Bahasa Warna Nirwana

Faizal Ichall

 

Sudah lama kita tidak bermain huruf membuat kata bersama-sama. Seperti saat kita kecil dulu, saat kita sama-sama kelas 1 sekolah dasar yang sedang bermain kepingan huruf dan angka seperti puzzle. Kemudian kita malah saling berebut kepingan itu dalam menyusun kata-kata, berselisih dalam memahami kata-kata. Bisa juga semua itu cuma karena salah paham.
alphabet-animals
“Nama ku bukan dengan huruf itu.”

“Pinjam huruf itu, aku mau menyusun nama ku.”

…Sampai saat kita memaknai ajaran apa yang klita pahami untuk memaknai sesuatu yang harus kita ingat untuk menandainya;

“Kata mama ku, huruf kiu’ (Q) itu seperti huruf oo’ (O) atau angka ‘enol (0) cuma dipakein kumis”.

“Kalo kata mama ku malah huruf kiii’ (q) itu seperti huruf gee’ (g) cuma gak ada gagang pestolnya”.

Ego dari paham-lah yang membuat sesuatunya menjadi salah di antara kita.

Kita menertawakan bersama satu kata yang lucu, satu kata yang terasa sangat aneh, bahkan kata-kata yang seringkali dilarang saat kita ucapkan.

Kita menyayangkan kurangnya kepingan huruf yang menampung satu bentuk dari kata-kata yang membuat kalimat paling puisi saat itu bagi kita. Kita mengakalinya dengan kepingan huruf yang ada, memperkirakan agar terbaca seperti yang kita tahu.

Kita menemui titik jenuh saat itu, titik yang seperti berulang menghalangi laju kata mengisi baris-baris pada kalimat, kita kumpulkan kepungan-kepingan huruf itu, memasukannya ke dalam kantung keresek salah satu toserba.

Kali ini kita bermain warna dengan gambar dari bahasa pikiran kita. Ah! Kita takjub dengan warna nirwana ini, seperti lintasan lengkung pelangi yang menghubungkan dua gunung.

Dan semua pada akhirnya baik-baik saja.

 

9 Comments to "Bahasa Warna Nirwana"

  1. anoew  29 July, 2013 at 08:23

    terbayang betapa susahnya hidup ini kalau tidak ada huruf alfabet.

  2. Lani  29 July, 2013 at 02:53

    MAS DJ, DA, AKI BUTO : wakakakak……….pdhal lurah kita plg seneng mbahas yg lain2-nya itu kkkkkkkk………..

  3. J C  28 July, 2013 at 19:50

    Walaaaahhh malah mbahas yang lain-lain…

  4. Dj. 813  27 July, 2013 at 21:49

    Mbak DA…
    itu jamur mbak….
    Kan warnanya ungu…
    HHahahahahahahahahaha….

  5. Dewi Aichi  27 July, 2013 at 21:41

    pak DJ wakakakaaka..lha kok kayak yang di manajemen kemarin itu lho

  6. Dj. 813  27 July, 2013 at 21:12

    Mbak DA..
    bukan kumis, tapi pistolnya yang kebawah…
    Kalau jamur ini seperti pistol keatas…
    Indah bukan…???
    Jamur lho ya, jangan mikir yang lain….
    Hahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz.

  7. Dewi Aichi  27 July, 2013 at 19:44

    Ohh..tidak..Q itu berjenis kelamin laki-laki, karena ada kumisnya…

  8. Handoko Widagdo  27 July, 2013 at 11:27

    Kalau begitu Q itu berjenis kelamin perempuan ya? Kan tidak ada gagang pestolnya?

  9. Lani  27 July, 2013 at 09:47

    satoe bahasa

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.