Peragaan Busana Pura Pakualaman

Probo Harjanti

 

Beberapa waktu lalu, kraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman mengadakan acara Gelar Budaya Yogyakarta. Acara ini sudah berlangsung beberapa kali. Tempatnya bergantian, di pagelaran kraton Yogyakarta atau di Pura Pakualaman. Yang dipergelarkan adalah tari-tarian dan karawitan yang berasal dari kedua istana tersebut. Selain itu juga peragaan busana adat kraton. Yang ini bergantian, kebetulan tahun ini pas peragaan busana dari Pura Pakualaman.

Berikut ini saya sajikan beberapa foto peragaan busana tersebut. Meskipun kualitas foto jauh dari standar (maklum lagi belajar…dan tak pernah naik kelas), setidaknya bisa menambah pengenalan kita, terhadap budaya yang ada di Jogja Istimewa.

image001

Manggala Yuda (panglima perang), busana yang dipakai terdiri atas singkep bludru, celana panji (sebatas lutut), dan kain batik motif parang

 

Di bawah ini Sang Manggala Yuda bersama Prajurit lombok abang dan plangkir

image002

Sabukwala putri dipakai gadis-gadis kecil di bawah usia 10 tahun, motif kainnya dringin, dan yang dipakai perjaka kecil ini kadang disebut Denmasan, kainnya motif kawung. Kalung yang dipakai, selain sebagai perhiasan, juga untuk menangkal penyakit dan mara bahaya.

Sabukwala plus kebaya merah memakai plisir dipakai gadis untuk upacara tarapan, tarapan adalah upacara adat untuk gadis yang pertama kali datang bulan. Sedangkan pakaian remaja putra (biru) adalah surjan singkep dan kain ceplok kudhup untuk anak yang akan disunat.

image003

 

Pinjung kencong

Dipakai remaja putri yang berusia di atas 10 tahun, tetapi belum mendapat menstruasi, kainnya motif parang, dan riris (udan riris) dengan kelengkapan gelung tetkuk, cundhuk jungkat, penetep, gelang, kalung.

image004

 

Semekan bedinan

Dipakai sehari-hari para putri kraton.

image005

 

Semekan kancing wingking dipakai putri yang sudah dewasa, dipakai menjelang pernikahan. Kain batik nya merupakan batik khas Pakualaman, motif Wiloyo Kusumonjono.

image006

 

Semekan kancing wingking dilihat dari belakang, terlihat gelung tekuk gaya Yogyakarta, beserta hiasan penetep, plus kelengkapan lain.

image007

image008

 

Pesiar/ Besiaran

Busana untuk melancong, salah satu yang khas adalah cape atau mantel, topi, dan cenela di kaki.

image009

image010

 

Busana Bupati (batik motif pakualaman, dengan motif paksi menyura, baju atela plisir, putri kebaya plisir)

image011

 

Busana kebesaran Paku Alam

image012

 

image013

Seluruh peraga busana Pura Paku Alaman

Semoga yang sedikit ini bisa menambah wawasan dan apresiasi kita terhadap kekayaan budaya daerah.

 

32 Comments to "Peragaan Busana Pura Pakualaman"

  1. Diah Handajani  3 January, 2019 at 11:10

    Bagus & indah sekali .
    Sangat pantas utk dilestarikan

  2. Nur Mberok  31 July, 2013 at 16:08

    Bu Guchan aku kalau pakai pakain model begini bisa ambyarrrr… hahaha kakkean polah wkwkwk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.