Indonesia Miniatur Dunia

djas Merahputih

 

Taman Mini Indonesia Indah adalah miniatur Indonesia. Saat mengunjungi tempat ini kita akan melihat beragam kultur serta adat istiadat yang mencerminkan kekayaan budaya dalam masyarakat Indonesia. Mulai dari Rumah Adat, tari-tarian, upacara-upacara adat, bahasa, tulisan, pakaian serta ciri khas tersendiri lainnya yang mewakili daerah-daerah dari seluruh Nusantara. Sehari mungkin belum cukup untuk menjelajahi deretan Rumah Adat mulai dari Aceh, Batak, Minangkabau, Sunda, Jawa, Bali, Dayak, Bugis-Makassar, Flores, Maluku hingga Papua. Kalau dihitung seluruhnya ada ratusan suku dan etnis berbeda tersebar dan mendiami bumi Indonesia. Di satu provinsi saja seperti Sulawesi Selatan terdapat sedikitnya empat suku yaitu Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

Melihat keragaman kultur di Indonesia dengan luas wilayah relatif kecil dalam peta dunia ini kemudian memunculkan persepsi bahwa jangan-jangan Indonesia sendiri adalah wujud yang mewakili gambaran masyarakat di seluruh dunia. Dengan kata lain Indonesia sebagai sebuah Negara dan Bangsa adalah miniatur dunia. Benarkah..?? Mari kita perhatikan fakta-fakta berikut.

 

Proporsi Wilayah

Jika kita perhatikan permukaan bumi, komposisi permukaannya sebagian besar adalah lautan. Sekitar 80%  permukaan bumi terdiri dari lautan. Sedangkan Indonesia adalah negara kepulauan yang wilayah geografisnya juga didominasi oleh lautan. Proporsi antara luas permukaan laut dan daratnya adalah sekitar 75% ditambah sekitar 5% permukaan danau dan sungai besar di dalam pulau-pulaunya sehingga Indonesia memiliki ciri khas sebagai negara Maritim. Negara serupa yang juga memiliki karakter maritim adalah Inggris dan Jepang. Namun proporsi permukaan lautnya tidaklah sebesar wilayah Indonesia.

world-map

Dalam sejarah dunia kita ketahui bahwa proses interaksi perdagangan dunia banyak dilakukan melalui pelayaran dan penjelajahan dengan kapal-kapal layar berukuran besar dan kecil karena mobilitas dan daya muatnya yang memadai. Indonesia terletak pada daerah geografis yang sempurna karena diapit oleh dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik maka tak heran sejak berabad-abad lalu kawasan Nusantara telah menjadi tempat melintas dan berlabuh yang ideal bagi para pedagang dan penjelajah lautan dari seluruh penjuru dunia.

 

Penyebaran Ras Manusia

human-race

Interaksi dengan dunia luar yang terjalin sejak berabad-abad lamanya membuat beberapa suku di Nusantara memiliki ciri tersendiri dalam sosok individu-individunya. Masyarakat suku Palembang di Sumatera Selatan merupakan percampuran ras Melayu dan Cina. Manado Sulawesi Utara mewarisi sosok orang-orang Eropah karena interaksinya dengan bangsa Spanyol dan Belanda. Di beberapa kota-kota pesisir seperti Aceh, Banten dan Makassar terdapat titik-titik perkampungan warga keturunan Arab yang berasal dari proses perdagangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara. Dengan kata lain di Indonesia telah terjadi proses pembauran etnis mancanegara sehingga dapat mewakilkan masyarakat global dari seluruh dunia.

 

Penyebaran Agama

diversity

Setelah pengaruh Hindu dan Budha dari India masuk ke Indonesia maka perlahan-lahan masyarakat di Nusantara mulai meninggalkan kepercayaan lama mereka yaitu ajaran animisme. Kemudian pada sekitar abad ke 13 agama Islam yang lahir pada abad ke-7 di semenanjung Arab mulai menyebar ke Nusantara melalui interaksi perdagangan dari bangsa-bangsa Persia, India dan China. Sedangkan Ajaran Kristen menyebar sejalan dengan datangnya bangsa Eropah ke tanah air. Agama Islam adalah agama mayoritas penduduk Indonesia. Agama Kristen di Indonesia menyebar dengan baik di Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Tana Toraja di Sulawesi Selatan, Maluku, NTB , NTT dan Papua. Hindu adalah agama mayoritas di Bali sedangkan ajaran Budha bisa kita temui di pusat-pusat pemukimnan etnis Tionghoa di Kalimantan Barat dan beberapa kota besar di Indonesia. Keempat agama tersebut merupakan agama-agama besar dunia yang menyebar dan telah mengakar dalam sejarah perkembangan agama di tanah air.

Selain ketiga hal di atas di Indonesia juga terdapat suku-suku yang masih tetap menjaga keaslian tradisi nenek moyang mereka seperti suku Badui dan suku Asmat, dibandingkan dengan suku-suku lain di Nusantara yang lebih terbuka terhadap modernisasi. Sehingga jejak-jejak peradaban dunia dari zaman-ke zaman masih tergambar dengan jelas dalam pola-pola kehidupan masyarakat di Indonesia.  Dalam sejarah kesusasteraan Indonesia terdapat keyakinan dari para penulis-penulis tanah air bahwa Indonesia adalah Ahli Waris yang Sah dari Kebudayaan Dunia. Dan masih banyak lagi hal  unik dan menarik lainnya yang memperlihatkan keragaman segi-segi kehidupan manusia di Indonesia dan menggiring kita kepada sebuah pendapat bahwa Indonesia memang adalah miniatur dunia, sama seperti pendapat seorang artis senior Indonesia Christine Hakim dalam sebuah acara televisi. Maka sepatutnyalah kebanggaan akan hal tersebut menambah kecintaan kita kepada negeri yang cantik ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hiduplah Indonesia Raya (tiga kata terakhir dari lagu kebangsaan kita).

//djasMerahputih

 

Note Redaksi:

djas Merahputih, selamat datang dan selamat bergabung di rumah kita bersama Baltyra…make yourself at home…semoga kerasan dan ditunggu kiriman artikel-artikel lainnya…

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Indonesia Miniatur Dunia"

  1. djasMerahputih  24 July, 2013 at 08:55

    Sama-sama mba Dewi.. senang bisa bergabung dan diterima dengan baik di Baltyra.. Salam kenal juga buat semua rekan dan warga Baltyra di seluruh Dunia.. //Salam “Purnama”

  2. Dewi Aichi  24 July, 2013 at 08:48

    Salam kenal Djas ……tulisannya sangat menambah wawasan..terima kasih. Wah….makin bangga jadi warga negara Indonesia…asli…

  3. djasMerahputih  24 July, 2013 at 08:42

    Trims atensi rekan dan my new families. Saya tambahkan sedikit tentang kisah Christine Hakim dalam sebuah acara di TV swasta. Saking cintanya kepada negerinya Indonesia sampai-sampai beliau harus memastikan bahwa kecintaannya tersebut tidak sampai melebihi kecintaannya kepada Sang Khalik. //Salam “Purnama”

  4. Handoko Widagdo  24 July, 2013 at 07:36

    dan 98% kata yang digunakan dalam Bahasa Indonesia adalah serapan dari berbagai bahasa, khususnya Sansekerta, Arab, China, Belanda, Portugis, Tamil, Urdu, Inggris dan berbagai bahasa lokal di Nusantara.

  5. J C  23 July, 2013 at 16:02

    Salam kenal dan selamat bergabung…Indonesia memang sudah dikenal sebagai melting pot dan important hub sejak jaman dulu kala…

  6. Bagong Julianto  23 July, 2013 at 13:53

    Indonesia mendunia.
    Ya setuju.
    Juga kecantikan Christine Hakim adalah kecantikan Indonesia….
    Lho?!…..
    Jadi ingat lagu Anna Mathovani….
    Dua insan, bertemu muka…..
    Bagai merpati, sejoli……..Suwunnn…

  7. Dj. 813  23 July, 2013 at 13:13

    Djas Merahputih…
    Terimakasih sudah berbagi cerita, bukan hanya Indonesia sebagai miniatur dunia.
    Tapi orang Indonesia, sekarang sudah ada diseluruh dunia bukan…???
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  8. Linda Cheang  23 July, 2013 at 13:00

    Indonesia memang tempat bertemuanya berbagai bangsa. Apa aja ada di Indonesia.

    Tap, harap waspada! Sudah ada beberapa (oknum) kelompok yang menghendaki, Indonesia miniatur dunia ini, agar menjadi Indonestan.

  9. Lani  23 July, 2013 at 12:12

    Salam kenal………selamat datang dan bergabung di Baltyra

  10. James  23 July, 2013 at 12:03

    SATOE, Ras Pejantan Tulen

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.