Kesaksian Achadi (3)

Roso Daras

 

Suasana politik sangat tegang, tidak menentu, hampir-hampir jalannya pemerintahan limbung. Bung Karno, menurut kesaksian Achadi, dengan penuh keprihatinan tetap terus berjuang mencegah pertumpahan darah dan perpecahan bangsa. Salah satu langkah yang dia tempuh adalah merombak kabinet menjadi Kabinet Ampera yang kemudian menunjung Jenderal Soeharto sebagai ketua presidium. Para menteri yang diangkat pun menampung aspirasi atau tepatnya desakan politik yang ada ketika itu.

bung-karno-pidato

Dalam pidatonya tanggal 17 Agustus 1966 dengan judul “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”, dan naskah pidatonya masih ada hingga kini, Bung Karno menyatakan berkali-kali bahwa SP 11 Maret 1966 bukanlah “transfer of authority”, melainkan suatu perintah penugasan dari Presiden Sukarno kepada Jenderal Soeharto.

Ternyata perkembangan selanjutnya adalah bahwa dalam periode Kabinet Ampera dengan ketua presidium Soeharto, dikeluarkan kebijakan sebagai berikut:

a. UU No 7 tahun 1966 tentang Penyelesaian Masalah Utang-Piutang antara Pemerintah Indonesia dengan Belanda.

b. UU No. 8 tahun 1966 tentang Pendaftaran sebagai Anggota Asian Development Bank (ADB)

c. UU No. 9 tahun 1966 tentang Pendaftaran Kembali Indonesia sebagai Anggota Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

d. UU No 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) mencabut UU No 16 tahun 1965 (bulan Agustus tentang penanaman modal asing). Bung Karno menolak segala bentuk keterlibatan modal asing di Indonesia, sementara Soeharto menggantinya dengan UU No 1 tahun 1967 tersebut, sehingga modal asing pun berduyun-duyun masuk dan menguasai perekonomian Indonesia. Hingga sekarang.

(roso daras/bersambung)

 

Bisa juga dibaca di: http://rosodaras.wordpress.com/2013/05/01/kesaksian-achadi-bagian-3/

 

5 Comments to "Kesaksian Achadi (3)"

  1. J C  2 July, 2013 at 06:19

    Semakin jelas kiprah, polah dan sepak terjang Soeharto di masa-masa itu…

  2. probo  30 June, 2013 at 18:48

    ngenes….

  3. Dj. 813  30 June, 2013 at 14:34

    Mungkin Soeharto salah mengerti…???
    Salam,

  4. James  30 June, 2013 at 10:03

    Indonesia dibangun oleh Bung Karno, Bhinneka Tunggak Ika dan agar Tidak Terjadi Perang Saudara dan Perpecahan, ternyata memberi wewenang kepada Wrong Person On The Wrong Place, dihancurkan oleh Rezim Soeharto dalam segala bidang berantakan, Korupsi, Perang Suku, Bentrokan Warga, Perpecahan Sesama Aparat, Ekonomi yang Kacau dll…dll…seperti sekarang ini, kemanakah Indonesia akan Hari Depannya ??? MADESU = Masa Depan Suram

  5. Lani  30 June, 2013 at 08:38

    satoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.