Sate susu, Sate Sumsum, Sate Limpa dan Sate Kikil serta sate-satean lainnya

Andi Mangesti

 

Dear people…

Sudah lama banget diriku tidak menulis-nulis ataupun menjelajahi imajinasi dan menuangkannya dalam bentuk tulisan sehingga apa yang ada dalam imajinasi bisa diceritakan atau dibayangkan oleh semuanya.

Antara kangen dan tidak ada waktu dan antara menuangkan imajinasi sendiri atau menikmati imajinasi orang lain, semuanya sama beratnya dalam timbangan. Namun ternyata kebanyakan yang menang itu timbangan diriku lebih condong dengan menikmati imajinasi orang lain saja dan menyingkirkan keinginan sendiri; maklumlah diriku selalu mengutamakan kepentingan orang banyak sehingga kalau kelak memutuskan untuk mencalonkan diri jadi dapil eeeeh maksud saya jadi caleg saya selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dan menunda kepentingan pribadi (padahal asli males total) mohon diriku ini dipilih ya, tulisan di dalam kurung itu diabaikan saja, karena itu tidak terlalu benar adanya…

Ah. Kembali ke judul di atas.

Sate susu, sate sumsum, sate limpa, sate kikil dan sate-satean lainnya. Setiap bulan puasa Ramadhan, di Pulau Bali ada satu tempat terkenal dengan nama Kampung Jawa yang terletak di antara jalan Ahmad Yani dan Jalan Maruti, kota Denpasar, dan Kampung Jawa ini terkenal sebagai pemasok kambing dan sapi bagi penjual sate kambing atau saat-saat menjelang Idul Adha.

Sate susu, sate sumsum biasanya hanya tersedia atau dijual saat bulan Ramadhan saja. Selain bulan Ramadhan, tidak tersedia sate susu atau sate sumsum ini. Mungkin sapinya masih harus digendutin dulu, atau bagaimana kurang jelas juga, karena tidak ditanyakan, atau mungkin karena tradisi yang dipertahankan.

Pemukiman Kampung Jawa, biasa menggelar pasar jajanan untuk berbuka setiap bulan Ramadhan. Di sepanjang gang yang berada di sebelah masjid Baiturrahman, Wanasari di jalan Ahmad Yani (biasa di sebut Aye) dipenuhi oleh lapak lapak dadakan yang menawarkan aneka macam jajanan dan makanan untuk buka puasa.

sate-satean (1)

Mulai dari gorengan pisang, donat, es blewah, es campur, sayur urap (plecing dan serombotan), sate sampai lauk pauk untuk makan malam semua ada.

Yang paling khas ya sate susu, sate sumsum, sate limpa, sate kikil dan sate lilit dengan sambal plecing. Sate susu terbuat dari kantung susu, sumsum, limpa dan kikil. Semuanya dimasak terlebih dahulu dengan bumbu baru dibakar di atas bara. Begitu pula dengan sate lilit-nya.

sate-satean (2)

sate-satean (3)

sate-satean (4)

Sate susu merupakan salah satu favorit, teksturnya kenyal, tetapi ketika dimakan tidak seperti karet atau bagian jeroan sapi lainnya dan sedikit agak manis ya. Kemudian sate sumsum juga favorit karena ngga usah dikunyah kunyah juga lumer dengan sendirinya di mulut. Cuma hati-hati belinya jangan terlalu banyak, karena bisa ngga berhenti makan alhasil program diet bisa gagal total loh.

sate-satean (5)

sate-satean (6)

sate-satean (7)

Sate lainnya sih menurutku standar saja. Ngga terlalu istimewa walaupun kikilnya lumayan empuk. Harga berkisar Rp 1000 sampai Rp 2000 per tusuk.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Mohon Maaf Lahir dan Batin yaaaaa

 

36 Comments to "Sate susu, Sate Sumsum, Sate Limpa dan Sate Kikil serta sate-satean lainnya"

  1. Lani  28 July, 2013 at 08:15

    MBAK PROBO : nah, mungkin katok abang yg cm satu2nya ini, mmg mengandung magnit……..satene jadi plg enak…….krn katok aji2 hahahah

  2. probo  28 July, 2013 at 07:57

    mBAK lANI…gek-gek kathoke ming siji kuwi….abang

  3. Lani  26 July, 2013 at 22:54

    33 MBAK PROBO : jd kelingan ktk msh dikampung…….kami punya langganan penjual sate ayam…….aneh tp nyata, bapak penjual ini trademark nya pakai celana kolor berwarna merah……..

    Sate ayam bikinannya mmg uenaaaaaak……….bumbunya selain kacang, dicampur dgn tempe……mak nyossssssssss……syedeeeeeeep!

    nah, krn mbak mengatakan sateeeeeeee……….sateeeeeee……..aku jg ingat ktk pres. Obama berkunjung ke Indonesia……..dlm pidatonya mengatakan: teeeeeeeeee……….sateeeeeeee……..trs sibapak tukang sate membuka dan menutup kotak satenya, suaran mak blaaaaaaaak………..

  4. probo  26 July, 2013 at 21:42

    sateeeeee…sateeeeeeeeeee

  5. Matahari  26 July, 2013 at 12:54

    Ibu Wesiati..makanya saya bilang makanan kurang bersih itu SALAH SATU penyebab tifus…bukan semua tifus itu karena makanan kurang bersih..dan saya juga ada bilang di komen bahwa mengkonsumsi makanan kurang bersih dalam waktu lama “…saya percaya makanan yang kurang bersih dan dikonsumi bertahun tahun tanpa kapok….akan mempengaruhi usus kita”…jadi belum tentu akibatnya sesudah makan…bisa jadi beberapa tahun kemudian…

    …dan untuk komen yang ini…”well, heran aja. apa karena lama tinggal di eropa jadi lupa dulu waktu tinggal di indonesia kaya apa. enggak semua teman di sini seperti itu, sih. tapi kadang saya heran kenapa mesti banding2in indonesia sama di eropa. dari jaman baheula juga udah ketauan kalo beda.”
    Saya di komen ada menulis begini…mungkin anda tidak baca baik baik : “”di Indonesia juga sangat banyak orang yang perduli dengan kebersihan termasuk orang tua saya…sejak kecil kami tidak dibiasakan makan sembarangan……tapi ada banyak juga kita orang Indonesia yang sangat cuek…terserah masing masing….:
    Kita tidak harus tinggal di LN dulu agar ngerti kebersihan…sejak TK sampai detik ini kita mendengar seruan dimana mana agar menjaga kebersihan….baik di sekolah2…di seminar2….di TV di Radio…karena memang Bersih pangkal sehat…

    Dan membandingkan dengan Eropa dikomen saya bukan membandingkan Eropa lebih teratur dari negri kita…yang saya maksud di komen saya adalah…orang Eropa itu walau berobat “gratis “( tentu bayar asuransi tiap bulan) …tapi mereka tetap hati hati dengan makanan yang kurang bersih ( ini secara umum….) …karena bisa jadi mereka akan sakit dan semua kegiatan terganggu …dan kita di Indonesia…tidak semua punya asuransi…apa salahnya kalau kita selektif pilih makanan agar tidak sakit dan tidak mengeluarkan biaya berobat yang sangat mahal…kan lebih baik mencegah dari mengobati…ada banyak warung warung kecil di Indonesia yang makanannya bersih…ditutup dan tidak dibiarkan terbuka….dan saya suka makan disitu karena makanan tidak dibiarkan terbuka…
    Untuk komen Ibu AM..saya no comment…karena di Baltyra ada banyak wanita yang menikah dengan bule…dan saya yakin mereka dan saya tidak seperti yang digambarkan AM…salam…

  6. agatha  26 July, 2013 at 10:02

    haha…..
    Lebih keju dari keju? segitunya….
    hi..hi..hi…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.