Venus Temple

Nia

 

SEX MUSEUM – AMSTERDAM

pic 1

Venus Temple adalah museum seks pertama dan tertua di dunia yang terletak di pusat kota Amsterdam. Museum yang dibuka pada tahun 1985 ini memiliki koleksi gambar, lukisan, karya seni dan artefak seksual kuno hingga tahun 1980-an. Cara memamerkan benda-benda tersebut dirancang dengan sangat baik sehingga museum kecil ini bisa menarik sekitar 500.000 pengunjung setiap tahun.

Sesuai dengan namanya, Venus Temple memasang patung Venus – dewi kecantikan, cinta dan seks dalam mitologi Romawi di pintu masuk utama.

pic 2

Tidak seperti museum lain yang pada umumnya memiliki bangunan besar dan bahkan dengan tambahan halaman yang luas, Venus Temple hanya menempati 2 bangunan Ruko 3 lantai (depan dan belakang) yang dihubungkan dengan tangga.

SM - PLAN

SM plan

 

SM - SECTION

SM section

Tangga ini dirancang khusus agar tidak hanya berfungsi menghubungkan 2 bangunan dengan ketinggian lantai yang berbeda tetapi juga menjadi ruang pameran sehingga pengunjung tidak menyadari telah berpindah dari 1 bangunan ke bangunan yang lain karena perhatian pengunjung terpusat pada benda-benda yang dipamerkan.

pic 3

pic 5

 

Koleksi artefak dipajang dalam lemari kaca yang dirancang khusus sehingga tidak terkesan monoton. Artefak-artefak di museum ini berasal dari berbagai negara dan bentuknya pun bervariasi. Ada yang berupa pahatan batu dan gading, ada yang berupa lukisan di perkakas makan dari porcelain dan ada juga patung-patung dari logam. Untuk menjaga ‘ketenangan’ di rumah Baltyra maka saya tidak menampilkan foto-foto close up artefak-artefak tersebut… :)

pic 6

pic 7

pic 8

 

Selain benda tiga dimensi, museum ini juga menyimpan banyak koleksi gambar baik itu lukisan, sketsa, karikatur dan photo. Koleksi gambar dan lukisan dipajang dengan berbagai macam cara dan dilengkapi dengan tata lampu yang menarik.

pic 9

pic 10

 

Koleksi Venus Temple tidak hanya sekedar gambar, lukisan dan artefak kecil tetapi banyak juga patung-patung dalam skala 1:1. Patung-patung tersebut tidak hanya diletakkan begitu saja melainkan dipajang dalam set khusus sehingga tampak lebih hidup.

pic 11

pic 12

 

Amsterdam adalah kota yang terkenal dengan De Wallen atau Red Light District yang berbeda dengan ‘daerah lampu merah’ di kota lain karena para penjaja cintanya secara harafiah DIPAJANG di etalase-etalase jendela. Di museum ini ada suatu area yang menggambarkan suasana De Wallen.

pic 13

pic 14

 

Tidak hanya dinding yang dirancang agar menyerupai suasana De Wallen yang sebenarnya tetapi lantai pun menggunakan blok batu yang persis seperti gang-gang di De Wallen.

Detail rancangan museum ini tidak hanya berhenti pada interior ruang pamer saja tetapi toilet pun dirancang dengan sangat menarik. Apa yang terlintas dalam benak anda ketika melihat bentuk kloset dan wastafel ini? *wink J

pic 15

pic 16

Foto-foto di atas hanyalah sebagian kecil dari Venus Temple. Kalau kurang puas (pastinya) silahkan kunjungi museum ini…

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

127 Comments to "Venus Temple"

  1. Anoew  7 June, 2013 at 22:05

    yaudah, ke sananya jangan pas winter.. biar yang macuk bukan angin.

  2. Lani  7 June, 2013 at 12:56

    125 MISS NGAING-NGAING : malah dikongkon utk beli ganja pie ta? Dulu ktk msh tinggal di California, county tempat aku tinggal terkenal sbg penghasil ganja……..mrk ber-lomba2 menanam ganja, krn mmg bikin sugih secara cepat 1 ounce regane mencapai $ 500 ediaaaaaaan to? Tdnya mmg barang illegal, menanamnya saja ngumpet2 tp kmd dgn adanya pengobatan pakai ganja, aturan jd agak lunak, org boleh menggunakan, menanam ganja plg pol 25 pohon, tp hrs menunjukkan sertifikat klu mmg org ybs memakainya sbg obat………..ono2 wae……..

  3. nia  7 June, 2013 at 11:59

    yu Lani… katanya sih kalo turis mau beli udah gak sebebas dl gitu…
    coba ntar yu Lani pas di Belanda beli dikasih ato gak

    yank Anoew… tergantung musim dong… kalo kau bawa diriku kesana pas winter yo moh pake rok… macuk angina

  4. anoew  7 June, 2013 at 09:16

    kalo mb Hen dan sy walo bareng kang Anoew yo mending misah kami jalan sendiri… lha kang Anoew mesti mancep di bawah patungnya mb Marilynn Monroe nyebuli rok e

    Iyolah, mending kita misah aja biar Hennie jalan sendiri, kita saling memeriksa arsip. Yank, nanti pakai rok kayak Mairlyn Monroe yow.

    Weh, malah Silvia yang merhatiin buah dada eeeh, melon… Dari kemarin-kemarin aku mau komen kok nggak jadi Tapi memang iya sih, melonnya mantaps, besar dan bulat

  5. Lani  5 June, 2013 at 21:24

    SU, MISS NGAING-NGAING : itu buah melon nya bentuknya bagus ora koyok gandul jingga………..hahaha

    Katanya ganja di Belanda bebas……….apakah hukumnya diubah ya, agak dipersulit skrg?

  6. Silvia  5 June, 2013 at 17:47

    Hahaha. Pupuk nya bagus punya

  7. nia  5 June, 2013 at 14:32

    bu Silvia… mereka mungkin tambah seger ya… klo sy malah bingung kok bisa lebar 2 melonnya itu jauh lebih lebar dr dadanya… hehehe…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.