Telan Agamamu

Kupret el Kazhiem

 

Untuk Ibu,
Masih lekat hardik Ayah di benak saatku tak mengaji
Masih mengendap ingatan rotan yang menghantam
Di ruang gelap dia mengunci sadarku tuk mengusir setan
Di atas sejadah dia benamkan wajahku tuk menyembah
Dia puja diri-Nya demi surga mahligai keegoisan

Mengapa kau mencintainya,
Takluk dalam kendali uangnya
Tunduk dalam adimanusia sosoknya
Sebagai utusan pengabar firman-Nya
Namun tingkahnya tak ubah wakil-Nya
Membuat kita tak berdaya

Mengapa kau menikahinya,
Yang terus berpindah mencari kebenaran
Yang melompat dari aliran ke aliran bak katak
Yang merasa bahagia dengan hidayah
Yang tak puas dengan beribu petuah
Yang memuliakan diri-Nya di atas prasangka

Untuk Ibu,
Lihatlah bibirku dijejali kebenarannya
Dengarlah stigma dan klaim kebanggaannya
Keangkuhan yang meruntuhkan kasihmu
Serapahnya murka di sela tangismu
Berkati aku demi pembangkangan ini

Aku pergi, Bu
Sekarang dan selamanya
Tiada lagi kredo dan dogma
Yang kutelan demi kepuasannya

 

07 Juni 2013

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Kupret el Kazhiem! Make yourself at home dan ditunggu artikel-artikel lainnya…

 

12 Comments to "Telan Agamamu"

  1. Handoko Widagdo  14 June, 2013 at 06:17

    Berhentilah pada satu titik dan nikmati. Dimanapun titik itu kau temukan.

  2. juwandi ahmad  14 June, 2013 at 02:45

    He he he he….saya kerap “rindu” dengan Itsmi. Sebab barangkali, dia menempuh jalan yang sesungguhnya saya ingin, tapi saya tidak memliki keberanian untuk melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.