Warak Ngendhog

Meitasari S

 

Kota Semarang memiliki keunikan tersendiri saat Ramadhan tiba. Pemerintah kota biasanya menggelar tradisi Dhugderan. Dhugderan ini digelar kurang lebih 1 minggu dan berakhir sehari sebelum puasa. Untuk tahun ini, Dhugderan akan dimulai tanggal 29 Juni hingga 8 Juli 2013 mendatang.

Ada kekhasan yang tidak boleh terlewati saat dhugderan, yaitu arak-arakan Warak Ngendhog.

Inilah gambar Warak Ngendhok tersebut.

warak-ngendok01

warak-ngendok02

Konon Warak Ngendhog merupakan symbol 3 etnis besar di Semarang. Mereka adalah etnis Tionghoa, Arab dan Jawa. Perhatikan gambar diatas. Etnis Tionghoa terwakili di wajah Warak yang mirip naga, sedangkan etnis Arab terwakili pada tubuhnya yang mirip burung Buraq, dan yang terakhir etnis Jawa terwakili pada bentuk kaki Sang Warak yang mirip kambing.

Warak sendiri berasal dari kata Wara’a yang artinya mengendalikan diri dari hawa nafsu. Hal ini dimaksudkan saat Ramadhan mereka akan menyucikan diri dengan mengendalikan hawa nafsu dengan cara berpuasa. Sedangkan ngedhog (ndhog = telur) merupakan symbol dari pahala atau buah dari pengendalian diri tersebut.

Sungguh indah filosofi ini. Sebagai warga Semarang , saya berharap tradisi Dhugderan dengan mengarak Warak Ngendhog ini lestari.

 

Semarang 28 Juni 2013

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

28 Comments to "Warak Ngendhog"

  1. Lani  13 July, 2013 at 11:28

    25 MAS DJ : aku kelingan dgn kodok spt gambar yg terpampang disini

  2. Yuli Duryat  13 July, 2013 at 11:05

    Terima kasih, hahaha lucu Warak Ngendhog hehehe

  3. Dj. 813  4 July, 2013 at 15:06

    Juga banyak kodok celengan, tapi untuk dibawa, kebesaran.
    Terlalu memberatkan….

  4. Dj. 813  4 July, 2013 at 15:05

    Tahun 2010 Dj. masih dapat kodok yang dibawahnya dengan kertas.
    kalau ditarik dan ditekan bisa bunyi Koooaaaak…!!!
    Beli di Dugder di Semarang.

  5. Nur Mberok  4 July, 2013 at 13:47

    JC, thank you sudah menjelaskan… kok saiki ora ana ya kodok yg kau maksud…

  6. Nur Mberok  4 July, 2013 at 13:47

    Mb HEni : iya, pokok e semarang itu agak sedikit wagu ya penamaannya.. hahaha….

  7. Nur Mberok  4 July, 2013 at 13:46

    DA : asem tenan… aku diarak yo ra opo2 asal pakaian lengkap… malah kayak artis…xixixi

  8. Nur Mberok  4 July, 2013 at 13:45

    Einakawa : memang seharusnya demikian atau kita tak lagi di kenal alias punah… tx sudah mampir… salam anget….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.