Refleksi Sebutir Debu

Herlina Priambodo

 

Inilah saat yang tepat untuk melepaskan semua yang pernah tergenggam karena aku hanyalah manusia yang tak punya daya apapun. Aku ini hanya butiran debu yang tak mampu untuk membuat sebuah rencana indah walaupun aku sangat menginginkannya atau sekedar bermimpi indah yang sempurna.

introspection

Ketika aku mempunyai sebuah mimpi dan mimpi itu tak akan bisa terwujud, apa yang bisa kulakukan selain melapangkan dadaku, menyabarkan hatiku dan menerima dengan ikhlas karena semua yang terjadi padaku telah tertulis dengan sempurna.

Aku hanyalah lakon yang sedang melakoni sebuah kisah yang disutradarai oleh Tuhan Yang Maha Sempurna menuliskan sebuah skenario kisah kehidupan tanpa bisa kuberontak, tanpa bisa kuhindari karena selembar daunpun dapat jatuh ke tanah semata mata kehendak Tuhan.

Tuhan menggariskan hari hariku, kapan aku tersenyum, kapan aku terluka, kapan aku bahagia, kapan aku terkhianati. Aku tak pernah mampu mengelak!

Setiap detik hidupku hanya Dia yang menentukan karena aku bukanlah siapa siapa, aku hanyalah ciptaanNya. Bisa apa aku selain menerima apa adanya, mengikhlaskan semua yang terjadi dalam hidupku. Ikhlas dengan sepenuh hatiku, memberi ribuan maaf pada mereka yang menyakitiku, memberi senyum pada mereka yang menghancurkanku tanpa rasa dendam. Sungguh menjadikanku merasa nikmat dalam menjalani hidupku.

Semua yang tergenggam olehku bukanlah milikku, semua yang aku rasakan adalah karena Dia yang menciptakan rasa itu untukku.

Aku ini hanyalah sebutir debu yang tak punya kekuatan apapun, terbang tertiup angin mengikuti garis tanganku, mengikuti jalan hidupku yang telah tertulis dengan indah. Aku hanya mampu meringankan langkahku dengan sejuta kata maaf dan melapangkan dadaku menerima jalan hidup karena semua yang terjadi padaku telah tertulis dengan sempurna dan tak pernah salah.

Ya, Tuhan tak pernah salah. Semua rencanaNya begitu indah dan sempurna. Apa yang aku anggap baik belum tentu baik menurut Tuhan dan apa yang aku anggap buruk ternyata adalah yang terbaik di mata Tuhan.

Semua kukembalikan padaNya, Sang Pemilik Hidup agar tenang jiwaku, tentram hatiku, ringan langkahku menuju keabadian.

~HerlinaPriyambodo

 

8 Comments to "Refleksi Sebutir Debu"

  1. Bagong Julianto  4 June, 2013 at 08:19

    Sebutir debu dalamku binatang jalang Chairil Anwar…….

  2. EA.Inakawa  1 June, 2013 at 07:12

    walaupun aku hanya setitik debu, tapi aku adalah MANUSIA mahluk ciptaan TUHAN yang paling sempurna & mulia dari ciptaan lainnya……peace

  3. Dj. 813  1 June, 2013 at 01:41

    Herlina…
    TUHAN telah memberi kebebasan kepada kita untuk berpikir dan berbuat sesuatu.
    Kalau kita berbuat dengan kehendak sendiri dan salah, ya jangan salahkan TUHAN.
    TUHAN akan menopangkan tangannya dan menunjukan jalanNya yang benar.
    Tapi kalau kita berjalan dalam keinginan kita, itu bukan salah TUHAN.
    Salam,

  4. J C  1 June, 2013 at 00:31

    Malah jadi ingat lagu Suci Dalam Debu…(lagu jaman pas KKN…hahaha)

  5. Chandra Sasadara  31 May, 2013 at 14:08

    dan merka melakukan itu dengan cinta…

  6. Handoko Widagdo  31 May, 2013 at 10:53

    Debu pun adalah cintaan Tuhan yang diperhatikannNya.

  7. Dewi Aichi  31 May, 2013 at 10:04

    Terima kasih Herlina…memang sudah seharusnya kita menyadari ..bahwa apapun yang terjadi di dunia ini adalah kehendakNya. Tuhan maha tau. Terima kasih refleksi untuk hari ini.

  8. Lani  31 May, 2013 at 08:59

    Satoe………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.