Ahok

Meitasari S

 

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, sosok ini begitu mencuri hati. Keberanian, kelugasan, kecerdikan hingga ketulusannya sungguh membuat saya bergumam, Syukur kepada Tuhan … Masih ada orang seperti dia dikirimkan untuk menyegarkan dan memperbaharui dunia (baca: Jakarta) yang amburadul.

Tak kurang dari sopir bajaj, mahasiswa, KOMNAS HAM, pengusaha, pegawai negri hingga pejabat DPRD ia ajak duel argumentasi. Jawaban-jawaban Ahok sungguh bukan jawaban ngawur. Ia tak gentar dan sangat menguasai suatu permasalahan. Tidak sekedar maido alias mencela. Ia berusaha memberi solusi. Ia pun rela merogoh kocek sendiri demi kepentingan orang banyak. Tak sudi dengan iming-iming duniawi.

ahok1

“Saya digaji untuk melayani.” Itu ungkapan tulusnya. 

Salah satu penyataannya yang membuat saya sangat terkesan: (Intinya saja ya .. hahaha… habis kebanyakan video yang ditonton sih!)

“Kita sebagai warga Jakarta harus merasa sebagai keluarga. Jangan ada yang kelaparan didiemin ada yang kebanjiran dicuekin.” 

Bukan sama rata, tapi harus berkeadilan sosial!

Pernyataan ini sungguh pernyataan yang mak jleb buat saya. Ternyata masih ada pemimpin yang benar-benar peduli pada rakyat miskin dan menderita. Bukan hanya kata-kata, juga bukan pula sekedar rencana, tapi ia mewujudkannya.

Setelah menonton video-video yang diunggah di youtube, saya harus mengakui : Ahok adalah sosok pemimpin yang cerdas.

Seorang host sebuah talk show tersohor (yang katanya pintar dan membuat keder seorang calon presiden) dibuatnya  keok. Saat mewancarai Ahok, ia terkesan ingin tampil lebih pintar atau sok pintar, tapi justru terlihat bagai orang yang tak berkualitas. Pertanyaan-pertanyaannya justru menjadikan host itu bahan tertawaan sinis para komentator.

Lawan politik yang berusaha menjatuhkan lewat isu SARA justru terjerembab, terperangkap dan akhirnya lenyap……

Luar biasa! Saya semakin penasaran, bagaimanakah alam membentuknya?

Jawabnya saya temukan pada rekaman video: The Power of Integrity.

Saya mengambil inti dari video ini. Bahwa integritas serta keyakinan akan sesuatu yang baik, dibarengi kekuatan doa,  akan menjadi mesin panser yang begitu hebat menghadapi musuh yang sulit terkalahkan : kerakusan, kebodohan, kemiskinan dan kemalasan yang telah mengakar dan beranak-pinak. Bukan cuma pejabat dan pengusaha yang rakus, tapi juga masyarakat yang miskin ditambah malas dan bodoh.

Sungguh serasi sekali Ahok berpasangan dengan Jokowi, Gubernur DKI yang kalem. Seperti kekuatan Yin dan Yang. Saling melengkapi.

Semoga Jakarta Baru dilanjutkan Indonesia Baru segera terwujud.

(Berharap bisa bertemu dan belajar banyak dari AHOK)

 

Semarang 25 Juli 2013

(Membayangkan suamiku yang mirip Ahok dilihat dari Monas – dan yang lihat seorang buta yang pakai kacamata plus… hahahaha)

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

57 Comments to "Ahok"

  1. Silvia Utama(SU Bumi)  12 August, 2013 at 15:57

    Suka sama Ahok. Ga suka sama pejabat yg mementingkan diri, klg dan partai sendiri doang.

  2. Nur Mberok  6 August, 2013 at 13:09

    HAi Yuci : akhirnya nongol juga ya disini… heheheh iya setuju denganmu …

  3. yuci  6 August, 2013 at 01:10

    indonesia butuh pemimpin2 dan pemegang2 wewenang yg seperti jokowi dan ahok.

  4. Nur Mberok  5 August, 2013 at 12:02

    Kang Anow : sama…..

  5. Nur Mberok  5 August, 2013 at 12:02

    Evi, iya kepedulian dan kecintaannya pada kaum miskin membuat saya terharu…
    Memang Ahok luar biasa

  6. anoew  4 August, 2013 at 14:23

    Bangga punya seorang Ahok di negeri ini yang berani bersuara dan berani “gila”

  7. Evi Irons  3 August, 2013 at 12:26

    Ketika seseorang sedang berada dibawah mereka berencana untuk menolong orang yang menderita tapi setelah mendapatkan kedudukan dan kekayaan malah berubah menjadi angkuh dan ingin dihormati, disanjung dan diperlakukan bak seorang raja, meraup sebanyak-banyaknya untuk menambah kekayaan dirinya sendiri. Ahok tidak gila kekayaan tapi dia punya perhatian dan kepedulian yang besar terhadap sesamanya untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan layak. Ahok pernah jatuh sakit tidak bisa berdiri dan dibawa ke pshykolog, ternyata sakitnya karena hatinya pedih melihat orang menderita dan beliau bangkit dan bertekad supaya dapat menolong orang sebanyak mungkin.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.