Taiso

Dewi Aichi – Brazil

 

taiso (1)Taiso adalah bahasa Jepang yang artinya senam. Atau bisa juga diartikan senam kesegaran jasmani. Kalau menurut kamus standart bahasa Jepang,taiso artinya olah raga senam atau latihan gerak badan.  Di Jepang, taiso dilakukan tiap Senin hingga Jumat. Jam sebelum beraktivitas. Misalnya, waktu kerja dimulai jam 8:00, maka 10 menit sebelumnya, musik taiso akan terdengar di seluruh tempat kerja.

Di pabrik misalnya, taiso bisa dilakukan di koridor, di samping mesin tempat kerja, di ruang ruang yang memungkinkan untuk melakukan taiso. Begitupun di tempat kerja lainnya seperti  kantor pemerintah, bank, rumah sakit dan lain-lain. Musik taiso yang merupakan dentingan piano yang lembut, selalu terdengar setiap menjelang jam kerja pada jam yang sama. Sudah disetel secara otomatis.

Maka, siapapun  yang mendengar musik taiso, secara otomatis akan bergerombol, membentuk barisan, lingkaran atau depan belakang, dan semua melakukan taiso. Sayapun pernah melakukan itu setiap pagi sewaktu masih bekerja di Jepang.

Pada jaman dulu, musik taiso ini hanya di dengar melalui radio Taiso. Taiso sudah menjadi tradisi nasional Jepang. Dari anak-anak sampai orang lanjut usia. Dan ini merupakan keunikan tersendiri yaitu tidak ada tempat khusus untuk melakukan taiso. Bisa dilakukan di mana saja di sembarang tempat, dimana musik taiso terdengar, otomatis orang Jepang akan melakukan saat itu juga.

taiso (2)

taiso (5)

Sampai saya terakhir di Jepang yaitu Mei 2009, televisi Jepang (NHK), masih menyelenggarakan acara taiso ini setiap pagi, antara jam 6:30-6:40 dan 8:40-8:50.Taiso ini merupakan program nasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Radio NHK pada tahun 1928. Program dari radio NHK ini terkenal dengan nama Radio Taiso  (ラジオ体操).Program ini tidak banyak berubah sejak 84 tahun keberadaannya. Bayangkan saja, 84 tahun masih bisa bertahan ditengah-tengah jaman yang semakin modern.Untuk sedikit gambaran, musiknya masih sama dengan ketika saat diciptakan. Ini adalah bagian dari rutinitas masyarakat Jepang.

taiso (3)

Tradisi Radio Taiso meluas ke seluruh bangsa Jepang, dari anak-anak sampai lanjut usia. Saya melihat orang-orang melakukan senam dengan menggunakan iringan musik piano yang lembut. Versi lain dari musik yang sama, bisa didengarkan melalui radio NHK.

Taiso menjadi sangat populer di Jepang, yaitu setelah perang dunia II. Dan sampai sekarangpun masih dilakukan dikalangan mahasiswa, pelajar, maupun pekerja di perusahaan dengan tujuan mengingkatkan fleksibilitas dan energi yang tinggi, meningkatkan kesehatan dan yang paling utama adalah meningkatkan kerjasama yang kuat. Hal ini diyakini oleh masyarakat Jepang bahwa gerakan-gerakan senam, melambangkan persatuan dan kerjasama dalam sekelompok pelajar, mahasiswa, maupun pekerja, dan juga anggota masyarakat atau lingkungan di mana ia tinggal.

taiso (4)

Tidak bisa saya pungkiri bahwa pertama kali saya mengikuti senam ini di perusahaan dimana saya bekerja dulu, merasakan semua itu adalah hal yang aneh. Dengar musiknya saja bukannya bikin semangat, tapi malah bikin semakin ngantuk. Tapi lama-lama karena biasa, saya mulai menikmatinya, berbaur dengan orang Jepang, yang penuh semangat kerja setiap hari.

Saat ini 20% dari penduduk Jepang, atau sekiar 27 juta orang, dan 76,4% siswa sekolah dasar, setiap hari menggunakan senam ini untuk pemanasan yang menjadi rutinitas, sehingga anak-anak usia dini sudah dibiasakan melakukan. Senam yang menurut saya sangat gemulai ini sudah ditanamkan sejak dini di sekolah-sekolah maupun lingkungan.

Dan taukah anda, bahwa ini merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kesehatan dan umur panjang orang Jepang pada umumnya.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

51 Comments to "Taiso"

  1. Dewi Aichi  5 June, 2013 at 01:14

    Asianerata…nah kannnn…..gampang to…rasanya juga hmm…enak banget…dicoba aja..

    mba Yuli…ini artikel janjiku padamu dan mba Mega waktu itu lho ..lunas ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.