Indonesia, Menulislah

Risma Purnama

 

Saya sudah hampir menuntaskan membaca buku Indonesia Menulis dan Jatuh Cinta Menulis kiriman EWA kepada saya beberapa hari lalu. Saya dengan cepat membacanya karena setiap bab demi bab membuat saya ingin lebih tahu lebih dalam ,bagaimana ajakan EWA untuk mengajak Indonesia Menulis. Ajakannya  sangat sederhana, hanya menuliskan apa yang ada dipikiran, bukan memikirkan apa yang akan ditulis. Menulis hanya melakukan , tak ada yang lain!

Seringkali kita menghabiskan waktu kita untuk berbicara panjang lebar tanpa pernah mencatat apa yang kita bicarakan. Jika di catat bisa dibagikan untuk orang lain, jika hanya di simpan di kepala hanya Anda sendiri yang akan tahu isi kepala Anda. Jika dibagikan hanya dengan kata kata , mulut ke mulut, orang akan cepat lupa. Sama halnya pejabat Indonesia yang pesiar keluar negeri tapi mendadak lupa ingatan. Sungguh sangat disayangkan, padahal mungkin banyak ide dan buah pikiran yang belum sempat di tuangkan dalam bentuk tulisan.

indonesia menulis

Lima buku dari EWA, salah satunya Indonesia Menulis

 

Dulu saya sangat tak percaya diri mempublish tulisan saya, takut dikritik, dicela, dicemooh dan seribu hantu takut lainnya. Hal ini membuat saya menjadi si ratu alasan untuk menghindari dunia tulis menulis. Sampai seorang sahabat saya mendorong saya untuk menulis, seberapa jelekpun tulisan itu tetap akan ada manfaatnya bagi orang lain. Iya  kan?

Daripada memikirkan korupsi di Indonesia yang semakin merajalela tak berkesudahan, sebaiknya kita menulis saja. Mencatat apa yang telah terjadi, menuangkan isi pikiran. Syukur syukur ada yang ngajak menulis buku bareng seperti saya. Tulisan Andapun bisa akan dibukukan.  Kalau hasil karya Anda kemudian dibajak orang, tak mengapa selama itu bermanfaat bagi orang lain.

 

Indonesiaku, yuk menulis!

 

10 Comments to "Indonesia, Menulislah"

  1. Anthony Lim  28 July, 2013 at 04:43

    Setahu saya, yang membikin orang malas menulis adalah : setelah tulisan kita selesai dan kita edit sendiri, kesulitan terbesar adalah mencari Penerbit yang mau menerbitkan tulisan kita. lebih parah lagi, kalo ini merupakan tulisan pertama kita. dimana faktanya nama kita memang belum dikenal secara luas.

  2. ah  26 July, 2013 at 09:31

    chandra : terlalu banyak penulis di indonesia, sehingga banyak penulis dibayar sangat rendah dan mirip tak bermartabat, sehingga hanya sedikit orang yang bisa hidup dari hanya menulis.

  3. Chandra Sasadara  26 July, 2013 at 08:39

    terlalu sedikit penulis untuk indonesia yg sebesar ini..

  4. Bagong Julianto  25 July, 2013 at 21:54

    Menulis….ayo!
    Menyibak Indonesia, menulisi Indonesia!

  5. Handoko Widagdo  25 July, 2013 at 17:25

    Hanya Lani yang tidak bisa ikut menjadi penulis. Soalnya dia selalu bilang pentulis.

  6. Nur Mberok  25 July, 2013 at 14:14

    ayuuuuuuuuuuuuuukkkk……..

    Setuju banget nehhhhhhhhhh

  7. Dj. 813  25 July, 2013 at 13:57

    Risma Purnama…
    Terimakasih untuk ajakan menulis…
    Dj- setiap hari menulis, sampai kadang bingung, mana yang harus dikirim untuk Baltyra.
    Hahahahahahahaha….. ( Dj. yang sok tahu, hanya guyonan, jangan dipercaya )
    Okay, salam manis dari Mainz dan semoga semangat menulis, terus menulis…!!!

  8. [email protected]  25 July, 2013 at 11:26

    tulisan tangan saya jelek….
    mendingan ngetik aja deh….

    tapi saya lagi malas ngetik…
    mending baca aja deh….

  9. Dewi Aichi  25 July, 2013 at 10:35

    Kok namanya penulis ya…bukan pengetik he he…

  10. J C  25 July, 2013 at 09:32

    Asiiikkkk…paling tidak di Baltyra ini sudah ada total 407 kontributor yang MENULIS (eh, sekarang mengetik ding… )

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.