Papanicolaou

Dewi Aichi – Brazil

 

Jawaban Pemeriksaan Sitologi Ginekologi

Hasil Pemeriksaan,

Diagnosa Klinis : –

Mikroskopik: Sediaan menunjukkan sel-sel epitel cerviks dan endocerviks dengan latar belakang leukosit, limfosit, histiosit TIDAK DITEMUKAN SEL GANAS

Diagnosis Sitologi: Papanicolaou Klas…..

pap_smear

Ini adalah hasil diagnosa yang ke-10 yang saya terima.Lega rasanya setelah mengetahui hasil diagnosa. Papanicolaou atau di Indonesia biasanya disebut dengan istilah Pap Smear, adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui adanya kanker serviks.

Sebaiknya, wanita yang telah dan rutin melakukan hubungan seksual memeriksakan diri secara berkala, minimal satu kali dalam setahun. Apalagi jika sudah berusia di atas 40 tahun, lebih rentan terhadap kanker serviks. Memiliki banyak anak dan seks dini juga salah satu penyebab kanker serviks.

Pap smear di Indonesia biayanya masih sangat murah.Dan hanya dilakukan sekali dalam satu tahun. Maka, sebagai wanita jangan malas untuk memeriksakan diri. Daripada ketahuan terkena kanker serviks setelah parah.

Sudah 2 kali saya melakukan pap smear di Brasil. Sungguh sesuatu yang sangat lain daripada di Indonesia. Di ruang tunggu spesialis ginekolog, banyak sekali anak-anak, remaja maupun wanita yang berada di ruang ini. Anak-anak usia kurang lebih 13 tahun-an juga ada beberapa, kebanyakan usia remaja didampingi oleh ibunya masing-masing untuk melakukan pap smear. Pap smear hanya dilakukan oleh mereka yang telah melakukan hubungan seksual, atau orang yang khusus karena ada kelainan.

Jadi, di Brasil ini pap smear atau mereka menyebutnya papanicolaou sudah sangat umum dilakukan. Remaja usia dini juga didampingi oleh ibunya. Tentu saja ini menandakan bahwa mereka peduli dengan kesehatan alat reproduksi wanita. Menandakan juga bahwa budaya seks bebas di Brasil bukan sesuatu yang luar biasa.

Saat ada kesempatan saya melakukan pap smear di Indonesia, saya bertanya kepada dokter yang melayani saya saat itu.

“Apakah banyak  wanita di sini  melakukan pap smear?”

“Masih sangat rendah bu”, masyarakat sekitar kampung sini jarang sekali yang melakukan pap smear”.

Di Indonesia, jika sudah sampai pada bab alat reproduksi wanita, keperawanan, biasanya mengundang pro dan kontra. Sesuatu yang sensitif. Memicu perdebatan. Seperti pada masalah pap smear ini.

Siapa yang punya pengalaman pap smear di Indonesia? Dokter biasanya akan bertanya, “sudah menikah atau belum?” Itu jika yang akan pap smear masih tampak remaja. Sebab, pap smear memang biasanya dilakukan oleh wanita yang sudah menikah, karena jika sudah menikah, itu sama dengan si wanita itu sudah aktif melakukan hubungan seksual.

Bagaimana dengan wanita lajang di Indonesia? Apakah mereka di larang melakukan pap smear? Di Indonesia, wanita lajang yang melakukan pap smear akan kelihatan aneh. Mungkin juga si dokter atau pihak obstetri dan ginekologi / SpOG (kebidanan dan kandungan), akan bertanya tanya. Jangan-jangan malah diinterogasi sama petugas yang mendaftar, “sudah menikah apa belum?” Wanita lajang itu kan artinya masih perawan atau belum pernah melakukan hubungan seksual.

Hal itu tidak dapat di hindari bahwa di Indonesia masih didominasi pikiran-pikiran bahwa berhubungan seks pra nikah merupakan aib, tindakan yang tidak bermoral. Sebenarnya, jika kita mau mengakui, bahwa di Indonesia juga sudah banyak kasus seks pra nikah, bahkan semakin banyak orang yang melakukannya. Jadi di sinilah konfliknya, antara stereotype, persepsi, dengan fakta yang ada.

Kadang hal ini bisa terjadi di ruang tunggu,” kok memeriksa pap smear, ini kan hanya untuk orang yang sudah menikah!” Siapa tau ada pertanyaan tidak terduga seperti  itu,jika ada remaja yang ingin pap smear. Stigma yang sangat kuat, having sex pra nikah = bukan perempuan baik-baik.

Saya sih ngga heran ya, karena saya tau proses melakukan pap smear. Dalam proses pap smear, akan dimasukan sebuah alat pada vagina  untuk mengambil cairan pada rahim. Dan dalam pelaksanaannya, tentunya pemasukan alat periksa ini kedalam vagina dapat mengakibatkan robeknya selaput dara pada seorang wanita yang belum pernah melakukan hubungan seks. Hal ini lah yang dijadikan alasan, seharusnyalah wanita yang sudah menikah. Menikah berarti sudah melakukan hubungan seksual.

Jika belum menikah, belum melakukan hubungan seksual alias masih perawan. Jadi sudah tau akibatnya, jika masih perawan, tidak akan melakukan pap smear, karena akan berakibat robek nya selaput dara. Jika itu terjadi, artinya hilang keperawanan, dan bagaimana seorang wanita Indonesia diketahui sudah tidak perawan? Kembali ke stigma.

Yang membuat saya risau adalah bagi wanita Indonesia yang belum/tidak menikah tetapi melakukan hubungan seksual. Mereka juga berhak memeriksakan kesehatan alat reproduksi. Tapi anggapan-anggapan sinis bahkan dari pihak pemeriksapun kadang menghambat. Seharusnya periksa dan lakukan saja tugas, yaitu memeriksa pasien. Abaikan pikiran dan pertanyaan, apakah Ia masih lajang atau sudah menikah.

Sebagai pengetahuan tambahan:

 

Ciri dan Tanda Kanker Serviks

cervical-cancer01

Pada stadium dini, gejala kanker serviks tidak terlalu kentara. Butuh waktu 10-20 tahun dari infeksi untuk menjadi kanker. Walau demikian, ciri-ciri berikut dapat dijadikan tanda kanker serviks:

Terasa sakit saat berhubungan seksual,
Mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan badan,
Keluar darah yang berlebihan saat menstruasi,
Keputihan yang tidak normal (berwarna tidak bening, bau atau gatal),

Pada stadium lanjut: kurang nafsu makan, sakit punggung atau tidak bisa berdiri tegak, sakit di otot bagian paha, salah satu paha bengkak, berat badan naik-turun, tidak dapat buang air kecil, bocornya urin / air seni dari vagina, pendarahan spontan setelah masa menopause, tulang yang rapuh dan nyeri panggul.

Infeksi HPV memang tidak mengakibatkan gejala yang kentara. Selain memperhatikan tanda-tanda kanker serviks di atas, ada baiknya Anda melakukan deteksi kanker serviks sejak dini. Ada sejumlah metode untuk mendeteksi atau mengetahui apakah Anda terkena kanker servik, antara lain:

IVA – Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Merupakan deteksi dini yang dapat Anda lakukan di klinik. Caranya dengan mengoleskan larutan asam asetat 3%-5% ke leher rahim, kemudian mengamati apakah ada perubahan warna, misalnya muncul bercak putih. Jika ada, berarti kemungkinan terdapat infeksi pada serviks dan harus dilakukan pemeriksaaan lanjutan.

Pap Smear atau dikenal juga dengan sebutan Papanicolaou test, Pap test, cervical smear, smear test. Pemeriksaan pap smear memiliki berbagai kelebihan: biaya murah, waktu cepat dan hasil akurat. Tes ini dapat dilakukan kapan saja kecuali saat masa haid atau menstruasi; setidaknya satu tahun sekali. Pemeriksaan dilakukan di atas meja periksa kandungan oleh dokter/bidan yang sudah terlatih dengan menggunakan spekulum untuk membantu membuka alat kelamin wanita. Setelah vagina terbuka, bagian leher rahim diusap dengan spatula secara melingkar untuk mengambil contoh sel endoserviks. Kemudian hasil usapan tersebut diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui apakah ada sel abnormal, infeksi atau radang. Melakukan pap smear secara teratur dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker serviks.

Thin prep merupakan metode berbasis cairan yang lebih akurat dari pap smear, karena pap smear hanya mengambil sebagian sel dari leher rahim, sedangkan thin prep memeriksa seluruh bagian serviks. Sampel yang diambil dari leher rahim dimasukkan ke dalam vial / botol yang berisi cairan, kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Di lab, sampel tersebut dijadikan slide dan diberi pewarna khusus agar lebih jelas. Membran khusus digunakan untuk membuat preparat dengan irisan tipis, yang akan memperlihatkan infeksi atau jaringan abnormal. Tingkat akurasi metode ini hampir mencapai 100%.

 

Pencegahan dan Pengobatan Kanker Serviks

cervical-cancer02

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, sebelum Anda terkena kanker serviks, ikuti saran berikut untuk mencegah infeksi virus HPV:

Jaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara konsumsi makanan bergizi. Jalani pola hidup sehat dengan cara makan sayuran, buah dan sereal. Perbanyak makanan yang mengandung vitamin A, C dan E serta asam folat untuk mengurangi risiko kanker leher rahim.

Sebelum menggunakan toilet di tempat umum, selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol. Jangan membersihkan genital dengan air kotor.

Hindari hubungan seks di usia dini. Hindari berhubungan badan dengan banyak partner karena HPV menular melalui hubungan seksual. Hindari berhubungan sex selama masa haid/menstruasi.

Hindari merokok, karena penggunaan tembakau dapat menyebabkan kanker.

Rutin melakukan screening berupa pap smear atau IVA untuk deteksi kanker serviks secara dini.
Vaksinasi dapat dilakukan pada perempuan usia 10-55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun anak sehingga lebih resistan terhadap virus.

Jika Anda sudah dideteksi menderita kanker serviks, jangan khawatir. Sekarang ini sudah ada sejumlah metode untuk mengobati kanker serviks. Pada stadium awal, pengobatan kanker serviks dilakukan dengan cara menyingkirkan bagian yang sudah terkena kanker. Misalnya dengan pembedahan listrik, laser atau cyrosurgery (membekukan dan membuang jaringan abnormal).

Untuk pengobatan kanker serviks stadium lanjut, dilakukan terapi kemoterapi dan radioterapi. Pada stadium akhir atau kasus yang parah maka terpaksa dilakukan histerektomi, yaitu bedah pengangkatan rahim (uterus) secara total agar sel-sel kanker yang sudah berkembang dalam kandungan tidak menyebar ke bagian lain dalam tubuh.

(http://shofiracreamshofira.wordpress.com/2013/03/26/apa-yang-harus-diketahui-tentang-kanker-serviks/)

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

96 Comments to "Papanicolaou"

  1. Matahari  2 August, 2013 at 05:02

    Di Indonesia…belum menikah…identik dengan masih virgin ( walau kenyataan banyak yang belum menikah…tua muda…tidak lagi virgin..)….pemeriksaan pap smear memang dikhususkan untuk wanita yang telah melakukan hubungan sexual…baik sekali maupun aktif…kalau dokter bertanya ke pasien kenapa test pap smear padahal belum menikah…bisa jadi agar tidak dituntut orang tua atau si pasien dikemudian hari….karena bisa jadi pasien tidak tau bahwa test pap smear hanya untuk yang telah pernah berhubungan seksual…atau…bisa jadi pasien tidak tau bahwa untuk test pap smear akan dimasukkan sebuah alat kedalam bla bla bla dan bisa membuat selaput dara rusak….(belum tentu semua orang pernah membaca dengan teliti tentang pap smear..)…tapi kalau dokter bertanya seperti di komen 89…” Apakah orang tua kamu tahu kamu sudah melakukan seks sebelum menikah?”:….ini masuk kategori dokter preman….harusnya dia buka praktek perdukunan…khusus menerima pasien pasien type mak Lampir…dan gendruwo…

  2. Lani  1 August, 2013 at 21:20

    94 LINDA : iyooooooo bener Lin, klu perlu kedokter sama bawa lak-ban wakakakak………….

  3. Linda Cheang  1 August, 2013 at 20:47

    Lani : plester mulutnya dokter interogator? ide yang bagus, hihihihi….

  4. Lani  31 July, 2013 at 22:55

    92 HENNIE : yg penting dokternya gak genit……..gak tanya macam2 yg tdk mutu spt dokter di Indonesia……….yg penting dokternya menjalankan tugas sesuai dg jabatannya

  5. Hennie Triana Oberst  31 July, 2013 at 21:14

    Dokterku cowo semua di sini. Untungnya gynecologist-nya nggak genit.

  6. Lani  30 July, 2013 at 11:46

    88 AL : gak usah bingung…….mmg gitulah dirumah ini, tulisan jejeg-jeg………bs jd melebar kemana-mana dan ambyaaaaar, tdk ato disengaja…………klu terlalu jejeg kehilangan kharismanya……….apalagi klu kang Anuuuuuu dan lurahnya ndak ikutan………wah, kayak makanan tanpa garam sepooooooooo………..hahaha………..

    Dulu obygin ku cowo tuek, orgnya baik banget, penuh perhatian, lagian tiap priksa suami mendampingi………..tp skrng dokternya wedog……….jd ndak ada rasa risih blasssssssss………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.