Mainzer Hauptbahnhof

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA . . .

Selamat Pagi… Siang dan Malam, di mana saja anda berada….Dj. harap anda semua ada dalam keadaan sehat dan bahagia….Oret-oretan ini Dj. tulis, saat mengingat tulisan mbak Kornelya, tentang Stasiun K.A. di New York. Juga tulisan bung Alfredo, saat menjemput atau mengantar Mastok di Stasiun Tugu Jogyakarta. Jujur, Dj. sedikit tergelitik membaca, soal KTP yang harus ditunjukkan saat membeli karcis K.A. di Loket Stasiun Tugu.

Karena tahun 2008, kami (Dj. dan Susi) dari Bandung, juga naik K.A. malam, karena ingin besok paginya sudah ada di Semarang. Olehnya kami pikir, selain hemat waktu, juga dengan K.A. kami rasa paling aman dan nyaman, tinggal tidur dan paginya sudah sampai. Dan saat itu (saat Dj. beli karcis di loket), tidak ada yang tanya KTP atau Passpor. Jadi hanya ditanya tujuan dan kemudian bayar, dapat karcis (ticket), selesai dan tidak ada embel-embelnya lagi….

Okay… karena sudah menyinggung soal Stasiun K.A….. Dj. ingin pamer Stasiun K.A. yang ada di Mainz. Stasiun K.A. di Mainz hanya kecil saja, kalau dibanding dengan di Berlin, Amsterdam, Paris, apa lagi…Singapura atau New York, atau kota besar yang lainnya, jelas… stasion K.A. di Mainz, ya tidak ada apa-apanya.

Apa lagi dengan Station K.A. di Beijing (China) yang Dj. baca di Kompas, yang begitu buesar, memiliki luas 32 Hektar dan di ruang tunggunya saja, dapat menampung 10.000 orang. Hebat…!!!

http://internasional.kompas.com/read/2013/05/29/1906000/China.Produksi.Massal.KA.Supercepat

Mainzer Hauptbahnhof01

Nah, photo di bawah ini adalah main Station di Mainz (Mainzer Hauptbahnhof), ini photo Dj. ambil bulan Maret lalu. Walau kecil dan kelihatan bangunan tua, tapi rapi dan bersih …

Mainzer Hauptbahnhof02

Kalau winter, maka akan kelihatan seperti di bawah ini, dimana-mana hanya salju dan Mastok tidak mungkin bisa beli karcis dengan nyeker di sana, bukan karena kartu penduduk, tapi karena kakinya akan beku…. hahahahahaha….!!!

Mainzer Hauptbahnhof03

Melewati pintu masuk dari depan, juga tidak ada yang jaga yang akan menanyakan apa anda punya karcis atau tidak. Anda juga bisa langsung masuk, melihat lorong kiri-kanan dan hanya terdapat toko buku, Cafe, Restaurant cepat saji dan kiosk.

Mainzer Hauptbahnhof04

Mainzer Hauptbahnhof05

Mainzer Hauptbahnhof06

Kemudian anda juga akan melihat ada tangga untuk naik ke atas dengan jalan kaki atau juga dengan escalator, untuk menuju ke jalur rel yang dituju, jadi semacam jembatan…Agar dari rel ke rel dibawah, orang tidak akan jalan kaki melangkahi (nyebrangi) rel.

Mainzer Hauptbahnhof07

Di tingkat 1, di sebelah kiri dan kanan, juga masih bisa dilihat banyak toko, cafe dan kiosk

Mainzer Hauptbahnhof08

Di tingkat 2 (atas) maka disana bisa dilihat jadwal K.A. yang akan berangkat di jalur (rel) yang sudah ditentukan.

Mainzer Hauptbahnhof09

Mainzer Hauptbahnhof10

Di papan juga bisa dilihat jadwal K.A. selama 24 jam, yang belum ada di Digital Board. Walau kemungkinan terlambat, ada juga.

Mainzer Hauptbahnhof11

Juga disediakan beberapa mesin automat untuk beli karcis, untuk jarak dekat. (seperti dari Mainz, ke Wiebaden atau ke Frankfurt dan sekitarnya). Jadi karcis untuk K.A. tidak selalu harus dibeli di loket, tapi bisa di mesin Automat. Kecuali kalau anda dari Mainz, akan ke Amsterdam, Paris, London, Rom, atau ketempat yang lainnya. Maka bisa beli di loket dan itupun anda tidak tidak ditanya KTP atau Passpor. Nah di dalam ruangan melalui pintu kaca, juga bisa beli karcis, ada tertulis “Reiseznetrum = Pusat perjalanan”

Mainzer Hauptbahnhof12

Nah, sebelum masuk ke sana, Dj. ke bahagian “Informasi terlebih dahulu. Pura-pura nanya, kereta yang akan ke Londong berikutnya, jam berapa…???

Mainzer Hauptbahnhof13

Setelah mendapat informasi, maka Dj. masuk ke dalam, untuk beli ticketnya, atau hanya mau nanya berapa harga ticket ke London.

Mainzer Hauptbahnhof14

Anda bisa ambil karcis untuk antri dan kalau di Monitor nomer anda jelas ada tertera, seperti yang Dj. cabut dari mesin, no. N 1400, maka Dj. bisa langsung menuju ke loket no. 7. Jadi tidak harus suk-suk an dengan orang lain, semua tetap santai.

Mainzer Hauptbahnhof15

Mainzer Hauptbahnhof16

Setiap orang harus tau, kalau keluar Negri (Eropa), paling dikit harus bawa KTP, untuk menjaga kalau ada apa-apa atau kalau di perbatasan bisa jadi diperiksa oleh polisi perbatasan.  Selain Automat untuk karcis, jelas juga ada A. T. M. di beberapa sudut. Bila anda kehabisan uang tunai, maka setiap saat bisa ambil uang di ATM

Mainzer Hauptbahnhof17

Juga banyak toko-toko kecil, beberapa cafe, kalau banyak waktu untuk menunggu K.A. yang akan datang. Anda bisa relax sekedar duduk-duduk di Cafe, jalan-jalan, makan siang di resto cepat saji, atau berbelanja oleh-oleh.

Mainzer Hauptbahnhof18

Mainzer Hauptbahnhof19

Untuk menuju ke jalur (rel) yang sudah ditentukan arah tujuan anda, maka anda bisa turun lagi, kalau sudah dapat pintunya. Contohnya pintu menuju jalur (rel), pintu 2 dan 2A atau 3 dan 3A. Jadi di atas adalah ruang, bila anda ingin pindah, dari Rel satu ke rel yang dituju, tanpa harus melangkahi rel itu sendiri.

Mainzer Hauptbahnhof20

Dan anda bisa menunggu K.A. yang akan membawa anda ke tempat tujuan di samping Rel, di belakang garis biru.

Mainzer Hauptbahnhof21

Bila anda bermaksud untuk perjalanan jauh dengan naik K.A. I.C.E. dan anda memesan tempat duduk. Maka untuk memudahkan gerbong di mana kursi anda berada, hanya melihat papan dan anda bisa tahu di mana anda harus berdiri menunggu. Anda bisa mencari di papan, nomor gerbong, maka anda juga bisa melihat di mana anda harus berdiri, di area A, B, C, D, atau E. Bila KA datang, maka dimana anda berdiri, sudah pasti gerbong di mana anda memesan tenpat duduk. Sehingga anda tidak perlu membuang waktu untuk mencarinya dari gerbong ke gerbong yang lain.

Mainzer Hauptbahnhof22

Bagi mereka yang merokok. Walau anda ada di luar, atau udara bebas dan tidak di dalam ruangan (gedung Stasiun), namun anda tidak diperkenankan untuk merokok di sembarang tempat. Karena seluruh area Stasiun, adalah bebas rokok. Hanya di tempat yang disediakan, maka disana anda boleh merokok.Sehingga sisa (puntung) rokok, tidak bertebaran di mana-mana.

Hanya di dalam kotak dengan garis kuning saja yang disediakan asbak tempat untuk sisa rokok. Di luar kotak (garis kuning), anda dilarang merokok, bila anda melanggar, maka akan diingatkan oleh orang lain, atau ada orang yang akan panggil polisi stasion, jadi tidak main-main, tapi anehnya semua orang mematuhinya.

Mainzer Hauptbahnhof23

Mainzer Hauptbahnhof24

Jadi untuk Mastok, atau mas Iwan dan perokok yang lainnya, hal ini bukan hal yang menyenangkan. Untuk ganti atau pindah K.A. Di bawah ini, anda bisa langsung lihat, papan petunjuk kearah rel (jalur), jalur 1, 4-8, 11 dan 13 . Anda yang akan pindah K.A. jadi tau. Dan bagi anda yang tidak meneruskan perjalanan, maka ini adalah bisa juga sebagai jalan keluar dari Stasiun. Jadi, kalau sudah biasa ikuti aturan, maka tidaklah sulit, hanya ikuti petunjuk saja, seperti kalau di Airport, saat akan naik pesawat.

Hanya tidak harus menunjukkan Ticket apalagi Passpor, kecuali nanti di dalam K.A. bila ada petugas yang akan memeriksa ticket anda. Di dalam K.A. jarang ada pemeriksaan karcis, tapi…Bila anda tidak memiliki ticket yang berlaku dan ada pemeriksaan, maka anda akan kena denda yang tidak sedikit, sekitar € 60,- Dan saat itu baru pemeriksa akan menanyakan KTP anda. Jadi soal ticket, hanya kesadaran sendiri, kalau untung, ya tidak ada pemeriksaan, kalau sial, maka akan kena denda.

Mainzer Hauptbahnhof25

Ini jalan, andai anda akan keluar. Dari sana anda akan kembali turun melalui banyak toko lagi, juga Apotheke.

Mainzer Hauptbahnhof26

Di luar, anda juga akan jumpai banyak cafe dan yang jualan makanan ringan.

Mainzer Hauptbahnhof27

Okay…Banyak sudah yang Dj. pamerkan, semoga anda belum ketiduran ya….Maaf bila oret-oretan ini membosankan…. Hahahahahaha…!!!

Sebagai penutup, ini ada Jokes yang sudah cukup tua yang jelas banyak yang pernah dengar. Seorang kakek (Veterant), bekas pejuang, seperti ayah Cak Doel, dia naik pesawat dari Surabaya akan ke Jogya. Dia langsung mengambil tempat duduk kelas 1, jelas oleh pramugari ditanya, apa boleh lihat karcisnya. Nah setelah dilihat, maka pramugari dengan sopan berkata, maaf… tempat duduk anda di belakang.

Maka si kakek marah, enak saja, kamu belum lahir, saya sudah berjuang untuk negara ini, sekarang hanya tempat duduk saja malah saya diusir ke belakang, TIDAK MAU . . . ! ! ! Saya ini penjuang, tau…???!!!

Sudah di jelaskan beberapa kali, tapi si kakek, tetap ngeyel dan tidak mau pindah, maka laporlah si pramugari kepada Captain Pilot. Maka Capt. Pilot berkata, soal kecil saja, kamu tidak bisa selesaikan, maka datang si Capt. Pilot ke kakek.

Maaf, boleh saya lihat karcisnya…??? Maka dengan bangga si kakek memperlihatkan karcisnya dan cerita, bahhwa dia seorang pejuang dan mau ke Jogya. Maka ia berkata kepada si kakek, Hebat…!!! Tapi mohon maaf ya pak, kan bapak akan ke Jogya, nah bapak salah ambil tempat duduk,

karena yang duduk di sini, akan terbang ke Ambon, apa bapak mau ke Ambon…??? Langsung si kakek berdiri sambil ngomel, dasar pelayan bodoh, bilang kek dari tadi, kalau yang ini akan ke Ambon…Hampir saja saya kesasar, terimakasih pak sopir… !!!

Hahahahahahahahaha….!!! (tertawa sendiri)

Semoga Berkah Gusti selalu menaungi kita semuanya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semuanya. Mohon maaf bila oret-oretan diatas, kurang berkenan.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

Mainzer Hauptbahnhof28

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

106 Comments to "Mainzer Hauptbahnhof"

  1. Dj. 813  1 July, 2013 at 20:37

    Mbak Elnino….
    Tidak jadi masalah, Dj. senang sekali baca komentar mbak Elnino…
    Kalau ilang, kasiih tahu Dj. nanti Dj. ganti ya…. hahahahahahha….!!!
    Salam manis dari Mainz.

  2. elnino  1 July, 2013 at 20:28

    Oh, ternyata komen saya gak hilang ya, hahaha… Gak ngecek lagi

  3. Dj. 813  1 July, 2013 at 13:29

    Mbak Elnino….
    Selamat Pagi dari Mainz….
    Mbak Elnino sudah kasih komentar tetang Stasiun ( Kom. Nr. 3 ).
    Jadi komentar mbak Elnino tidak hilang.
    Walau demikian, Dj. selalu senang diberi komentar lagi, yang jelas
    sapaan mbak Elnino selalu mennyenangkan. TERIMAKASIH . . . ! ! !

    Malah ditambah dengan komentar ttg. Sarah, memang dia semakin lucu.
    Yang menyenangkan kalau dia senyum, apalagi kalau tertawa.
    Opanya harus sibuk jadi badut didepan Sarah, maka dia akan tertawa, seolah sudah tahu.
    Kami ( Dj. dan Susi ), setiap akhir pekan Sarah, David dan kedua orang ruanya datang,
    membikin satu suasana kegembiraan tersendiri.
    Kadang sudah di tempat tidur, omanya masih bicara tentang Sarah, Susi selalu berkata,
    Sarah semakin besar dan semakin lucu. Apa yang kita bisa bikin untuknya.
    Dj. selalu jawab, e… sudah tengah malam tidur, kita beli sesuatu kalau sudah ditoko Baby dan
    bukan tengah malam ditempat tidur.
    Langsung saja Dj. kena cubit diperut… hahahahahahahaha….!!!

    Tidak berani janji untuk bikin oret-oretan ttg. Sarah, tapi siapa tahu nanti Dj. bikin, karena masih ada 5 oret-oretan
    yang sudah lama nunggu…. ( sok tahu ya )
    Salam manis dari Mainz dan cium sayang untuk Cempluk dan adiknya.
    Kalau dengar kata Cempluk, jjadi ingat keponakan Dj. di Semarang, namanya Novita, panggilannya Cempluk.
    Padahal orangnya langsing. Mungkin kecilnya dia cempluk….

  4. elnino  1 July, 2013 at 08:47

    Kemarin sudah komen, belum diposting tiba2 baltyra-nya resfreh, hilang deh komennya
    Stasiunnya rapi, bersih, sangat informatif sampai2 ada tanda di mana harus berdiri menunggu kereta, supaya pas dengan gerbong yang ada tempat duduk kita. Di Jakarta,belum ada pengaturan seperti itu. Jadi kalo kita bisa berdiri tepat di mana gerbong kita nantinya tiba, itu suatu keberuntungan besar. Seringnya sih harus lari2 karena ternyata salah tebak, karena urutan gerbong dibalik, dimulai dari angka besar dulu setelah lokomotif
    Yang sering dipraktekkan akhirnya pokoknya naik dulu, nanti di dalam kereta baru jalan menuju gerbong di mana tempat duduk kita berada….

    Aduuuh, Sarah makin menggemaskan ya? Kapan2 bikin tulisan dan foto2 Sarah yang banyak ya om Dj? Jangan nunggu Sarah ultah pertama ya, kelamaan

  5. Dj. 813  1 July, 2013 at 02:10

    Ibu Matahari…
    Selamat Malam dari Mainz…

    Itu Jacket kan Dj. cerita, radinya mau Dj. kembalikan ( gantung kembali ), tapi Susi bilang ambil saja.
    Nah ya, nurut istri tidak ada salahnya kan…???
    Jacket itu Winter Jacket, tebal yang mana luarnya kulit halus dan didalamnya Pelz dan harga aslinya diatas € 3000,-
    Hanya Dj. pakai 5X Winter, kemudian Dj. kasikan mertuanya Dewo ( Junior ), yang mana2005 dia juga pernah Dj. kasih mobil Ford Mondeo. Karena kalau dia ke Jerman, Dj. selalu titip bonsai dari Slowaakia yang harganya relativ murah. Jadi itu Jacket sudah tidak ada pada Dj., tapi sudah milik Besan kami.

    Mengenai Ticket, 2010 malah dapat murah, hanya € 870,- padahal bulan Juli, dengan MAS.
    Tapi 2012 sedikit agak mahal, tapi dengan Lufthanssa A 380 sampai Singapur.

    Benar, cucu kami si Sarah, sudah molai senyum, tertawa dan mencoba untuk mengeluarkan suara…
    Walau hanya wo….a… au… tapi benar-benar lucu dan menyenangkan.
    Kami lihat dia seminggu sekali akhir pekan, kecuali kalau Dewo dan istrinya sangat sibuk, maka Sarah
    diititipkan ke kami. satu hiburan yang sangat menyenangkan kami berdua.
    Kami s enang kalau akhir pekan, anak-anak datang, tapi juga senang, kalau mereka sudah pulang,
    rumah jadi tenang lagi… hahahahahahaha…!!!
    Salam manis dari Mainz dan selamat istirahat, serta mimpi yang indah ya.

  6. Matahari  1 July, 2013 at 01:30

    Pak Djoko..mahaaalll banget beli jacket sampai 1.350 euro…itu setara dengan Rp 18 juta…saya belum pernah pakai baju semahal itu…setengah dari harga itu juga belum pernah dan kalaupun bisa beli…sayang uangnya…karena sudah seharga ticket 1 orang dengan Singapore airline..disaat peak season ke Indonesia ( juli-agustus)..tapi orang beda beda…ada yang suka baju ada yang suka beli perhiasan.. Saya suka juga belanja baju tapi disaat sale…sisa uang saya simpan buat liburan ke Indonesia…atau buat hal lain…
    Pak Djoko terimakasih foto cucunya…sudah mulai besar dia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.