[Xixi Diary Sang Superstar] Rangkaian Test

Masopu

 

Seperti apa yang dikatakan oleh dokter Widodo kemarin, hari ini Xixi akan melakukan medical check up untuk mencari penyakit apa yang sesungguhnya mendera dirinya beberapa waktu yang lalu. Dan karena janji itulah, Kini dirinya tengah bersiap untuk kembali mengunjungi dokter Widodo di rumah sakit Dr. Soetomo. Dengan masih ditemani oleh pembantunya yang setia, Xixi keluar dari apartemennya. Saat itulah sebuah taxi berhenti di depan pintu masuk apartemennya. Dari dalam taxi turun sesosok lelaki yang begitu dikenalnya.

“Mas Daniel!” pekik Xixi begitu lelaki yang turun dari taxi membalikkan badannya.

“Kamu mau kemana Xi?” tanya Daniel sambil melangkah mendekati dirinya. Tatap matanya terlihat sayu dan tak bercahaya. Wajahnya yang dulu terlihat cerah ceria kini terlihat kusut masai seperti mayat hidup.

“Aku mau ke rumah sakit Dr. Soetomo mas. Aku mau memastikan apakah penyakitku ini sesuai dengan vonis yang dokter katakan saat aku di rumah sakit.” jawab Xixi dengan suara sedikit bergetar. Matanya lekat menatap wajah lelaki di depannya penuh kerinduan. Meski dirinya hanya wanita simpanannya, tetapi dirinya begitu mencintai lelaki di depannya itu.

“Aku akan menemanimu ke sana Xi. Aku juga ingin memeriksakan diriku juga. Jangan-jangan aku juga terjangkit penyakit tersebut.” kata Daniel sambil memegang tangan Xixi.

“Mas gak capek?” tanya Xixi.

“Aku tidak capek Xi. Ayo kita berangkat sekarang saja.” kata Daniel me,beri isyarat ke Xixi. Sebelum berangkat dia meminta pembantunya untuk mengambilkan kunci Lamborghini merahnya Xixi. Pembantunya tersebut masuk ke rumah sambil membawa tas baju yang dibawa Daniel dari Jakarta. Setelah kunci mobil berada di tangannya, Daniel dan Xixi segera berangkat menuju rumah sakit berdua.

Hanya dalam waktu yang singkat, akhirnya mereka tiba di rumah sakit yang dituju. Setelah memarkir mobilnya di areal parkir, Xixi dan Daniel segera menuju ke ruang praktek dokter Widodo. Beriringan mereka berjalan ke sana. Tak ada kecanggungan sama sekali pada cara Daniel berjalan sambil menggenggam tangan kanan Xixi dengan erat, seperti sejoli yang dimabuk asmara.

“Selamat pagi Dok.” sapa Xixi ketika tiba di ruang dokter Widodo.

“Selamat pagi mbak.” jawab Dokter Widodo sambil mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di kursi yang tersedia di depan meja dokter Widodo. Xixi segera memperkenalkan Daniel sama dokter Widodo. Diceritakannya jika Daniel adalah suaminya. Dan kedatangannya untuk ikut memeriksakan dirinya, adakah juga terpapar oleh virus yang didiagnosa mendekam dalam dirinya. Dr. Widodo mendengarkan dengan seksama. Sesekali dia menanyakan sesuatu yang penting untuk mereka berdua. Setelah semua cerita dirasa cukup, segera proses pemeriksaan untuk mereka dimulai.

medical check up

medical test

Secara bergantian mereka berdua menjalani serangkain test medis yang dibutuhkan. Mulai dari test darah, test air seni serta faeces mereka adalah sebagian dari test yang mereka jalani, selain test-test lain yang sudah menanti mereka berdua. Dr. Widodo dengan ditemani oleh beberapa orang staffnya melakukan serangkain test yang dibutuhkan. Hampir 4 jam lamanya mereka berdua menjalani test secara bergantian. Saat test berakhir matahari telah mulai condong ke arah barat.

“Mbak Xixi dan pak Daniel, semua rangkain test yang dibutuhkan telah dilakukan. Sekarang kami akan menganalisa semua hasil test tersebut. Karena dibutuhkan waktu yang lama, anda berdua bisa pulang terlebih dahulu. Insya Allah besok sore hasil test anda berdua sudah bisa anda ambil.” kata Dokter Widodo ketika serangkaian test yang dilakukan berakhir.

“Kenapa harus besok dok?” tanya Xixi.

“Kami saat ini perlu waktu untuk menganalisa semua hasil test hari ini mbak. Dan itu butuh waktu. Kami tak ingin terjadi kesalahan dalam menganalisa rangakain test tersebut. Jika sampai kami salah menganalisa selain merugikan anda, kesalahan tersebut juga bisa merusak kredibilitas saya dan instansi tempat saya bernaung mbak.” jawab Dokter Widodo menjelaskan keputusannya untuk memberitahukan hasil test tersebut esok sore.

“Baiklah kalau itu memang yang terbaik dok. Semoga besok kami sudah bisa mengetahui hasil medical kami dok.” harap Xixi.

“Insya Allah mbak. Terima kasih atas pengertiannya. Saya usahakan besok analisan untuk medical anda berdua sudah bisa dilihat.” jawab Dokter Widodo.

“Baiklah kalau begitu kami mohon diri dulu dok.” kawa Xixi sambil menyalami Dokter Widodo. Daniel pun segera mengikuti langkah Xixi bersalaman dengan Dokter Widodo. Kemudian mereka berdua segera meninggalkan rumah sakit Dokter Soetomo.

Selepas mereka berdua pergi, Dokter Widodo dan sejumlah staffnya memilih istirahat terlebih dahulu. Setelah waktu istirahat yang mereka gunakan untuk makan dan sholat dhuhur dirasa cukup, mereka kembali ke ruang praktek. Masing-masing staff dokter Widodo segera memberikan sejumlah laporan hasil test yang dijalani oleh Xixi dan Daniel. Kemudian mereka melanjutkan dengan menganalisa semua hasil test tersebut.

Dokter Widodo terlihat sangat serius sekali memeriksa setiap data yang diperolehnya dari hasil serangkain test tersebut. Sesekali tampak kerutan menghias dahinya yang sedikit terlihat menghitam di kedua sisinya. Dari dua tanda hitam di dahinya tersebut, terlihat jika dokter Widodo termasuk orang yang taat. Apalagi saat orang melihat wajahnya yang begitu bercahaya dan berwibawa.

Dokter Widodo terus menganalisa semua data yang telah diberi label nama masing-masing. Yang pertama kali dianalisa adalah hasil test yang Xixi lakukan. Berkali-kali lembar-lembar berkas tersebut dibukanya secara bergantian. Di sela-sela menganalisa hasil test tersebut, tampak kepala dokter Widodo bergoyang-goyang seakan tak percaya melihat hasil test tersebut.

Selesai menganalisa data-data hasil lab Xixi, Dokter Widodo segera melanjutkannya dengan memeriksa hasil test Daniel. Kembali terlihat gelengan kepala pelan dari sang Dokter. Gelengan-gelengan kepala penanda ketidakpercayaan akan apa yang dilihatnya dari hasil analisa kondisi kesehatan Daniel. Setelah cukup lama menganalisa berkas-berkas hasil lab Daniel, Dokter Widodo menutup berkas-berkas tersebut. Matanya melihat sebentar ke arah jarum jam dinding yang sudah menunjuk angka 5. Dimasukkannya kedua kumpulan berkas tersebut ke laci meja kerjanya. Segera dia melangkah keluar dari ruang prakteknya tersebut.

 

Denpasar, 03122011.0404

 

9 Comments to "[Xixi Diary Sang Superstar] Rangkaian Test"

  1. EA.Inakawa  22 June, 2013 at 18:49

    aduh, ini dokter geleng geleng, jangan jangan penyakit itu nggak ada obatttttt nya, celaka dua belas !

  2. Matahari  22 June, 2013 at 13:43

    Sepertinya jawaban hasil test ada di alinea awal : ““Kamu mau kemana Xi?” tanya Daniel sambil melangkah mendekati dirinya. Tatap matanya terlihat sayu dan tak bercahaya. Wajahnya yang dulu terlihat cerah ceria kini terlihat kusut masai seperti mayat hidup.”

  3. Linda Cheang  22 June, 2013 at 09:56

    ceritanya malah melambat.

  4. Alvina VB  22 June, 2013 at 08:54

    Lanjoet mas…….

  5. Matahari  22 June, 2013 at 03:54

    Hasil pemeriksaan..keduanya mengidap penyakit kutu buku dan dari hasil darah diperoleh hasil kalau mereka ternyata berdarah biru…Ini cerita kok gantung….tapi gelengan kepala dokter Widodo belum tentu karena hasil lab yang mengerikan…Ingat jam sudah jam 5 pagi..ada banyak nyamuk ..dan mungkin beberapa hinggap dikepala dokter dan dia terpaksa menggoyang goyangkan kepala daripada bejana pecah karena tangan menggaruk kepala….

  6. J C  21 June, 2013 at 18:46

    Waduh…bagaimana ini kelanjutannya…

  7. Dj. 813  21 June, 2013 at 16:19

    Bung Masopu…
    Terimakasih, ternyata Daniel bersih…..
    Salam,

  8. probo  21 June, 2013 at 12:56

    ikut deg-degan…

  9. Lani  21 June, 2013 at 09:03

    Satoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.