Bubur Ketan Item

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA . . .

Salam jumpa di hari Selasa dengan oret-oretan Dj…Dj. harap semoga anda semua ada sehat.

Baru juga Dj. mikir sesuatu, taunya istri tanya, bagaimana kalau kita sore nanti makan bubur ketan hitam, setuju…??? Ini kejutan, bukan untuk yang pertama kalinya, tapi sudah terlalu sering. Sedang asyik melamun makan bubur ketan item, taunya istri tawari, jelas Dj. langsung setuju.

Atau dalam perjalanan pulang ngarit, membayangkan makan kolak, sampai rumah sudah ada kolak di meja dan yang lainnya. Sehingga Dj. juga bertanya, apa kamu bisa baca pikiran Dj….??? Dia hanya senyum saja….

Haleluya…!!! Hari ini Dj. makan bubur ketan hitam yang mana memang sudah lama tidak makan. Kalau kolak, bubur kacang ijo, onde-onde, Pisang Goreng, atau kueh yang lainnya Susi sering bikin, tapi bubur ketan hitam….??? Dia beli di Asia Toko, 1 kg. beras ketan hitam.

ketanitem01

Tapi dia rebus hanya setengahnya saja (± 500 Gram), karena kami hanya bertiga di rumah.

ketanitem02

ketanitem03

ketanitem04

Susi juga masukan daun pandan ke air mendidih, agar semua kuman di daun pandan mati.

ketanitem05

Daun pandan, kemudian direbus bersama santan.

ketanitem06

Satu porsi, untuk anda yang sudah lapar, silahkan….Yang jelas, Dj. sudah coba dan enak sekali. Jangan rebutan, Susi bisa bikin lagi, kalau banyak yang senang…. hahahahaha…!!!

ketanitem07

Okay… SELAMAT BERBUKA PUASA . . . ! ! ! Sebelum anda semakin ngiler, maka Dj. harap anda mau bikin sendiri, karena sangat mudah.

Terimakasih untuk kesabaran anda semua dan juga untuk pengasuh Baltyra yang selalu setia menayangkan oret-oretan Dj. Mohon maaf, bila Dj. senantiasa pamer, maklum karena di Mainz tidak seperti di tanah air, setiap hari ingin makan apa saja, bisa beli di pasar, di warung atau di Mal.

 

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

ketanitem08

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

95 Comments to "Bubur Ketan Item"

  1. Matahari  21 July, 2013 at 03:33

    : “Susi bilang, sabar…sabar…
    Hampir saja Dj. bilang, sabar gundulmu…. ( untung belum terucap ) hahahahahahahaha….!!!

    He he lucu sekali…kalau terucap..besok besok tidak dimasakin bubur ketan hitam lagi….ha ha
    selamat malam..saya mau istirahat….bis morgen

  2. Matahari  21 July, 2013 at 03:21

    Pak Djoko hari ini darahnya panas ya…he he…apa kemarin makan sate kambing? Just joking…Memang siapa saja akan emosi apalagi sudah nunggu lama dan ambil nomer tapi orang lain yang lebih dulu diladeni…itu sudah tidak benar…Umumnya orang bule juga merasa tidak enak hati kalau dia lihat orang lain sudah lebih dulu menunggu dan justru dia yang diladeni…banyak orang bule akan menolak karena merasa risih sendiri..Kalau saya antri di depan kassa supermarket disini dan saya antrian agak belakang…ternyata ada extra kassa buka…saya tidak mau langsung nyelonong karena orang didepan saya lebih punya hak untuk itu…saya tunggu dulu sesaat…kalau mereka tidak bergerak pindah kassa…barulah saya pindah…karena bisa jadi didepan saya sudah lama menunggu dan parkir mobil sudah mau habis jam nya…kan kasian didenda 90 Euro….Di Indonesia …saya pernah antri di kassa Matahari tapi…orang yang antri serba tidak teratur…ada segerombolan orang sama sama didepan…saya tidak tau harus baris dimana … dan teman teman mereka yang tidak beli juga ikut seperti antri….si kasir juga tidak melihat orang orang yang antri…mata hanya ke barang dan sibuk memasukkan barang ke tas plastic…gerakan tangan sangat lambat…setiap selesai satu pembeli….dia angkat wajah dan siapa yang dekat dengan dia…itu yang diladeni…orang tambah ramai dan semua mencoba kedepan..akhirnya saya ikut juga karena kalau tidak begitu…saya tidak akan diladeni padahal sudah antri lebih 20 menit .Disini ? Semua serba cepat….tangan kasir seperti gerakan angin topan cepatnya…apalagi di supermarket…hanya dalam hitungan 2 menit…belanjaan seminggu sudah dihitung dan kita juga harus cepat cepat masukkkan ke tas plastic.karena pembeli dibelakang kita juga sudah tidak sabaran……jangan harap dibantu kasir seperti di Indonesia….mereka tidak ada waktu untuk itu…

  3. Dj. 813  21 July, 2013 at 02:26

    Okay….

    Ibu Matahari…
    maaf ya, tadi Dj. malah cerita, pengalaman hari ini yang mana sekarang Dj malah tertawa sendiri.
    Memang kadang Dj. cepat kehilangan kesabaran, kalau diperlakukan tidak adil.

    Okay, cerita ibu Matahari ini sangat benar dan memang banya teman yang ke jalan ke negara ketiga,
    mencari pengalaman yang aneh-aneh….
    Ada juga teman pilot, dia orang Jrman asli dan masih muda, sekitar 30 tahun umurnya.
    Walau dia F.O. di Caock Pit, tapi dia selalu merendah.
    kalau dia terbang ke Bali, Dj. sering dapat oleh-oleh kaos atau apa saja.
    Dj. selalu bilang, kamu jangan berbelanja untuk aku, kamu kan pasti di bali juga banyak pengeluaran.
    Dia malah bilang, kalau aku tugas, aku tidur di hotel bintang.
    tapi kalau aku liburan, aku tidur cari rumah yang mana menyewakan kamar € 5,- / hari.
    Dj. bialng mana mungkin kamu bisa tinggal di tempat eperti itu.
    Dia bilang, KEIN PROBLEM . . . ! ! !
    Dia sering cerita, memang karena murah, dia bisa belikan berass atau keperluan yang punya rumah.
    Dia selalu bilang, mengapa aku harus berikan uangku untuk orang yang sudah banyak uang.

    Dj. benar-benar salut dengan cara berpikirnya.
    Kami sering bertemu di Fitness Center ( Fitness First ).
    Kebetulan di Finess First, ada juga Studentin dari Indonesia, dan mereka berteman.
    Saat si pilot muda ini berlibur di Bali, oleh studentin ini ditengok dimana dia tinggal.
    Si studentin ini, cerita ke Dj.
    Aduh Oom, itu pilot banyak uang, tapi tinggal di kampoeng, dimana saat aku keblet, mau ke WC saja,
    aku tidak bisa. Lihat WC yang begitu kotornya….
    Hahahahahahaha…. nah ya, ini Studentin memang anak orang kaya di Indonesia dan cukup manja.

    Nah, disini bisa dilihat antara si Pilot yang sudah berpenghasilan, yang mau bergaul dengan orang kampoeng.
    dan Studentin anak orang kaya yang manja.

    Okay…
    Menanggapi koment Nr. 86.
    Dj. rasa sudah masuk kan, itu buktinya nr. 85 ada.
    Masak sih tidak terasa….??? Hahahahahahahaha….!!!

    Baiklah, Dj. mau mandi dulu ya.
    Sampai nanti atau besok lagi, kalau sudah ngatuk jangan dipaksa.
    Salam manis dari Mainz.

  4. Dj. 813  21 July, 2013 at 02:10

    Ibu Matahari…..
    Mohon maaf baru bisa balas….
    Karena baru saja pulang jalan kemana-mana….
    Tadi sekitar jam 11 , Dj. antar Susi ke Salon, dia akan potong rambut.
    Kebetulan memang anak Dj. si Dewi pernah potong rambut disitu.
    Saat kami datang disambut ramah dan diharap ambil karcis urutan.
    Susi ambil dan dapat Nr.0, sedang yang dilayani terakhir 97, jadi kami pikir tidak lama lagi.
    Karena pekerjanya yang sedang memotong rambut ada 5 -6 orang.
    Nah, kami nunggu sekitar 10 menit, kemudian datang wanita dan juga ambil karcis, ( 01 ).
    Kemudian datang lagi wanita ambil juga karcis, ( 02 ) pikir Dj..
    Sambil nunggu, tau-tau dua orang selesai dan dua orang didepan kami ( 98 dan 99 ) yang di panggil.
    Nah kami nunggu sekitar 15 menit lagi, 1 orang juga selesai, tapi kok bukan Susi yang di panggil,padahal dimonitor jelas ada petunjuk Nr.0 tapi orang lain yang datang setelah kami.
    Kami masih bersabar dan menanti sampai satu orang lagi selesai.
    Itupun bukan Susi yang di panggil, tapi orang lain lagi, maka Dj. berdiri dan bertanya, untuk apa ambil karcis kalau yang dipanggil tidak sesuai dengan nomer di karcis.
    Dia kasi alasan, karena yang dua sudah langganan dan tidak mau dipotong oleh orang lain.
    Dj. semakin sewot, kebetulan Dj. bawa kamera dan saat Susi bicara dengan itu orang, Dj. pura-pura
    jepret dan dia marah, tidak boleh ambil foto disini.
    Dj. bilang, jangan khawatir,bukan hanya anda yang saya jepret, tapi salon anda dari luar juga.
    Hari senin atau selasa, anda bisa lihat di koran ( Mainzer Algemeine Zeitung ).
    Langsung dia teriak panggil boss nya yang ada didalam, Dj. bilang, bagus, suruh dia keluar.
    Saat dia keluar, Susi yang berbicara dan Dj. masih pura-pura ambil foto..
    Anehnya, orang yang menunggu ada sekitar 4 orang membela kami.
    Boss nya minta maaf dan setelah ada yang selesai, giliran Susi.
    Dj. tidak mau dan bicara dengan Susi, kita keluar, cari Salon yang lain.
    Boss nya masih marah-marah ke pegawainya, entah apa yang terjadi, kami tinggalkan salom.
    Kami naik kereta api ke kota sebelah ( Wiesbaden ) dan di satu Mal, dimana Susi juga pernah potong rambut.
    Disini malah aneh, orangnya ( yang punya salan ) masih kenal Susi dan memang tidak ada yang nunggu. Malah dia sendiri yang melayani.
    Nah ya… satu kejadian yang cukup panas hari ini, sepanas cuaca di Mainz yang mencapai 31°C.
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Setelah dari Salon, kami makan, sudah agak laat dan kemudian jalan-jalan di Wiesbaden
    Sore, karena begitu panasnya, kami mampir ke Cafe.
    Di cafe, hampir sewot lagi, ada robongan orang china, ada yang mau coba merokok.
    Dj., tegur. Hello man…!!! You may not smoking here…!!!
    E… dia masih nanya Why…???
    Dj. bilang Why, gundulmu…!!! Look at the window, here is no smoking area…!!!
    Dia geleng-geleng kepala….

    Susi bilang, sabar…sabar…
    Hampir saja Dj. bilang, sabar gundulmu…. ( untung belum terucap ) hahahahahahahaha….!!!

    Maaf ibu Matahari, sudah kepanjangan, Dj. sambung sebentar lagi ya, mau minum dulu.
    tenggorokan sudah kering…. hahahahahahaha…!!!

  5. Matahari  20 July, 2013 at 20:51

    test test…apa komen saya bisa sudah masuk…gantian saya yang tidak bisa masuk…mungkin karena kepanjangan…does size matter…YES…untuk hal ini memang Yes

  6. Matahari  20 July, 2013 at 20:45

    “Tapi itu satu pengalaman, satu saat dia keceplosan, cerita saat kompul dengan kaka yang lain.
    Sehingga kaka yang sedikit punya, marah kok ajak Susi tidur disana, bikin malu… hahahaha…!!!
    Susi sering hanya dikasih lihat yang bagus-bagus saja, tapi Susi malah ingin blusukan.”

    Orang kita sering salah duga dengan orang asing…dikira semua orang asing suka melihat yang mewah mewah dan glamour…tiap hari diajak ke mall sampai eneg…ha ha ha…dan dikira membawa ketempat tempat mewah membuat si bule senang…padahal ada banyak bule justru ingin melihat yang tidak ada dinegaranya…melihat yang sederhana…yang “kotor”untuk pandangan orang bule..tapi wajar buat orang yang tinggal disitu…karena memang begitulah kehidupannya sehari hari…Belum lama ini saya melihat acara di TV sini…si bule mendatangi bandara dan ada segerombolan anak anak muda usia 20 tahun sedang bersiap siap untuk terbang ke…?? (saya lupa ke negara mana tapi masih di Eropa juga…) si bule menawarkan mereka…ticket gratis 2 orang berangkat esok harinya..dan akan berada dilokasi 1 minggu..2 cewek cakep bersedia tentu saja setelah menelfon orang tua dan dapat ijin..mereka lantas merobek ticket mereka hari itu dan pulang…di student room mereka…diperlihatkan kesibukan 2 cewek bule tadi..mereka bingung apakah akan bawa bikini…dll karena negara tujuan tidak diberitahukan…Esok hari mereka sudah di bandara dan…pihak TV meminta mereka membuka amplop dengan nama negara tujuan…dan mereka memekik kegirangan..begitu melihat tulisan: “ Indonesia.”Tiba di Jakarta…mereka istirahat dan esok harinya menuju lokasi…somewhere di jakarta…yaitu tempat pembuangan sampah yang terbesar di Asia Tenggara…yang menurut TV besarnya 100 x stadion bola…mereka melihat ratusan pemulung…mulai dari anak anak sampai orang tua mencari makan dari mengorek ngorek gunungan sampah…buldozer diatas kepala merekapun tidak digubris padahal sangat berbahaya….…mereka sampai menangis melihat kehidupan seperti itu..tapi mereka sangat positif…tidak merasa jijik..bayangkan dua cewek bule cakep ikut menggendong keranjang sampah untuk memungut plastik plastik busuk dll yang pada akhirnya dijual ke satu tempat untuk didaur ulang..dan mereka tidur digubuk gubuk di tempat pembuangan sampah dan mereka dengan tidak jijik menggendong anak anak pemulung …wc tidak ada..dan mereka ikut ramai ramai membuat wc ditempat kumuh tsb…salah satu cewek itu kebetulan sekolah menjadi bidan dan dia melihat salah satu pemulung sedang hamil 7 bulan tapi masih memulung..dia menjadi sangat iba dan nangis…dia bahkan ikut memeriksa perut si ibu dengan berlinang air mata…Yang seperti begini..saya salut…orang orang yang jauh dari kehidupan kumuh…justru respect dengan keadaan seperti itu…tidak pernah sekalipun saya melihat expresi ke dua cewek ini seolah jijik….memang mereka menangis…bukan menangisi kenapa mereka dikirim kesitu tapi menangis keadaan yang mereka lihat….sementara kita yang notabene asli Indonesia masih saja terkadang merasa jijik menginap dirumah saudara yang miskin dll….atau merasa jijik masuk pasar yang becek…padahal belasan tahun atau puluhan tahun yang lalu..kita biasa berada ditempat begitu…kita mau tunjukkan bahwa kehidupan seperti itu…bukan lagi kehidupan kita…gundulmu itu !!!

  7. Dj. 813  20 July, 2013 at 16:35

    Ibu Matahari….
    Terimakasih untuk perhatiannya.
    Itu dia, saat itu memang sedikit kecewa, tapi Susi pada dasarnya memang sabar.
    Pernah ada kaka yang kurang mampu, tapi dia ingin kami semalam tidur dirumahnya di kampoeng.
    Dj. tolak, karena kasihan Susi, tapi Susi malah berkata, itu kakamu, jangan sampai dia kecewa.
    Tidur dikampoeng, air mandi dari sumur, WC hanya lubang dan karena kasurnya bau, Susi malah tidur di
    lantai pakai tiker…. hahahahahahaha….!!!
    Tapi itu satu pengalaman, satu saat dia keceplosan, cerita saat kompul dengan kaka yang lain.
    Sehingga kaka yang sedikit punya, marah kok ajak Susi tidur disana, bikin malu… hahahaha…!!!
    Susi sering hanya dikasih lihat yang bagus-bagus saja, tapi Susi malah ingin blusukan.
    Juga saat kami cari anak-anak asuh, kami blusukan dikampoeng yang sangat memprihatinkan.
    Walau tidak separah saat di Ta-Tor ( Sulawasi ).
    Kami masuk kampoeng yang hanya dihuni sekitar 12 rumah, dari jauh dan dari dalam mobil, baunya sudah tercium. Tapi susi malah rangkul anak-anak dan dia juga masuk rumah-rumah, saat mereka mengajak kami masuk rumah mereka. Tapi kebanyakan anak-anak pada takut….

    Okay itu Pizzeria, di L.A.
    Tapi kaka sudah meninggal dan Resto tersebut sudah dijual.
    Salam manis dari Mainz.

    Ini foto 1982 saat kami ke Tanah Torraja, Susi bersama beberapa anak yang takut.

  8. Matahari  20 July, 2013 at 15:24

    Pak Djoko..sayang sekali kalau tujuan ke Papua jadi batal…sementara ticket sudah dibeli bahkan untuk 6 orang…dan kalau ada asuransi pembatalan liburan/ticket…mungkin tidak diterima karena alasan batal karena kemauan sendiri dan bukan karena sakit atau ada keluarga meninggal..dll….memang sebaiknya liburan dulu baru ke keluarga karena istri pak Djoko orang bule dan tujuan ke Indonesia tentu mau melihat negri suaminya…jangan sampai kita hanya mengajak pasangan kita berkunjung ke keluarga kita…itu namanya egois…mereka juga mau benar benar liburan…sudah jauh jauh terbang 14 -17 jam…hanya berkunjung dari satu keluarga ke keluarga lain…kalau mengunjungi keluarga kandung its okay tapi kalau sampai semua paman tante…sepupu dll dikunjungi satu persatu serta berjumpa dengan semua teman sekolah…waktu sebulan bisa habis hanya duduk dan duduk..(di pesawat sudah duduk 14 jam hahahah )..Lebih bagus semua diajak berjumpa dalam 2 hari…sisanya dipakai untuk benar benar liburan..Kalau kita ke Indonesia tanpa keluarga ….kita bisa bebas kemana saja…ngobrol dengan teman teman…keluarga sampai tengah malam…hahahah
    Itu pizzanya pakai resep jawa? Heheh kan ownernya Paisan…

  9. Dj. 813  20 July, 2013 at 13:06

    Ibu Matahari….
    Selamat Pagi dari Mainz…..
    Semalam Dj. tunggu di perempatan, di “Pizzaria Paisan” tidak datang-datang, ya Dj.pulang
    langsung tidur… Hahahaha….!!!

    Tapi senang, bangun pagi sudah diajak tertawa, karena di Kona ada orang yang lari jam 4:00 pagi di hutan.
    Yang mana malah ingij di giigit gorillanya Hawaii…. hahahahahaha….!!!

    Soal vakansi itu kadang yang membikin kami ( dulu ) sering programm kami jjadi kacau.
    Pernah kami sudah beli ticket dari Frankfurt-Jakarta-Susarabya- Bali dan Jaya Pura.
    Tapi ada saudara yang ikut sampai Bali dan kami malah tidak sampai ke Jaya Pura.
    Karena banyak nasehat ini dan itu. Sayang ticketnya, karena Bali Jaya-Pura dengan Garuda tidak murah.
    Apalagi saat itu kami ber 6 dengan mertua.
    Dan kaka kandung Dj. yang Nr. 1 ( tertua ) yang tinggal di Jaya Pura pun menyesal, karena kami tidak sampai kesana.
    Olehnya, setelah itu, setiap mudik, kami selalu ketempat tujuan kami ingin liburan, setelah itu baru tengok ibu dan saudara.
    Puji TUHAN, tahun 2000, akhirnya kami buísa sampai ke Jaya-Pura juga, walau tanpa mertua.

    Okay….
    Selamat berakhir pekan dan salam manis dari Mainz, semoga sehat selalu.

  10. Matahari  20 July, 2013 at 03:51

    “Ingat saat pertama kali mudik, Susi sudah baca buku tentang kemana kami di Indonesia akan kunjungi.
    Sampai di Indonesia, banyak saudara ingin tahan dan tidak boleh meneruskan perjalanan.
    Mereka selalu berkata, sangat berbahaya, apalagi bawa anak kecil.”

    Pak Djoko yang seperti ini sangat sering…orang menakut nakuti seolah mereka sudah pernah mengalami atau seolah kejadian berbahaya itu terjadi setiap kali setiap detik …padahal hanya karena pernah membaca kejadian kriminal di surat kabar mungkin…itu juga hanya 1 kali terjadi…Kalau cara berfikir seperti ini…tidak akan ada orang berwisata ke Amerika…karena banyaknya penembakan massal di sekolah…tidak akan ada orang mau ke Bali karena ada bom Bali tahun sekian…Perlu hati hati itu memang mutlak…tidak melakukan hal hal gila…misalnya jam 2 pagi….jalan jalan di hutan sendirian…hahah sudah pasti dicokot monyet hahahahahahah atau disentuh gorilla….he he he he

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.