Bidak

Anwari Doel Arnowo

 

Kalau bisa dilahirkan kembali, dan boleh memilih, anda memilih jadi apa??? 

May 2, 2007  Saya baru sadar bahwa sejak jaman dahulu kala sampai saat ini, orang kecil dari kalangan bawah, tetap kecil. Orang besar, apalagi dari kalangan atas, tetap besar, dan tentu saja tidak pernah menjadi orang kecil.

Tanpa bukti apapun, di sekeliling kita telah memberi gambaran yang jelas. Kasat mata.

Kalau kita amati yang disebut tempat tinggal orang kecil yang tidak beruntung ini, ada di daerah manapun di dunia ini, akan kita dapati:

  • Pada awalnya adalah sebuah gua, kemudian sebuah gubug
  • Di kota berupa tenda plastik di sebuah tempat umum, taman misalnya
  • Terdiri dari kardus yang disusun-susun
  • Sebuah ruang yang ada didepan pintu sebuah gedung yang ditutup

Semua bentuk itu bukan tempat yang tetap karena penghuninya sering terpaksa harus pindah lokasi, tergantung keadaan keamanan.

Mereka yang tidak beruntung ini biasanya adalah mereka yang tidak mempunyai bayangan biarpun sedikit, akan kemungkinan nasibnya bisa berubah lebih baik. Mereka ini selalu berada digaris depan dari perjuangan hidup manusia yang ada di dunia. Merekalah yang pertama-tama kali akan menjadi korban, kalau terjadi suatu keadaan mendadak dan yang tidak menyenangkan.

bidakcatur

Entah sengaja atau tidak komposisi seperti ini telah tergambar dengan jelas pada susunan buah-buah catur yang akan ditandingkan.

Para bidak, atau prajurit atau pawn berjajar dari kiri ke kanan di garis depan, terdepan!

Di belakang mereka, berjajar para perwira dan buah catur yang paling penting: Raja dan Ratu berada di tengah karena merekalah yang harus dilindungi! Selalu! Biarpun kedua mereka ini mempunyai kesaktian yang lebih dari yang lain, karena geraknya lebih leluasa dari yang lain.

Di samping kiri dan kanan kedua buah catur istimewa ini berjajar satu menteri, satu kuda dan satu benteng. Dengan demikian akan secara logic akan terjadi sikap menerima kalau korban yang terlebih dahulu jatuh dan tewas adalah Bidak / Prajurit / Pawn ini.

Bukankah demikian juga yang terjadi selama ini di dalam kehidupan sehari-hari? Semua kita ini akan menjawab: iya.

Bencana? Orang kecillah terlebih dahulu yang mati dan musnah. Bencana alam seperti Tsunami, gempa bumi, kapal ferry tenggelam, bahkan kecelakaan lalu lintas di jalan pun kebanyakan adalah orang kecil yang korban.

Saya ingin para ahli electronic mulai sekarang, menciptakan games: tokoh jagoannya berada di depan, misalnya yang seperti Superman, Spiderman.

Anjuran ini untuk mengobati rasa gundah hati kita yang melihat ketidak adilan, dan kita semua tidak bisa berbuat apa-apapun.

 

6 Comments to "Bidak"

  1. didu  18 July, 2013 at 15:18

    Menurut saya ini hanya masalah jumlah saja, karena orang kecil jumlahnya lebih banyak dari orang besar maka yang terlihat adalah orang kecil lebih mudah terkena dampak. Seandainya persentase orang kecil dan orang besar 1:1 atau lebih baik lagi mungkin kejadiannya akan lain. Sama juga ada yang pernah menyebutkan toyota avanza lebih banyak mengalami kecelakaan, salah satunya karena toyota avanza populasinya lebih banyak

  2. AWETTUA  10 July, 2013 at 17:24

    Wah kalau tidak ada orang kecil, tentu tidak ada orang besar., setuju Pak Handoko, yang menjadi pertanyaan mengapa lebih banyak korbannya justru orang kecil? Saling membutuhkan, Dewi? Iya benar sekali apalagi semua itu adalah bidak kehidupan seperti JC bilang. Yang ingin diungkapkan adalah sejak lama sekali, sejak papan catur diciptakan sebelum ada agama apapun di dunia, susunana seperti papan catur itu sudah terbentuk. Mengapa? Takdir? Benar James: Check Mate !!
    Awettua – 2013/07/10

  3. J C  9 July, 2013 at 06:50

    Pak Anwari, kita semua hanyalah bidak kehidupan…

  4. Dewi Aichi  8 July, 2013 at 21:42

    Orang besar dan kecil yang selalu saling melengkapi dan saling membutuhkan.

  5. Handoko Widagdo  8 July, 2013 at 18:53

    Wah kalau tidak ada orang kecil, tentu tidak ada orang besar.

  6. James  8 July, 2013 at 10:45

    SATOE, sekak mati…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.