuri bahwa ada hubungan yg tdk sukses/tdk pernah terjadi. Seiring dg waktu apa yg kita rasa saat sdh mengalami ya bhw itu suatu tragedi, di waktu yg lain kita bisa memandang nya dg lebih obyektif dan mengucapkan syukur bhw kita harus melalui hal tsb.

  8. J C  29 May, 2013 at 21:16

    Things will never be the same….just move on…

  9. Lani  29 May, 2013 at 10:11

    satoe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.