Kedutaan Turki, Terimakasih Banyak untuk Keramah-tamahannya

Neng Tatu

 

08 Juli 2013.

Akhirnya aku bisa membagikan ceritaku lagi, setelah sebelumnya aku menceritakan pengalamanku, yang aku tuangkan dalam sebuah judul “Inspirasi dari Sebuah Gambar”, kali ini aku pun ingin menceritakan pengalamanku pergi ke sebuah kedutaan. Negara yang terletak di antara Eropa dan Asia. Negara yang menyimpan banyak nilai budaya. Negara yang dianugerahi pemandangan alam yang amat indah. Turki, yaa aku menyambangi kedutaan ini.

Hari ini aku berhasil melawan rasa takutku, jujur aku takut sekali untuk pergi ke Kedutaan. Aku takut jikalau aku tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan staffnya. Sejak awal menginjakkan kaki di depan Kedutaan Turki, aku mendapatkan pelayanan yang sangat baik. Ketika aku berdiri di depan gerbang sang Dubes datang, melihat kondisiku berdiri di depan gerbang sang Dubes meminta pak Satpam melalui pengawalnya, agar aku menunggu di dalam saja. (keadaan siang itu amat panas).

Setelah melewati proses pengisian buku tamu, aku diantarkan menuju ruangan dimana staff-staff bekerja. Kedatanganku ke kedutaan bertujuan untuk mencari informasi seputar Pariwisata di Turki. Dan aku dihubungkan langsung dengan Diplomat yang bernama Bapak Ersin Aydoğan, karena aku merasa takut jikalau bahasa Inggrisku tidak baik, maka aku meng ‘iya’ kan tawaran untuk menggunakan penerjemah. Namun tak disangka-sangka beliau bilang, jikalau bahasa Inggrisku bagus dan tidak perlu penerjemah.

keramahtamahan

Sebelum perbincangan kami membahas mengenai pariwisata Turki, sang Diplomat menawarkanku untuk aku mendaftarkan beasiswa di Turki. (Ya Allah what a blessing!! Pucuk dicinta ulampun tiba). Kemudian Bpk. Ersin Aydoğan bertanya mengenai pendidikan dan tujuan setelah lulus nanti, beliau bertanya: Apa tujuanmu setelah lulus nanti? Lalu aku bilang: Aku ingin sekali bisa melanjutkan s2 ku, tapi kedua orang tuaku ingin aku bisa bekerja. Dan kamu tau apa respon beliau?? Beliau bilang: kamu bisa bekerja di sini dan melanjutkan pendidikanmu di Turki (wow speechless aku, tapi jujur aku belum berani meng’iya’kan, aku butuh banyak ilmu dan pengalaman untuk bisa bekerja di sana, walau sejujurnya itu adalah mimpiku “bekerja di Kedutaan”).

Perbincanganpun kami lanjutkan mengenai pariwisata Turki, ooh betapa aku makin cinta dengan negara ini, walaupun aku belum pernah menginjakkan kakiku di sana, tapi sangat terasa bagaimana mereka menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah mereka. Hingga saat ini masih banyak bangunan bersejarah yang berdiri kokoh dan terawat. Begitulah salah-satu cara bagaimana suatu bangsa menghargai sejarah bangsanya. Patut untuk kita tiru!

Setelah selesai perbincangan kami mengenai beasiswa, pekerjaan dan mengenai pariwisata Turki, akhirnya aku pamit.

welcome

Namun tidak cukup sampai pada perbincangan saja aku merasakan kehangatan dan pelayanan yang amat baik. Baik Bapak Ersin Aydoğan “sang Diplomat” maupun staff lokal, menawarkanku untuk mencicipi ‘lokum’ salah-satu Turkish Delight, rasanya manis sekali. Bahkan ketika aku sudah keluar ruangan dan ingin mengambil kartu pengenalku, salah satu pegawai bilang: “mba kapan lagi mau ke sini?”

Aku: “aku belum tau mas.”

Mas: “memangnya tidak ingin mencari beasiswa di sini?”

Aku:  “wah mau banget mas.”

Mas: “ya sudah nanti saya kabari kalo ada info mengenai beasiswa, atau nanti si eneng sms saya saja kapan ada kesempatan beasiswa”

Aku: “pasti mas! Makasih banyak ya mas.”

YA ALLAH, betapa bahagianya aku saat itu, mungkin bagi sebagian orang itu biasa saja, tapi bagiku sangat luar biasa ketika ada orang yang dapat memperlakukan diri kita dengan baik, memberikan senyum, pelayanan dan keramah-tamahan. Sejenak aku berpikir apa yang telah aku lakukan sehingga aku mendapatkan begitu baiknya pelayanan dan keramah-tamahan. Aku teringat, pagi tadi aku bercanda dengan seorang anak kecil di dalam bis, yang mana sebagian orang melihat sinis ke arahnya, mungkin karena anak itu tidak berhenti bicara dan pakaiannya terlihat lebih lusuh dari penumpang lainnya. Dan aku tersadar bahwa cara kita memperlakukan orang lain adalah cara kita memperlakukan diri kita sendiri. Jangan pernah takut untuk melawan rasa takutmu, dan jangan pernah menyerah untuk menggapai impianmu!

Demikianlah ceritaku. Wahai pembaca yang budiman, doakan aku ya agar aku bisa menggapai impianku, orang tua meridhoi dan diridhoi oleh Allah. Amiin.

Terimakasih untuk Bapak Ersin Aydoğan, Ibu Liany dan semua staff di Kedutaan Turki yang baik hatinya.

 

Her şey için çok teşekkürler.

 

34 Comments to "Kedutaan Turki, Terimakasih Banyak untuk Keramah-tamahannya"

  1. neng tatu  27 November, 2013 at 09:09

    A @pa Ratman: Aamiin ya Allah, smga Allah.senantiasa mengiri setiap langkah kita . Aamiin ya Allah.
    @mba Dina Susanti, hehe maaf saya wanita semoga keberuntungan itu akan terus berlanjut. Aamiin.
    Sebenarnya saya kurang tau, karna blum pernah mnngurus surat-surat serupa sebelumnya. Namun saran sata, langsung saja datang ke Kedutaan Turki nya di Jl. H. R. Rasuna Said kav 1. Kuningan-Jakarta 12950. Waktu saya berkunjung kemarin saya dibantu dengan ibu Liany, beliau sangat baik dan ramah .

  2. dina susanti  27 November, 2013 at 08:23

    wah mas beruntung y
    trus klo untuk urusan pelayanan untuk menikah dngan krwargaan turki mengurus y k mna y mas

  3. ratman  22 November, 2013 at 00:24

    Semoga Alloh SWT, memberikan kemudahan kepada Neng Tatu, untuk bisa berkunjung ke negeri yang penuh dengan sejarah…..tersebut….

  4. Neng Tatu  2 August, 2013 at 21:33

    Terimakasih sudah menyempatkan diri membaca dan memberikan komentarnya, maaf tidak bis dibalas satu persatu… . anyway makasih ya mba Dewi,, informasi nya pasti sangat bermanfaat buat aku , hehe iya begitu tulisannya mba .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.