Jalan Panjang Mengejar Surat Ijin Mengemudi

Hennie Triana Oberst

 

Baru beberapa minggu lalu ketika sedang berkumpul dengan teman-teman di sini kami membahas mengenai SIM di Jerman. Dulu waktu di Indonesia aku tidak memiliki SIM. Pernah  mencoba naik sepeda motor (tanpa SIM tentunya), berakhir dengan tertabraknya pagar rumah tetangga.

Setelah tinggal beberapa tahun tinggal di Jerman dan merasa bahwa bahasa Jermanku sudah lumayan, aku mendaftarkan diri di salah satu sekolah mengemudi di Tübingen. Di Jerman bagi yang ingin memiliki SIM Jerman diwajibkan untuk mengikuti ujian teori dan praktek mengemudi, pelaksanaannya diselenggarakan lewat sekolah mengemudi. Ada juga SIM dari beberapa negara yang diakui oleh negara Jerman, tetapi bagi yang memiliki SIM Indonesia wajib mengikuti ujian teori dan prakteknya.

Kelas mengemudi yang aku ikuti adalah untuk mobil, kelas B.  Teori biasanya diselenggarakan pada sore hari, 2 sampai 3 kali seminggu. Kita dibolehkan untuk mengikuti kelas teori ini sesering yang kita inginkan, jika kita merasa masih perlu mengetahui penjelasan dari tiap bab yang wajib kita pelajari.

Biaya pendaftaran termasuk kelas teori dan buku mengenai peraturan, rambu-rambu lalu lintas dan contoh soal dan jawaban. Jumlah yang dibebankan pada peserta beragam pada tiap sekolah mengemudi. Perhitungannya kira-kira sbb:

Biaya pendaftaran termasuk kelas teori dan buku € 280,-

Praktek mengemudi wajib 12 jam (12 x €47,-), meliputi mengemudi di jalanan biasa, jalan tol dan pada malam hari.

Sedangkan bagi pemula, praktek mengemudi selama 12 kali tersebut tidak akan cukup untuk mengikuti ujian.

Biaya latihan mengemudi yang tidak wajib sekitar  €35,-/jam

[Bagi pemula diperkirakan setelah latihan mengemudi antara 15 – 35 jam, biasanya peserta akan siap mengikuti ujian praktek].

Biaya lain yang harus disediakan untuk ujian teori dan praktek berkisar €300,-

Untuk mendapatkan SIM di Jerman memang membutuhkan biaya yang lumayan besar, tetapi SIM Jerman berlaku seumur hidup. Walaupun bisa juga terjadi SIM kita akan ditarik beberapa minggu, bulan bahkan sama sekali hilang, tergantung besar kecilnya pelanggaran yang kita lakukan. Ada ketentuan yang berlaku untuk memperoleh SIM kembali, termasuk mengulang dari awal lagi proses mendapatkan SIM tersebut, tentunya dengan biaya yang juga tidak sedikit.

Kita diwajibkan untuk mengikuti kursus Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang diselenggarakan oleh kantor Palang Merah (biayanya sekitar €30,-). Kursus hanya berlangsung sehari, dari jam 09.00 – 16.00. Setelah mengikuti kursus kita akan menerima sertifikat P3K.

Bukti Pemeriksaan mata bisa kita dapatkan ketika mendaftar pada kursus P3K. Atau pada klinik Dokter mata maupun pada optik yang ada di daerah setempat.

Kemudian mengajukan ijin ke kantor walikota dengan memlampirkan bukti pendaftaran pada sekolah mengemudi, Kursus P3K, bukti kelulusan hasil pemeriksaan mata dan selembar pas foto. Biaya yang dibebankan adalah sekitar €40,-. Apabila ijin belum kita dapatkan, kita belum bisa mengikuti ujian teori maupun praktek. Ijin akan keluarkan sekitar 2-4 minggu.

*****

Praktek mengemudi pertama aku ikuti selama 15 jam, yang dilakukan 2 kali perminggu.  Seperti yang disepakati, kami para peserta (termasuk aku) dan guru memilih meeting point di pelataran stasiun kereta Tübingen. Hal ini memudahkan kami untuk mencapainya dari rumah masing-masing.

Sore itu sekitar pukul 15.00 aku menjumpai guruku di halaman parkir stasiun. Ia duduk di sebelah kursi kemudi, sedangkan di sampingnya duduk seorang lelaki muda, ia pasti muridnya, sama seperti diriku. Aku hampiri mereka, menyapa dan membuka pintu belakang untuk duduk.

Hey, Hennie. Duduk di depan. Di belakang tidak ada setir untuk mengemudi”, tiba-tiba guruku berkata sambil tertawa.

Bersamaan lelaki muda itu juga beranjak dari kursi kemudi dan keluar. Ia tersenyum padaku dan berkata “Tschüß”. Oh, ternyata ia baru selesai mengikuti jam prakteknya.

Lho, aku belum bisa nyetir”, jawabku kaget.

Makanya sekarang kita belajar nyetir”, guruku senyum-senyum.

Idih….malu-maluin. Aku pikir belajar nyetir untuk pemula seperti aku akan dibawa ke satu lapangan dan diajarkan di sana bagaimana cara menyetir.  Ternyata langsung praktek di tengah keramaian lalu lintas.

Dengan patuh aku masuk dan duduk di kursi kemudi. Guruku menerangkan hal-hal yang perlu sebelum aku mulai mengemudi. Pengalaman praktek pertama yang sangat menakutkan, serasa menabrakkan diri di antara keramaian lalu lintas.

Setelah melewati latihan mengemudi 15 jam ini aku merasa sedikit lebih berani menyetir di jalanan, walaupun untuk siap mengikuti ujian masih tidak memungkinkan. Aku masih butuh waktu beberapa bulan lagi untuk melatih kemampuan mengemudiku.

*****

Ternyata kami harus pindah ke Amerika Serikat, karena suamiku harus bertugas sementara di sana. Akhirnya aku bicarakan hal tersebut dengan guruku. Atas saran dia, lebih baik aku mengikuti ujian di Amerika saja. Selain menghemat biaya, aku juga tak akan merasa terbebani dengan waktu yang terlalu singkat sebelum kepindahan tersebut.

Kami pindah ke salah satu kota di negara bagian Illinois, Crystal Lake yang letaknya sekitar 80 km arah barat laut kota Chicago. Beberapa bulan kemudian mengajukan permohonan pembuatan SIM pada Illinois Vehicle Service Department. Tidak selancar yang aku bayangkan dan sedikit tertunda karena sistem pencatatan kependudukan di sana berbeda dengan di Jerman.

Akhirnya surat-surat disetujui setelah tiga kali ditolak dengan alasan tidak lengkap. Untuk menghemat waktu pada hari yang sama aku ajukan kesiapanku untuk mengikuti ujian teori saat itu juga. Beberapa hari sebelumnya telah aku pelajari aturan dan rambu-rambu yang berlaku melalui buku yang aku dapatkan dari sekolah mengemudi di sana. Tidak sebanyak dan serumit peraturan yang ada di Jerman. Aku lulus ujian teori dan mendapat surat ijin untuk latihan mengemudi.

Lebih nyaman rasanya dilatih oleh seorang guru daripada oleh suami sendiri, makanya aku mendaftarkan diri di salah satu sekolah mengemudi yang tak jauh dari tempat tinggalku. Di sana tidak wajib bagi peserta untuk mendaftarkan diri pada sekolah mengemudi. Latihan bisa dilakukan dengan bantuan orang yang telah memiliki SIM (aku lupa ada ketentuan minimal berapa lama mereka memiliki SIM atau tidak). Aku memutuskan untuk mengikuti 10  kali jam praktek. Biaya yang aku bayar lebih kurang US$ 37,-/jam.

Guruku datang menjemput dan mengantarku kembali ke rumah untuk latihan mengemudi tersebut. Sedikit memudahkanku karena mobil yang digunakan di sana semua automatic. Jadi tidak terjadi lagi mesin yang tiba-tiba mati setelah berhenti pada lampu merah.

Di Jerman pada saat ujian praktek mengemudi guru kita akan menyertai dan duduk di kursi belakang, sedangkan di samping kita adalah si Penguji. Mobil yang kita gunakan untuk ujian adalah mobil dari sekolah mengemudi. Sedangkan di Amerika (atau mungkin berbeda tiap negara bagiannya?) pada saat ujian tersebut, masing-masing peserta membawa mobil sendiri dan yang menyertai ketika ujian hanya si Penguji.

SIM01

Seorang wanita setengah baya sebagai pengujiku saat itu. Entah kenapa aku sedikit berburuk sangka ditambah rasa gugup yang berlebihan sehingga wanita tersebut terkesan tidak bersahabat. Dia sangat tidak puas dengan ketidakmahiranku untuk urusan parkir (sampai sekarangpun tetap tidak mahir juga hehehe….). Aku lulus dan mendapatkan SIM yang diberikan bagi penduduk sementara di sana (TVDL=Temporary Visitor Driver’s License). Berlaku selama 3 tahun. Guruku di Jerman memang benar, biaya yang aku keluarkan untuk ujian praktek hanya US$20,-.

Ketika kembali ke Jerman aku harus memiliki SIM Jerman, karena di Jerman kita dibolehkan mengemudi dengan menggunakan SIM dari negara lain dengan batas waktu maksimal 6 bulan. Karena SIM dari Illinois ini diakui oleh negara Jerman, aku tidak perlu mengikuti ujian teori maupun praktek lagi ketika mengajukan SIM Jerman. Cukup mengajukan permohonan penggantian SIM dengan melampirkan dokumen yang diperlukan, termasuk menyerahkan SIM, dan biaya sebesar €35,-

Setelah menunggu sekitar 2 bulan, aku mendapat surat pemberitahuan bahwa SIM Jermanku siap untuk diambil.

SIM02

Tü-De, musim semi yang dingin 2013

 

88 Comments to "Jalan Panjang Mengejar Surat Ijin Mengemudi"

  1. Dj. 813  19 June, 2013 at 19:15

    Hahahahahaha… Dj. mah bukan guru, mana bisa ngajari….
    Hanya kasi tahu yang Dj. tahu saja.
    Salam manis dari Mainz yang sedang kepanasan.

  2. elnino  19 June, 2013 at 18:47

    Wah, makasih pelajaran bahasa Jermannya om Dj
    Lain kali boleh ajarin kata2 yang lain, nanti lama2 banyak juga kata2 yg dimengerti.

  3. Dj. 813  19 June, 2013 at 18:06

    elnino Says:
    June 19th, 2013 at 08:41

    Om Dj, feeling saya, Matahari itu wanita, dari style nulisnya, hehe… Baru tahu saya kalo matahari itu ‘bentuknya’ betina. Bukannya matahari kesannya lebih maskulin ya, dan bulan lebih feminin karena sinarnya lebih lembut, hehe…
    ———————————————————-

    Mbak Ellnino….
    Pertama minta maaf, yang suka mijit itu bu Ratna ya bukan Elnino… maaf…!!!

    Nah soal bahasa itu lah keunikannya…
    Matahari malah jadi Feminin dan bulan jadi Maskulin.
    Bumi juga Feminin.

    Senangnya belajar bahasa Jerman, mirip bhs Jjawa, ada kromo ( halus ) dan ngoko ( kasar ).
    Tidak seperti bhs Inggris, seperti kata “YOU” ya untuk semua kamu, anda atau tuan sekalian tetap you.
    tapi bahasa Jerman ada “du” ( kowe ), ada “Sie” ( sampeyan ) dan ada “Ihr” ( panjenengan ), walau yang ketiga ( Ihr ) jarang dipakai. Hanyakata “ihr” dipakai sebagai kata ( Kalian ).

    Salam manis dari Mainz.

  4. Hennie Triana Oberst  19 June, 2013 at 16:52

    Lani boleh banget. Aku japri ya. Mau nyusul kami ke sini?

  5. Lani  19 June, 2013 at 09:13

    HENNIE : numpang tanya OOT……..kamu bilang lagi pesiar kesalah satu pulau disekitar Jerman, itu pulau milik Jerman? Trs namanya apa? Lokasinya dimana……..hehehe ini cm mewakili si RG……….boleh tau ya…….trims

  6. elnino  19 June, 2013 at 08:41

    Om Dj, feeling saya, Matahari itu wanita, dari style nulisnya, hehe… Baru tahu saya kalo matahari itu ‘bentuknya’ betina. Bukannya matahari kesannya lebih maskulin ya, dan bulan lebih feminin karena sinarnya lebih lembut, hehe…

  7. Dj. 813  19 June, 2013 at 03:12

    elnino Says:
    June 17th, 2013 at 18:17

    Matahari, coba tanya om Dj, saya cowok atau cewek, kami sudah pernah ketemuan soalnya

    Kalo dibilang memperhatikan secara khusus sih, tidak. Tapi baltyra ini kan ibarat buku terbuka, jadi kalo ada orang baru yg lumayan aktif komen, ya lama2 akan menarik perhatian juga. Dulu awal2 muncul, komen Matahari masih agak2 formal n kritis meskipun ada benarnya juga. Makanya sempat ngira, dirimu itu satu jurusan sama itsmi yg bertindak sebagai oposan, hehe..

    Tapi makin ke sini, apalagi setelah intens ngobrol sama om Dj, baru ketauan kalo Matahari ini kocak n ngocol juga. Banyak kata2nya yg bikin ketawa ngakak

    Btw, aku jadi pengen nih baca tulisanmu. Kapan2 nulis artikel dong, Matahari. Yakin deh, dirimu itu well educated, banyak pengalaman n cerita menarik yg bermanfaat yg bisa dibagi untuk pembaca baltyra. Setuju gak Hennie? Benar ya, ditunggu nih artikelmu… Makasih banyak ya sebelumnya
    —————————————————————————-

    Mbak Elnino…
    Benar, kita pernah bertemu ya, malah di Hotel…
    tapi bukan Dj. panggil untuk mpijet kan…???
    Hahahahahahahaha….!!!
    Karena Elnino kan hanya mijet pak Handoko saja.

    Sedang ibu Matahari….???
    Nah ini, walau Dj. sapa dengan kata ibu, tapi apa mbak Elniino tau,
    apa beliau wanita atau laki….???
    Dj. sapa dengan ibu, karena di Jerman, kata matahari itu menunjuk ke “betina” ( Die Sonne )
    seperti kalau bulan itu bentuknya “jantan” ( Der Mond ).
    Olehnya Dj. sapa dengan “ibu”, karena matahari bentuknya “betina”

    Salam manis dari Mainz.

  8. Hennie Triana Oberst  19 June, 2013 at 02:54

    Aku setuju sekali Elnino, aku juga merasa Matahari punya banyak pengalaman yang bisa dibagi di sini lewat tulisannya. Yang seru, lucu, indah ataupun konyol.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.