Mainzer Hauptbahnhof

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA . . .

Selamat Pagi… Siang dan Malam, di mana saja anda berada….Dj. harap anda semua ada dalam keadaan sehat dan bahagia….Oret-oretan ini Dj. tulis, saat mengingat tulisan mbak Kornelya, tentang Stasiun K.A. di New York. Juga tulisan bung Alfredo, saat menjemput atau mengantar Mastok di Stasiun Tugu Jogyakarta. Jujur, Dj. sedikit tergelitik membaca, soal KTP yang harus ditunjukkan saat membeli karcis K.A. di Loket Stasiun Tugu.

Karena tahun 2008, kami (Dj. dan Susi) dari Bandung, juga naik K.A. malam, karena ingin besok paginya sudah ada di Semarang. Olehnya kami pikir, selain hemat waktu, juga dengan K.A. kami rasa paling aman dan nyaman, tinggal tidur dan paginya sudah sampai. Dan saat itu (saat Dj. beli karcis di loket), tidak ada yang tanya KTP atau Passpor. Jadi hanya ditanya tujuan dan kemudian bayar, dapat karcis (ticket), selesai dan tidak ada embel-embelnya lagi….

Okay… karena sudah menyinggung soal Stasiun K.A….. Dj. ingin pamer Stasiun K.A. yang ada di Mainz. Stasiun K.A. di Mainz hanya kecil saja, kalau dibanding dengan di Berlin, Amsterdam, Paris, apa lagi…Singapura atau New York, atau kota besar yang lainnya, jelas… stasion K.A. di Mainz, ya tidak ada apa-apanya.

Apa lagi dengan Station K.A. di Beijing (China) yang Dj. baca di Kompas, yang begitu buesar, memiliki luas 32 Hektar dan di ruang tunggunya saja, dapat menampung 10.000 orang. Hebat…!!!

http://internasional.kompas.com/read/2013/05/29/1906000/China.Produksi.Massal.KA.Supercepat

Mainzer Hauptbahnhof01

Nah, photo di bawah ini adalah main Station di Mainz (Mainzer Hauptbahnhof), ini photo Dj. ambil bulan Maret lalu. Walau kecil dan kelihatan bangunan tua, tapi rapi dan bersih …

Mainzer Hauptbahnhof02

Kalau winter, maka akan kelihatan seperti di bawah ini, dimana-mana hanya salju dan Mastok tidak mungkin bisa beli karcis dengan nyeker di sana, bukan karena kartu penduduk, tapi karena kakinya akan beku…. hahahahahaha….!!!

Mainzer Hauptbahnhof03

Melewati pintu masuk dari depan, juga tidak ada yang jaga yang akan menanyakan apa anda punya karcis atau tidak. Anda juga bisa langsung masuk, melihat lorong kiri-kanan dan hanya terdapat toko buku, Cafe, Restaurant cepat saji dan kiosk.

Mainzer Hauptbahnhof04

Mainzer Hauptbahnhof05

Mainzer Hauptbahnhof06

Kemudian anda juga akan melihat ada tangga untuk naik ke atas dengan jalan kaki atau juga dengan escalator, untuk menuju ke jalur rel yang dituju, jadi semacam jembatan…Agar dari rel ke rel dibawah, orang tidak akan jalan kaki melangkahi (nyebrangi) rel.

Mainzer Hauptbahnhof07

Di tingkat 1, di sebelah kiri dan kanan, juga masih bisa dilihat banyak toko, cafe dan kiosk

Mainzer Hauptbahnhof08

Di tingkat 2 (atas) maka disana bisa dilihat jadwal K.A. yang akan berangkat di jalur (rel) yang sudah ditentukan.

Mainzer Hauptbahnhof09

Mainzer Hauptbahnhof10

Di papan juga bisa dilihat jadwal K.A. selama 24 jam, yang belum ada di Digital Board. Walau kemungkinan terlambat, ada juga.

Mainzer Hauptbahnhof11

Juga disediakan beberapa mesin automat untuk beli karcis, untuk jarak dekat. (seperti dari Mainz, ke Wiebaden atau ke Frankfurt dan sekitarnya). Jadi karcis untuk K.A. tidak selalu harus dibeli di loket, tapi bisa di mesin Automat. Kecuali kalau anda dari Mainz, akan ke Amsterdam, Paris, London, Rom, atau ketempat yang lainnya. Maka bisa beli di loket dan itupun anda tidak tidak ditanya KTP atau Passpor. Nah di dalam ruangan melalui pintu kaca, juga bisa beli karcis, ada tertulis “Reiseznetrum = Pusat perjalanan”

Mainzer Hauptbahnhof12

Nah, sebelum masuk ke sana, Dj. ke bahagian “Informasi terlebih dahulu. Pura-pura nanya, kereta yang akan ke Londong berikutnya, jam berapa…???

Mainzer Hauptbahnhof13

Setelah mendapat informasi, maka Dj. masuk ke dalam, untuk beli ticketnya, atau hanya mau nanya berapa harga ticket ke London.

Mainzer Hauptbahnhof14

Anda bisa ambil karcis untuk antri dan kalau di Monitor nomer anda jelas ada tertera, seperti yang Dj. cabut dari mesin, no. N 1400, maka Dj. bisa langsung menuju ke loket no. 7. Jadi tidak harus suk-suk an dengan orang lain, semua tetap santai.

Mainzer Hauptbahnhof15

Mainzer Hauptbahnhof16

Setiap orang harus tau, kalau keluar Negri (Eropa), paling dikit harus bawa KTP, untuk menjaga kalau ada apa-apa atau kalau di perbatasan bisa jadi diperiksa oleh polisi perbatasan.  Selain Automat untuk karcis, jelas juga ada A. T. M. di beberapa sudut. Bila anda kehabisan uang tunai, maka setiap saat bisa ambil uang di ATM

Mainzer Hauptbahnhof17

Juga banyak toko-toko kecil, beberapa cafe, kalau banyak waktu untuk menunggu K.A. yang akan datang. Anda bisa relax sekedar duduk-duduk di Cafe, jalan-jalan, makan siang di resto cepat saji, atau berbelanja oleh-oleh.

Mainzer Hauptbahnhof18

Mainzer Hauptbahnhof19

Untuk menuju ke jalur (rel) yang sudah ditentukan arah tujuan anda, maka anda bisa turun lagi, kalau sudah dapat pintunya. Contohnya pintu menuju jalur (rel), pintu 2 dan 2A atau 3 dan 3A. Jadi di atas adalah ruang, bila anda ingin pindah, dari Rel satu ke rel yang dituju, tanpa harus melangkahi rel itu sendiri.

Mainzer Hauptbahnhof20

Dan anda bisa menunggu K.A. yang akan membawa anda ke tempat tujuan di samping Rel, di belakang garis biru.

Mainzer Hauptbahnhof21

Bila anda bermaksud untuk perjalanan jauh dengan naik K.A. I.C.E. dan anda memesan tempat duduk. Maka untuk memudahkan gerbong di mana kursi anda berada, hanya melihat papan dan anda bisa tahu di mana anda harus berdiri menunggu. Anda bisa mencari di papan, nomor gerbong, maka anda juga bisa melihat di mana anda harus berdiri, di area A, B, C, D, atau E. Bila KA datang, maka dimana anda berdiri, sudah pasti gerbong di mana anda memesan tenpat duduk. Sehingga anda tidak perlu membuang waktu untuk mencarinya dari gerbong ke gerbong yang lain.

Mainzer Hauptbahnhof22

Bagi mereka yang merokok. Walau anda ada di luar, atau udara bebas dan tidak di dalam ruangan (gedung Stasiun), namun anda tidak diperkenankan untuk merokok di sembarang tempat. Karena seluruh area Stasiun, adalah bebas rokok. Hanya di tempat yang disediakan, maka disana anda boleh merokok.Sehingga sisa (puntung) rokok, tidak bertebaran di mana-mana.

Hanya di dalam kotak dengan garis kuning saja yang disediakan asbak tempat untuk sisa rokok. Di luar kotak (garis kuning), anda dilarang merokok, bila anda melanggar, maka akan diingatkan oleh orang lain, atau ada orang yang akan panggil polisi stasion, jadi tidak main-main, tapi anehnya semua orang mematuhinya.

Mainzer Hauptbahnhof23

Mainzer Hauptbahnhof24

Jadi untuk Mastok, atau mas Iwan dan perokok yang lainnya, hal ini bukan hal yang menyenangkan. Untuk ganti atau pindah K.A. Di bawah ini, anda bisa langsung lihat, papan petunjuk kearah rel (jalur), jalur 1, 4-8, 11 dan 13 . Anda yang akan pindah K.A. jadi tau. Dan bagi anda yang tidak meneruskan perjalanan, maka ini adalah bisa juga sebagai jalan keluar dari Stasiun. Jadi, kalau sudah biasa ikuti aturan, maka tidaklah sulit, hanya ikuti petunjuk saja, seperti kalau di Airport, saat akan naik pesawat.

Hanya tidak harus menunjukkan Ticket apalagi Passpor, kecuali nanti di dalam K.A. bila ada petugas yang akan memeriksa ticket anda. Di dalam K.A. jarang ada pemeriksaan karcis, tapi…Bila anda tidak memiliki ticket yang berlaku dan ada pemeriksaan, maka anda akan kena denda yang tidak sedikit, sekitar € 60,- Dan saat itu baru pemeriksa akan menanyakan KTP anda. Jadi soal ticket, hanya kesadaran sendiri, kalau untung, ya tidak ada pemeriksaan, kalau sial, maka akan kena denda.

Mainzer Hauptbahnhof25

Ini jalan, andai anda akan keluar. Dari sana anda akan kembali turun melalui banyak toko lagi, juga Apotheke.

Mainzer Hauptbahnhof26

Di luar, anda juga akan jumpai banyak cafe dan yang jualan makanan ringan.

Mainzer Hauptbahnhof27

Okay…Banyak sudah yang Dj. pamerkan, semoga anda belum ketiduran ya….Maaf bila oret-oretan ini membosankan…. Hahahahahaha…!!!

Sebagai penutup, ini ada Jokes yang sudah cukup tua yang jelas banyak yang pernah dengar. Seorang kakek (Veterant), bekas pejuang, seperti ayah Cak Doel, dia naik pesawat dari Surabaya akan ke Jogya. Dia langsung mengambil tempat duduk kelas 1, jelas oleh pramugari ditanya, apa boleh lihat karcisnya. Nah setelah dilihat, maka pramugari dengan sopan berkata, maaf… tempat duduk anda di belakang.

Maka si kakek marah, enak saja, kamu belum lahir, saya sudah berjuang untuk negara ini, sekarang hanya tempat duduk saja malah saya diusir ke belakang, TIDAK MAU . . . ! ! ! Saya ini penjuang, tau…???!!!

Sudah di jelaskan beberapa kali, tapi si kakek, tetap ngeyel dan tidak mau pindah, maka laporlah si pramugari kepada Captain Pilot. Maka Capt. Pilot berkata, soal kecil saja, kamu tidak bisa selesaikan, maka datang si Capt. Pilot ke kakek.

Maaf, boleh saya lihat karcisnya…??? Maka dengan bangga si kakek memperlihatkan karcisnya dan cerita, bahhwa dia seorang pejuang dan mau ke Jogya. Maka ia berkata kepada si kakek, Hebat…!!! Tapi mohon maaf ya pak, kan bapak akan ke Jogya, nah bapak salah ambil tempat duduk,

karena yang duduk di sini, akan terbang ke Ambon, apa bapak mau ke Ambon…??? Langsung si kakek berdiri sambil ngomel, dasar pelayan bodoh, bilang kek dari tadi, kalau yang ini akan ke Ambon…Hampir saja saya kesasar, terimakasih pak sopir… !!!

Hahahahahahahahaha….!!! (tertawa sendiri)

Semoga Berkah Gusti selalu menaungi kita semuanya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semuanya. Mohon maaf bila oret-oretan diatas, kurang berkenan.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

Mainzer Hauptbahnhof28

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

106 Comments to "Mainzer Hauptbahnhof"

  1. Dj. 813  30 June, 2013 at 18:59

    INi Dj. bersama cucu sarah.

  2. Dj. 813  30 June, 2013 at 18:48

    Ibu Matahari…
    Selamat Siang dari Mainz….
    Barusan anak-anak pulang, kami dari sejak sarapan, sepertibiasa, ngumpul makan bersama.
    Hari ini semakin bahagia, karena cucu Sarah sudah molai ngoceh.
    Dj. ajak bicara apa saja, kadang dia tertawa,sapai oma dan orang tuanya berkata.
    Itu lihat opa Indonesia, walau Sarah belu ngerti, tapi opanya cerewet… hahahahahahaha….!!!
    Lain dengan cucu yang pertama ( si David, kaka Sarah ), dulu, kalau Dj. gendong, llangsung tidur.
    Nah ya, satu kebahagiaan tersendiri, berkumpul dengan keluarga ( anak cucu ), Dj.bangga, karena mereka,
    walau sudah tinggal sendiri,masih setiap akhir pekan datang, sekedar sarapan bersama dan ngobrol.
    Terutama dengan anak pertama (Dewo) dan si ragil, dimana kami kertiga hobby jepret dengan kamera.
    Jadi bisa saling tukar pengalaman.

    Mengenai Jacket, memang Dj. suka beli ( dibeliin ) .
    Tapi juga sering Dj. hadiahkan ke saudara, adik, kalau mudik.
    Kadang juga stuudent, kalau winter main ke rumah, mereka hanya pakai jacket tipis, tidak tega melihatnya.
    Jadi Pulang Dj. kasi Jacket, agar tidak kedinginan.
    Tapi pernah juga aneh, karena Jacket yang tebal hanya 2 potong, Dj. pinjamkan ke anak student, e…tidak dkembalikan… hahahahahahahaha….!!! Rupanya dia kesenengan, tapi ya sudah direlakan saja.

    Nah ya, soalharga memang relativ.
    Kalau yang bermerek, mau cari dibawah € 100,- Dj. rasa tidak ada.
    Tapi pernah juga kaget, karena saat coba, Dj. lihat harganya sekitar €350,-
    Dj. langsung bawa ke kassir, taunya angka 1 nya tidak kebaca oleh Dj. jadi harganya € 1350,-
    Sudah akan Dj. kembalikan, tapi Susi bilang, kapan lagi kamu pakai Jacket mahal….
    Puji TUHAN….!!!
    Kalau Susi tidak bilang demikian, jelas Dj. kembalikan di gantungan…. hahahahahahaha….!!!

    Juga kemarin sekalian awasi anak Dj. yang perempuan, karena kalau dia belanja sendiri, bisa habis
    uang gajihnya.
    Walau sebagai guru, dia cukup bagus gajihnya, tapi namanya anak perempuan, kalau lihat pakaian bagus….
    Karena dia sekarang sudah langsing, banyak baju yang cocok dan kelihatan memang bagus.
    Tapi seperti kemarin, 1 jacket kulit ( di toko GBT ) atau apa, harga € 450,-
    Untung dia tanya Susi dan susi bilang, untuk kamu sekarang, itu terlalu mahal.
    Syukur dia nurut, bahkan saat coba jacket ala “Rocker”, kami semua dibikin tertawa…
    Karena cocok dengan potongan rambutnya, yang ala Punk.
    Tapi Susi segera potong, kalau kamu ngajar dengan demikian, langsung kamu dipanggil direktormu.
    Adiknya membela, mama yang penting bukan penampilannya, tapi kwalitasnya.
    Dengan demikian, mungkin dia akan lebih dekat dengan murid-muridnya.
    Tapi Dj. langsung potong, ingat, kamu baru beberapa tahun ngajar, nanti kalau sudah lama,ya maumu.

    Nah ya, namanya anak, walau sudah umur 32 tahun, tetap anak dan syukur mereka masih nurut.

    Nah ini, foto saat dia coba jacket yang panyak knop dari metal yang runcing.
    Dia malah sempat berkata, pas banget dan nyaman dipakai…
    Dalam hati Dj. ini anak mau saníngan dengan mbak MUR…. hahahahahahahaha….!!!

  3. Matahari  30 June, 2013 at 17:14

    Pak Djoko..terimakasih foto serta cerita shoppingnya…pak Djoko suka koleksi jacket ya…tapi di negara yang bisa 7 bulan dalam setahun udara dingin…memang jacket sangat penting…karena itu banyak orang punya banyak jackets…Jacket Camp david walau sudah di discount…tetap juga mahal…walau mahal itu relatif….Untuk orang orang tua di Eropa baju harga 100 – 200 euro tidak mahal( tentu tidak untuk semua orang ) karena umumnya rumah sudah lunas…sudah dapat pensiun serta ini itu….hidup hanya untuk bersenang senang …terlalu banyak tabungan juga banyak tax tahunan…atau justru membuat para anak ribut karena warisan he he he..ini juga banyak terjadi… …di Eropa anak anak remaja umumnya beli baju harga biasa…12 euro-24 euro…mereka tidak dapat uang saku banyak dari orang tua..lagipula baju setahun- dua tahun dipakai sudah ketinggalan mode …tapi untuk sepatu…umumnya mereka pakai sepatu bagus dan mahal dan dipakai bertahun tahun..

  4. Dj. 813  30 June, 2013 at 05:01

    Maaf lupa mau pamer foto di LOOP.

  5. Dj. 813  30 June, 2013 at 05:00

    Matahari Says:
    June 30th, 2013 at 04:29

    Pak Djoko makanannya kelihatan enak…itu daging apa? Schweinefleisch (pork ) ..tulangnya gede sekali..Saat ini saya juga suka shopping karena banyak sale sampai 70%..bahkan 80%..saatnya beli baju baju mahal yang di sale…he he he termasuk sandal merk Reef yang disale 50%…saya belikan untuk suami…harga pertama 64 euro..dan dibagian bawah sandal ada lubang dan ada pengait…penjual tanya kesaya apa saya tau fungsinya…saya hanya menggeleng…dia ambil bir dan dia buka pakai sandal itu..ha ha ha ternyata bottle opener…bye
    ————————————————————–
    Ibu Matahari…
    Maaf ini sudah hampir tengah malam, baru jawab….

    Benar itu paha babi bagian bawah yang di panggang ( Schweinehaxe = Pork ).
    Makan dengan kentang goreng dan bawang goreng basah.
    Kebetulan si ragil juga ingin makan yang sama dengan Dj.
    Susi makan schnitzel dan dewi hanya makan salat.

    Benar, tadi juga banyak sale, samppai 70%.
    Susi belikan Dj. Jacket “Kamp David” yang pernah kami lihat, juga turun harganya.
    Dari € 179,- jadi € 139,-lumayan discone € 40,- dan di toko Camp David sendiri, malah harganya tidak turun.
    Kalau baju, Dj. sudah lebih dari cukup,malah masih ada yang belum dibka dari bungkusnya.
    Jacket juga sudah cukup banyak, tapi ini modelnya Dj. senang…. hahahahahaha… ( alasan )

    Ada sandal yang pakai pengait, untuk buuka botol ya…
    Dj. juga belum pernah lihat….
    Dj. paling tidak senang pakai sandal,kecuali didalam rumah ( Haus schuhe ).
    Atau kalau mau cepat buang sampah, ya paling cepat pakai sandal.
    Okay,sudah jam 24:00, tengah malam, kami juga akan istirahat dulu.
    Sampai besok lagi dan salam manis dari Mainz.

  6. Matahari  30 June, 2013 at 04:29

    Pak Djoko makanannya kelihatan enak…itu daging apa? Schweinefleisch (pork ) ..tulangnya gede sekali..Saat ini saya juga suka shopping karena banyak sale sampai 70%..bahkan 80%..saatnya beli baju baju mahal yang di sale…he he he termasuk sandal merk Reef yang disale 50%…saya belikan untuk suami…harga pertama 64 euro..dan dibagian bawah sandal ada lubang dan ada pengait…penjual tanya kesaya apa saya tau fungsinya…saya hanya menggeleng…dia ambil bir dan dia buka pakai sandal itu..ha ha ha ternyata bottle opener…bye

  7. Dj. 813  30 June, 2013 at 03:26

    Ibu Matahari….
    Selamat Malam dari Mainz…
    Mohon maaf, karena baru bisa balas,komentar ibu.
    Jam 21:120 tadi baru sampai rumah, karena kami belanja mingguan,
    sekalian Susi dan anak-anak ada yang di cari “LOOP”.
    Nah ya, tau sendiri, kalau wanita cari ppakaian, tapi masih mending, karena
    dari rumah sudah menasehati anak-anak, agar tidak banyak belanja, kalau harus
    banyak belanja, maka pakaaian yang sudah dianggap tua, harus rela di buang.
    Nah ya, tadi, masih bisa dibilang okay, bahkan Dj. juga kecipratan dapat sesuatu.
    Hahahahahahahahaha….

    Benar memang, Dj. memang kebanyakan hobby.
    Tapi sudah beberapa bulan ini,sedikit demi sedikit, melepaskan hobby yang berlebihan.
    Seperti hobby lari, sudah tidak lagi, tapi hanya jalan kaki saja.
    melukis juga sedang males dan yang masih ada ya Bonsai dan ikan di Aquarium.
    sedangkan bonsai, juga tidak seprti dulu, hanya yang benar-benar Dj. anggap baik, masih Dj. rawat.
    Yang lain, banyak yang diminta atau dibeli oleh teman.
    Dan sampai sekarang, Dj. belum punya hobby baca, yang Dj. baca setiap hari, hanya kompas.com ,
    Baltyra , dan e-Mail yang masuk, lain tidak. Kasihan ya…. hahahahahahaha….!!!

    Okay,mengenai lagu-lagupun, Dj. hanya kenal lagu-lagu gereja.
    Atau lagu dengan bhs. Jjawa yang dulu saat masih di Indonesia, sering dengar.
    Tapi lagu “TRY” dari Pink, jujur Dj. tidak kenal, tapi barusaja Dj. lihat dan dengar dari Google.
    Memang kata-kata cukup bagus.

    Dulu jamannya SMA yang dengar The Bee Gees, The Beatles, The Who, The Cat.
    nah kalau The Cat, malah pernaha nonton di gedung Asia Afrika di bandung.
    Kalau tidak salah akhir tahun ´60 an, mana duduk paling depan…

    Tapi memang dasar anak kampoeng, jadi saat remajapun, lebih senang main di kali,
    cari ular di kali Cikapundung ( Bandung ).
    Sejak remaja, kurang suka dengan dunia modern,lebih suka main di kampoeng.
    Tapi kalau terpaksa, bisa juga main dengan anak-anak babe, mau main tennis, main Golf.
    Tetangga Dj. di bandung dulu, mereka punya lapangan Tennis, jadi pertama jajdi Ballboy dul dan
    lama-lama boleh ikutan main.
    Sampai saat ikut kaka di Makassar di Lanud Hasanuddin, Dj. malah sering main bersama perwira AU.
    Karena kaka Dj. juga hobby main tennis.

    Nah ya, itu cerita jaman baheula.

    Tadi di LOOP, kami makan siang disana di Food-Court , nah ini foto makanan Dj.
    Salam manis dari Mainz.

  8. Matahari  29 June, 2013 at 19:16

    Kalau hobby..saya tidak punya hobby sebanyak pak Djoko yang bisa melukis…merawat bonsai…dll…Hobby saya mungkin bersih bersih rumah..(aneh ya)…kadang kadang baca tapi kisah kisah nyata yang gampang dicerna…juga hobby motret…dan hobby mendengar lagu walau suara cemplang….lagu kesenangan saya saat ini adalah…Try …dinyanyikan oleh Pink…saya bisa hanyut mendengarnya…diawal lagu saya masih diam…begitu bagian reff…Ini saya copy dibawah:

    Where there is desire
    There is gonna be a flame
    Where there is a flame
    Someone’s bound to get burned
    But just because it burns
    Doesn’t mean you’re gonna die

    You gotta get up and try and try and try
    You gotta get up and try and try and try
    You gotta get up and try and try and try

    Saya pun mulai teriak menyanyi..suami saya sampai kaget…dikira ada gendruwo nyasar…

  9. Dj. 813  29 June, 2013 at 17:09

    Ibu Matahari….
    Memang benar, banyak orang ( baik laki atau wanita ) yang tidak tahu diuntung.
    Hidup sudah semakin baik, malah semakin bertingkah, mau yang aneh-aneh.
    Itu orang yang tidak bisa berteimakasih, nasibnya sudah menjadi baik, tapi masih juga ingin yang lainnya.

    Lha seperti kenalan kami itu, karena dia dulunya penyanyi di Hotel.
    Mungkin semalaman menyanyi dan pagi sampai sore tidur…. hahahahahaha….!!!

    Jadi ingat sekitar 20 tahun yang lalu, tempat Dj. ngarit, masih dibagi 4 orang.
    Ada teman yang bertanya, bagaimana sofat wanita Asia…???
    Dj. balik tanya, apa ingin menikah dengan orang Asia, ya jelas ada macam-macam.
    Kemudian teman ke 3 ikut nyeletuk, tidak usah macam-macam, pertama mereka baik,
    nanti kalau sudah lama, mereka akan melunjak.
    Nah yang ke 4 berkata, itu kalau kamu salah pilih, dimana-mana ada yang jahat dan ada yang baik.

    Aneknya teman yang ke3 yang mengecam wanita Asia tidak baik, beberapa tahun kemudian menikah dengan orang Thailand. Kami semua tertawa… Hahahahahahaha……..

    Tapi sampai sekarang, mereka masih hidup rukun.

    Ibu Matahari…
    Demikian juga dengan wanita Eropa, ada yang baik dan ada yang urakan.
    Mmenurut Dj. kalau pasangan bisa saling mendukung, merawat dan mengerti,
    maka Dj. rasa, dengan berjalannya waktu, akan menjadi baik.
    susi dulu juga tidak bisa masak, tapi dia mau belajar, saat mudik bersama alm. ibu Dj.
    Dan kadang bersama kaka-kaka Dj.
    tapi dia juga sampai sekarang tidak bisa masak masakan Jerman.
    karena dari awal, sampai sekarang hanya masak, masakan Indonesia.
    Dia juga tidak punya teman, kecuali teman kerja di Kinder Garten.
    Itupun baru 2 – 3 X mau ikutan mereka, kalau akhir tahun, makan bersama di Restaurant.
    Dj. selalu katakan, kamu harus ikut, karena itu baik untuk persahabatab kalian.
    Dia jawab, setiap hari ketemu 8 jam suudah lebih dari cukup.
    Kadang Dj. tanya, kamu dulu kan punya teman sekolah, apa tidak ingin bertemu…???
    Dia jawab, tidak. ya sudah…

    Pernah ada teman pendeta yang bertanya, apa hobby mu.
    Susi jawab dengan tenang, keluarga, merawat keluarga.
    Pendetanya masih nanya lagi, mungkin oleh raga, berenang, atau hobby yang lain…???
    Dia jawab, Djoko sudah banyak hobby, sudah cukup untuk kami berdua…

    Tapi memang kenyataaan demikian, Susi tidak punya teman dan tidak punya hobby.
    Kecuali baca dan itu dia baca , malam sebelum tidur, kadang sampai jam 3:00

    Okay…
    Sudah banyak cerita, sekarang kami akan makan siang dulu ya…
    Salam manis dari Mainz.

  10. Matahari  29 June, 2013 at 16:08

    Tentu saja pak ada banyak wanita Indonesia yang sangat care ke suami suami…mau itu bule atau pria Indonesia…tapi sayangnya ada juga yang langsung lupa diri…bahkan lebih eropa dari orang Eropa sendiri…itu sudah bakat yang dia bawa yang keluar disaat kesempatan ada taunya malah merugikan diri sendiri..Beberapa tahun belakangan saya mulai menjaga jarak dengan beberapa teman yang kasar…saya hanya berteman dengan orang yang saya anggap cocok …karena saya takut akan ketularan dan ikut maki maki suami karena kalau kita terbiasa mendengar orang yang bicara kasar… kita jadi terbiasa dan tidak lagi merasa itu kasar..Karena itu kalau saya di sms atau di telfon untuk ngumpul…saya selalu cari alasan dan mereka mengerti karena saya sejak awal tidak begitu suka terlalu lama diluar rumah…kalau sudah ngunpul 2 jam langsung lihat jam tangan dan pulang…
    Kenalan bapak yang menikah dengan billioner itu harusnya tau diri…sudah dapat kehidupan senang….dibanding hidup dia sebelumnya….kenapa dia tidak bisa mamasak? Saya juga awalnya tidak bisa memasak…sejak melihat dunia ada pembantu…ada supir keluarga….tapi kalau di Eropa setiap hari beli makan siap…tidak ada enaknya…dan juga bosan nothing to do apalagi awal awal saya belum punya kegiatan…segera saya beli buku resep makanan asia…menterjemahkan kata kata yang saya saat itu belum mengerti dan diawal awal tahun saya mengeluarkan banyak sekali biaya karena belum tau mengatur semua resep dan bumbu…banyak yang terbuang percuma..kalau suami makan…saya perhatikan mimik wajahnya…kadang seperti makan buah simalakama hahaha saking makanan saya amburadul kelas kakap……kadang mimiknya senang…lantas saya tau kalao makanan ini itu dia suka dan ini itu tidak suka…tapi dia tidak pernah bilang tidak enak..semua buat dia enak walau saya tau dia kadang berbohong…ha ha…saya juga belajar makanan eropa dari ipar ipar..Di Eropa hanya orang orang yang sangat kaya yang bisa makan di restaurant 4-5 x seminggu….dan juga orang Eropa tidak suka buang buang duit hanya untuk makan….mereka lebih suka duit itu untuk hal lain…dan kalaupun makan diluar…ya karena ada hari khusus…seperti ultah…hari pernikahan…dll.atau karena kebetulan lagi malas aja masak..Saya juga begitu…makan diluar mungkin hanya sekali seminggu…karena saya sering malas masak juga hahahahah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.