Olimpiade Taman Baca Anak (OTBA) 2013 – Anak Indonesia Berpetualang

Ratman Aspari

 

MENINGKATKAN – Minat baca anak dapat dilakukan dengan berbagai cara. Antara lain lewat petualangan kreativitas yang membuat mereka ingin lebih banyak mencari tahu dari berbagai bacaan. Oleh karena itu, Jaringan Relawan dan Pengelola Taman Bacaan Anak, 1001 buku, didukung PT. Sarihusada Generasi Mahardhika, kembali menggelar Olimpiade Taman Baca Anak (OTBA) di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (23/6).

olimpiade-taman-bacaan (1)

olimpiade-taman-bacaan (2)

olimpiade-taman-bacaan (3)

Kegiatan ini diikuti 390 anak dari 39 taman baca anak (TBA) non-profit se-Jabodetabek, serta didukung sekitar 200 relawan sehari yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan para pegawai kantoran dari berbagai latar belakang. Dengan tema “Bertualang untuk Masa Depan,” dalam OTBA 2013 dipertandingkan tiga lomba: Lomba Maraton Menemukan ‘Harta Karun,’ Lomba Merakit Mainan dari Bahan Bekas, dan Lomba Drama.

“Yang berbeda dari OTBA tahun ini adalah pengalaman bertualang bagi anak-anak. Treasure hunt books. Mereka akan berkompetisi dari pos ke pos, di mana pengetahuan mereka akan tentang Indonesia dan pengetahuan umum serta gizi akan diuji. Tujuan akhirnya adalah harta karun yang tak lain adalah buku yang bisa mereka bawa pulang,” ungkap Dwi Andayani, Ketua Yayasan 1001 buku.

Head of Corporate Affairs Sarihusada, Arif Mujahidin, mengatakan, sebagai perusahaan yang peduli terhadap perkembangan gizi anak Indonesia, Sarihusada memiliki kegiatan sosial yang memfokuskan pada edukasi gizi dengan program ‘Ayo Melek Gizi’. Program ini bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan dan lembaga swadaya masyarakat.

olimpiade-taman-bacaan (5)

olimpiade-taman-bacaan (6)

olimpiade-taman-bacaan (7)

“Tahun ini merupakan tahun kedua keikutsertaan Sarihusada sebagai pendukung acara OTBA. Pada kegiatan ini, kami memasukan edukasi ‘Ayo Melek Gizi’ pada permainan yang digelar. Diharapkan kegiatan ini bisa memberikan pengalaman petualangan cerdas serta meningkatkan pengetahuan mengenai gizi dengan cara yang menyenangkan kepada anak-anak,” ujar Arif.

Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana OTBA 2013, Zaliansyah Fitriadi, satu lagi yang berbeda dari OTBA kali ini, adalah kehadiran masyarakat umum, termasuk beberapa komunitas yang meramaikan acara. “Kami mengundang masyarakat untuk berbagi dengan berdonasi buku untuk anak-anak taman baca. Kami juga bertekad menyuburkan budaya baca dengan berjejaring bersama komunitas-komunitas yang sevisi dengan 1001 buku,” katanya. WWF, Indonesia Menyala, dan Goodreads Indonesia adalah tiga dari 12 komunitas yang hadir dalam bazaar komunitas tersebut.

Bukan hanya masyarakat umum yang mendonasikan buku, Arif menambahkan, untuk meningkatkan pengetahuan gizi pada anak, Sarihusada pun turut mendonasikan buku ‘Ayo Melek Gizi’ yang materinya berupa pengenalan gizi seimbang kepada TBA se- Jabodetabek dan mengajak pengurus TBA mendapatkan edukasi gizi bersama ahli gizi dari Institut pertanian Bogor (IPB) pada program AMG Connect (Ayo Melek Gizi – Community and Nutrition) di Bogor. “Kami berharap dengan dukungan yang kami berikan bisa menyemangati anak-anak serta pengurus TBA untuk terus mengembangkan taman bacaan sebagai pusat pembelajaran alternatif termasuk di dalamnya edukasi mengenai gizi untuk anak-anak,” tuturnya.

olimpiade-taman-bacaan (8)

olimpiade-taman-bacaan (9)

olimpiade-taman-bacaan (10)

olimpiade-taman-bacaan (11)

OTBA 2013 juga didukung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah memberikan buku cerita seri Tunas Integritas kepada pengelola TBA dalam Workshop TBA, 20 – 21 April lalu. Staf Bidang Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sandri Justiana, hadir sebagai salah satu juri dalam Lomba Drama yang skenarionya dapat diadaptasi dari buku terbitan KPK tersebut. Hadir juga sebagi juri, Puteri Indonesia Intelejensia 2011 dan Pendiri Teater Psikologi Universitas Indonesia, Putri Ayudya. Selain paket dari Sarihusada, para pemenang OTBA 2013 akan membawa hadiah berupa paket buku dari Gramedia.

Pembukaan OTBA 2013 ditandai dengan pembunyian angklung oleh Ketua Yayasan 1001Buku, bersama Wakil Walikota Jakarta Selatan, Rustam Effendi, Juru Bicara KPK, Johan Budi, Kepala Bidang Pelayanan dan Pelestarian Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi DKI Jakarta, Noerwendah, dan anak-anak perwakilan TBA, Rumah Tukik, Anyer, Banten. Selain lomba dan bazaar komunitas, OTBA 2013 juga akan dimeriahkan oleh acara panggung yang antara lain menghadirkan Kojek Rap Betawi, rapper cilik dari Rumah Singgah Dilts Foundation, Si Kecil untuk Bangsa yang Besar, dan grup vokal anak Green Voices.

OTBA 2013 ini adalah yang kelima setelah pertama kali dilaksanakan pada 2006 di Gedung Pemuda, Kemenpora, 2007 di MGK Kemayoran, 2008 di WTC Mangga Dua, dan 2011 di Bumi Perkemahan Ragunan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan OTBA 2013 ini telah diawali dengan Workshop TBA, dan Workshop Relawan pada 26 Mei 2013 (ratman aspari)

 

4 Comments to "Olimpiade Taman Baca Anak (OTBA) 2013 – Anak Indonesia Berpetualang"

  1. J C  2 July, 2013 at 06:24

    Ternyata masih banyak yang peduli dan menyelenggarakan acara-acara seperti ini…mantap, mantap…

  2. Handoko Widagdo  2 July, 2013 at 06:16

    Senang bahwa Dilt Foundation berpartisipasi.

  3. Dj. 813  1 July, 2013 at 23:23

    Mas Ratman…
    Matur nuwun, senang melihat anak-anak yang mau aktiv.
    Karena anak-anak sekarang hanya duduk didepan Computer seharian.
    Kalau ada aktivitas diluar, diudara segar, sungguh sangat menyenangkan.
    Selamat berkarya dan semoga sukses selalu.
    Salam,

  4. Lani  1 July, 2013 at 11:47

    satoe

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.