Sajak untuk Daun

Fidelis R. Situmorang

 

daun_kering

“Apa perlunya sajak untuk daun?
Daun-daun yang mati pula!
Yang jatuh berguguran ke atap sebuah mobil tua di pinggir jalan.

Apa pentingnya menulis sajak untuk daun?
Yang sebentar lagi hancur dan lenyap dari kehidupan.”

“Tulis sajalah apa yang hatimu ingin katakan. Mungkin di entah kapan nanti, akan ada orang yang berdiri membaca sajak tentang daun-daun mati, yang jatuh berguguran ke atap sebuah mobil tua di pinggir jalan,” sahutnya pelan.

Kupandang wajahnya yang sedang asik menatap sekumpulan daun gugur.

“Tapi untuk apa?”
“Aku tidak tahu. Mungkin karena sebuah sajak memang harus ditulis…”

Tiba-tiba sehelai daun jatuh ke hamparan uban di kepalanya. Ditepiskannya daun itu ke tanah sambil tersenyum ke arahku.

Lalu kutulis satu sajak untuk daun. Sehelai daun mati yang jatuh di atas kepala seorang penyair tua di pinggir jalan.

“Coret kata ‘penyair tua itu’! Aku ini bapakmu!” suaranya meninggi.

Lalu kurapikan sajakku. Sajak untuk daun. Daun-daun yang jatuh berguguran ke atap sebuah mobil tua di pinggir jalan.

“Begitu lebih baik…” ucapnya manggut-manggut.

 

7 Comments to "Sajak untuk Daun"

  1. Fidelis R. Situmorang  28 July, 2013 at 13:32

    @Mbak Dewi: Hahaha… Siapppp… Salam segera dikirimkan. )
    Ada temen yang udah buat resensinya, tapi bacanya jadi mau malu…. )

    @ Pak Bagong: beberapa mati supaya yang lain bisa hidup. Makasih, Pak Bagong>

  2. Fidelis R. Situmorang  28 July, 2013 at 13:28

    @ James: Untuk daun kering

    @Om Dj: Hahaha… Makasih, Om… Selamat menikmati musim panas, Om, selamat berakhir pekan.

    @Bu Matahari: Makasih, Bu… Selalu senang menerima pujian dari Bu Matahari

  3. Bagong Julianto  23 July, 2013 at 17:05

    Daun, bagian dari keajaiban pohon.
    Pohon beri O2 melalui daun.
    Pohon adalah penopang kehidupan.
    Bersajak tentang daun, berpuisi soal kehidupan….

  4. Dewi Aichi  23 July, 2013 at 05:46

    mas Fidelis…sajak ini penuh makna….yah…aku titip sajak indah untuk bapakmu itu he he…

    Saya sedang menanti orang yang akan meresensi kisah Pejaten….

  5. Matahari  20 July, 2013 at 14:47

    Luar biasa bang Fidelis…selalu suka setiap kata yang anda tulis….terlihat sederhana tapi saya tau..maknanya dalam…

  6. Dj. 813  20 July, 2013 at 13:31

    Bung Situmorang…
    Terimakasih, ada saja idee untuk menulis ” sajak untuk daun ”
    Hebat…!!!
    Tapi sekarang baru molai musim panas, jadi sulit untuk mencari daun yang gugur.
    Hahahahahahaha….!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz dan selamat berakhir pekan.

  7. James  20 July, 2013 at 10:38

    SATOE, Daun Untuk Sajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.