Tauge

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA . . .

Semoga anda ada sehat semuanya….Pada musim panas ini, sering tauge yang kami beli, belum sempat dimasak semuanya, sebahagian (sisanya) sudah membusuk, walau disimpan di dalam kulkaas. Karena yang di jual di Asia Toko, tidak ada bungkus yang kecil, paling kecil 1 Kg., akhirnya selalu ada sisa yang sudah membusuk.

Olehnya saat makan siang, seperti biasa sambil ngobrol, maka si Ragil bertanya, bagaimana cara bikin tauge sendiri, apa mungkin…??? Maka Susi ceritakan, bukan hal yang sulit, karena kami memiliki alat semacam rantang dari plastik susun, dengan lobang drainage, agar air yang berlebihan dimana kacang ijonya ditaruh, bisa meluap ke bawah. Rantang ini khusus untuk bikin kecambah (Tauge).

Dj. malah yang bengong, karena seingat Dj. barang tersebut sudah lama dibuang, eeee… ternyata Susi masih simpan di gudang, rapi dibungkus dengan plastik. Olehnya, besok siangnya, Dj. dan Ragil sambil jalan kaki, mampir ke Asia toko untuk beli kacang ijo.

tauge01

Dj. kasi kesempatan si Ragil untuk berpikir sendiri, bagaimana kira-kira caranya…..Ternyata dengan cara berpikirnya, dia bilang logis, kacang ijonya dicuci dan ditempatkan di tingkat 1 dan direndam dalam air. Foto di bawah ini, setelah kacang ijo dicuci dan ditempatkan di rantang plasti yang mana ada lobang (tanda panah). Agar air yang berlebihan, mengalir ke bawah, sedang air di tempat tersebut masih ada sedikit, agar kacang ijo tetap basah.

tauge02

Maka dalam 24 jam sudah bisa dilihat hasilnya, walau baru muncul sedikit kecambahnya. Kecambah masih sangat halus, keluar dari kacang ijo, seperti cacing… hahahahahaha…!!! Malam (sebelum tidur), airnya bisa diganti, agar besok pagi, tetap segar .

tauge03

Apabila anda setiap 2-3 hari membutuhkan tauge, maka anda juga bisa menyiapkan kacang ijo yang sudah dicuci dan tetap basah di tingkat 2 dan untuk hari ke empat di tingkat ke 3 (paling atas). Jadi dengan demikian, anda selalu memiliki tauge segar, saat anda membutuhkannya. Tauge di tingkat 1, bila siap digunakan, maka kacang ijo ditingkat 2 dan 3 bisa diturunkan. Demikian seterusnya, sangat mudah bukan? Anda bisa menikmati tauge setiap saat. Akan bikin oseng-oseng, gado-gado, soto, rawon atau apapun yang memerlukan tauge, maka anda tidak perlu beli lagi.

tauge04

Dengan membikin kecambah sendiri, maka kita bisa menggunakannya bila perlu dan bahkan masih segar. Maksudnya, kalau untuk makan rawon, ya jangan terlalu lama menunggu sampai akarnya (kecambahnya) terlalu panjang. Untuk makan bersama soto, bolehlah sedikit panjang, untuk gado-gado, atau bikin oseng-oseng, memang harus panjang (terserah).

Nah ini di hari kemudian, sudah kelihatan seperti tauge untuk makan dengan rawon, karena kecambahnya belum terlalu panjang.

tauge05

Jujur saja, untuk membersihkan kecambah dari kulitnya, harus memiliki kesabaran, karena makan waktu cukup banyak. Tapi hasilnya cukup memuaskan. Kiri kecambah yang sudah bersih dan kanan kulitnya….

tauge06

tauge07

Nah…. sekarang bila anda ingin makan rawon, silahkan ambil sendiri ya …. Dj. sudah sediakan Rawonnya.

tauge08

Kecambahnya masih ada banyak di dapur, jangan khawatir….

tauge09

Sambal dengan tomat dan air jeruk (lemon), hati-hati, karena sangat pedes (kata Susi)

tauge10

Tempe Medoan, rezept dari yu Lani dan caranya diajari oleh anak Dj. si Krist (Esti) yang di Purwokerto. Sangat enak, gurih dan kemripik, baik kemiri dan juga daun bawangnya, sangat terasa. Lebih dari itu, Dj. juga bubuhhi irisan daun jeruk, jadi semakin enak, tapi ini medoan ala Dj.

Hhhhhhmmmm lecker…!!! Sayangnya, sampai di meja makan, hanya sisa separoh. Yang separoh sudah dimakan oleh Pambres…. hahahahahahaha…!!! (bukan Pambres ding, tapi Dj.)

tauge11

Makan rawon dengan krupuk udang memang enak, tapi dengan krupuk yang di bawah ini, lebih enak lagi. Entah apa nama krupuk ini, tapi merknya “Tali Mas”, dapt kiriman dari belanda, hanya harus goreng sendiri. mPek Dul, mbakyu NU2K atau anda yang tinggal di belanda, mungkin lebih tahu.

tauge12

Sugeng dahar… mugi panjenengan sadoyo kerso, (Selamat makan, semoga anda semua suka). Memang benar, rawon tanpa kecambah, ya ada yang kurang ya, benar kan…??? Kurang kecambahnya…. hahahaha…!!! Jangan ada yang ngedumel ya, kalau Dj. selalu pamer makanan, sebenarnya ini maunya pamer tauge, tapi larinya ke rawon juga.

Nah silahkan, siapa mau makan kecambahnya saja juga boleh, kalau doyan…..Hahahahahahaha…!!! (maaf, hanya guyonan, kok ada yang cemberut sih…., senyum dong…. cemberut, bikin cepat tua lho).

Okay…

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu setia menayangkan oret-oretan Dj. Dan… jelas kepada anda semua, baik yang senang dan juga yang tidak senang dengan oret-oretan Dj., Dj. ucapkan beribu TERIMAKASIH . . . ! ! !

Ini satu porsi, silahkan siapa yang sudah lapar, boleh ambil duluan… Yang puasa, sedikit sabar ya, kan belum waktu buka….

Krupuk dan emping tidak Dj. pamerkan lagi di piring, karena hanya akan menutupi yang lainnya.

tauge13

Dj. harap, anda semua di Baltyra, ada selalu sehat dan selalu di bawah naungan Berkat dan Kasih Allah Bapa.

 

Salam tauge… dari Mainz, hahahahahaha…!!

Dj. 813 (pemakan tauge)

tauge14

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

93 Comments to "Tauge"

  1. Lani  5 August, 2013 at 04:37

    MAS DJ : BAKWAN di Semarang mmg dinamakan BADAK………pdhal cm campuran bbrp macam sayuran, dgn tepung terigu dan endog……trs digoreng satu2, klu perkedel jagung dicampur pakai udang mmg jossssssssssssss………gandossssssssssssss

  2. Dj. 813  5 August, 2013 at 03:10

    Mohon maaf…
    Nulis nama mas Iwan juga masih salah…

    Yang benar..

    I – w – a – n S – a – t – y – a N – e – g – a – r – a K – a – m – a – h .

    Dan ini foto saat di zoo hari ini.
    Susi dan cucu David.

  3. Dj. 813  5 August, 2013 at 03:02

    Matahari Says:
    August 4th, 2013 at 15:32

    Pak Djoko….mungkin saja benar keluarga pak Djoko keturunan orang yang panjang umur…mudah mudahan dan kita doakan…tapi juga harus diimbangi dengan disiplin diri ya Pak..…misalnya seperti yang dinasehati pak Iwan ( pak Iwan apa ya..lupa ….nama lanjutannya karena panjang…..he he ternyata…size does matter….) supaya mengurangi daging2an…itu benar sekali..dan percayalah…pak Djoko masih akan hidup lama….orang yang sakit sakitan justru orang yang sangat kuat…kalau tidak kuat…hari ke 3 sakit sudah KO…Ingat peribahasa German:” Knarren Wagen laufen die längste”..
    ————————————————————————————–

    Ibu Matahari….
    Selamat Malam dari Mainz…
    Mohon maaf, baru balas…
    Tadi pagi, seperti biasa, ngumpul sarapan bersama.
    Hanya si ragil yang tidak ada ditengah kami, karena dia ke Paris bersama teman-temannya.
    Nah, setalah sarapan, masih ngobrol kiri-kanan, tau-tau si Dewo bikin idee, untuk pergi ke Frakfurte ZOO.
    Akhirnya kami rame-rame ke Frankfurter ZOO denga KA ( S8 )
    Sunggu idee yang sangat bagus, bisa jalan-jalan bersama anak-anak dan cucu-cucu.
    Terutama untuk cucu david yang sudah berumur 7 tahun lebih.
    Dia sudah banyak mengerti dan bergairah melihat banyaknya binatang.

    Okay, kembali ke thema…
    Terimakasih untuk semua doanya…
    Jarang-jarang orang mendoakan Dj. seperti ibu Matahari….
    Kecuali Susi, jelas, karena dia istri Dj.
    Dj. selalu dibikin heran, dengan kata-kata mutiara yang ibu Matahri miliki.
    Sangat benar … Hebat…!!!
    Tapi yang sring digunakan untuk orang seprti Dj., biasannya kalimat ini.
    Unkraut vergeht niicht…. Hahahahaha…!!!

    Ada juga yang bilang…
    ” Was einen nicht tötet, macht einen nur stärker ”
    Hahahahahahahahah…!!!

    Mengenai nama mas Iwan, memang panjang tapi berapa Cm. tolong diukur sendiri.
    Iwan Satiya Negara. nah sillahkan ukur..
    Atau…

    I w a n S a t i y a N e g a r a.

    Masih kurang panjang ???

    I W A N S A T I Y A N E G A R A .

    Hahahahahahahaha….!!!

    Salam manis dari Mainz.

  4. Matahari  4 August, 2013 at 15:32

    Pak Djoko….mungkin saja benar keluarga pak Djoko keturunan orang yang panjang umur…mudah mudahan dan kita doakan…tapi juga harus diimbangi dengan disiplin diri ya Pak..…misalnya seperti yang dinasehati pak Iwan ( pak Iwan apa ya..lupa ….nama lanjutannya karena panjang…..he he ternyata…size does matter….) supaya mengurangi daging2an…itu benar sekali..dan percayalah…pak Djoko masih akan hidup lama….orang yang sakit sakitan justru orang yang sangat kuat…kalau tidak kuat…hari ke 3 sakit sudah KO…Ingat peribahasa German:” Knarren Wagen laufen die längste”..

  5. Dj. 813  3 August, 2013 at 23:31

    Mas Bagong…
    Matur Nuwun mas…
    Dj. mikir-mikir kok pakai appartment…???
    Sekarang Dj. baru ngeh, yang mas Bagong maksudkan itu rantang kan…???
    Hahahahahahahahahahaha….!!! Paling bisa.
    Bisa jadi memang demikian mas, Thokolan dari kata Thukul, ( tumbuh) dan bukan Thukul pelawak kan….
    Hahahahahahaha……!!!

    Boleh nambah…??? Bolah mas, nambah sepuasnya….
    Mumpung masih ada… hahahahahahaha…!!!
    Salam manis untuk keluarga di Sekayu.

  6. Dj. 813  3 August, 2013 at 23:25

    Lani Says:
    August 3rd, 2013 at 06:19

    79 GIE : ya betul sbg campuran bakwan klu di semarang dinamakan badak
    ————————————

    Yu Lani…
    Dj. malah belum pernah dengar itu “badak” ???
    Susi sering bikin Bakwan, hanya saja Dj. tidak bisa makan banyak, karena selalu banyak minyaknya.
    Jadi eneg……
    Tapi Susi dan anak-anak, semua senang makan bakwan, dengan jagung atau udang…
    Hhhhhhmmmmm…!!! Dimakan dengan cabe rawit ya yu…
    Hahahahahahahahaha…!!!
    Salam manis dari Mainz yu.

  7. Dj. 813  3 August, 2013 at 23:22

    ugie Says:
    August 3rd, 2013 at 05:52

    wah , tauge buatan sendiri ? Salut buat pak Dj

    hmmm … nanti2 pingin buat sendiri juga ah ,kalo saya tauge dibuat bakwan sayuran tuh.
    —————————————————————————————————

    Hallo mbak Ugire…..
    Terimakasih sudah mampir…
    Nah ya, semua perlu dicoba dan ternyata gampang dan hasilnyapun tidak mengecewakan.
    Silahkan mbak Ugie coba, pasti puas deh.
    Salam manis juga untuk mas Digit ya…

  8. Dj. 813  3 August, 2013 at 23:16

    Ibu Matahari, mohon maaf ya, karena barusa sampai rumah dan mandi, baru buka Baltyra.
    Seharian sembunyi di Mal dan Super Market ( IKEA ), karena diluar sangat puanas… hahahahahaha….!!!!

    HALELUYA. . . ! ! !
    AMEN . . . ! ! !
    Untuk doa-doanya, belum pernah ada yang meramalkan sedemikian hebatnya.
    Memang benar, umur orang tidak ada yang bisa tahu, karena TUHAN sajalah yang empunya.
    Dalam keluarga Dj., si mbah sampai 104 tahun dan anaknya ( ibu Dj. ) sampai 94 Tahun.
    Jadi ada peluang untuk umur panjang kan, kalau diturunkan gen dari mbak dan ibu…. hahahahahaha….!!!
    Jadi ingat mertua, yang laki tidak pernah sakit dan selalu bergerak, sibuk kerjakan apa saja.
    Kami bilang tida gola kerjaan, tidak bisa diam nganggur. Dia meninggal pada umur 62 tahun.
    Sedang istrinya ( mama Susi ), sering sait ini dan itu, padahal dia dulunya perenang Jerman.
    Karena dia sering sakit dan kalau lihat entah berapa pil yang dia harus minum setiap hari.
    Tapi dia meninggal pada umur 84 tahun, untung sempat ke Indonesia.
    Orangnya baik, hanya sulit diajak keluar rumah.
    Kalau sebulan bisa 2-3 kali keluar rumah itu hebat sekali, jadi kami yang selalu datang kerumahnya.

    Semoga apa yang ibu Matahari katakan didengar TUHAN, tapi kapanpun TUHAN panggil, Dj. siap.
    Memang benar, Dj. juga sangat dimanja oleh anak-anak yang sehat-sehat.
    Tadi pagi juga ngumpul sarapan bersama dan setelah itu sama-sama ke IKEA, dari IKEA ke METRO,
    dari METRO ke ALDI dan dari Alsi ke REAL… Seharian keliling.
    Karena Susi juga liburan, anak-anak liburan, cucu liburan….
    Belum cukup dengan itu, mereka sudah merencanakan besok juga sarapan bersama ditempat kami.
    Yang saat ini sangat menghibur Dj. adalah cucu SARAH…
    Dia sangat lucu dan sudah kenal suara Dj. kalau nangis dan Dj. panggil namanya, dia senyum , bahkan tertawa.
    Tadi juga, keliling IKEA Dj. gendong sampai tertidur di gendongan Dj.

    Okay… salam manis dari Mainz dan semoga ibu Matahari juga sehat selalu.

  9. ugie  3 August, 2013 at 14:27

    Yu Lani : haa??? badak ? kog perhewanan jg masih tetap dibawa2 ya dalam makanan ..

    wes tekan ngendi iki le nglencer ? Sehat ceria selalu ya

  10. Bagong Julianto  3 August, 2013 at 07:55

    KangMas Dj,
    (Benar ‘kan) thokolan yang ayu-ayu, mulus dan kempling ini ternyata diproduksi sendiri.
    Pakai apartemen lagi, 4 lantai. Lantai 1 s/d 3 berpenghuni.
    Basementnya drainase.
    Thokolan, saya coba terka asal-usul kata ini.
    Thokol, mungkin dari kata thukul.
    Thukul artinya tumbuh.
    Tumbuh diawali dengan berkecambah.
    Thukulan yang buanyaaak sekali akhirnya jadi thokolan….
    Hahaha ini ilmu aji pengawuran, othak-athik gathuk….
    Pernah makan soto rawon. Minta tambah thokolannya.
    Dikasih banyak. Dikremus lebih dulu thokolannya, baru tambahi sesendok duduh rawon.
    Sensasi enaknya beda.
    Tapi jelas enak dan enak. Hahahaha.
    Jadi lihat masakan KangMas Dj ini, boleh nambah ya?!

    Suwunnnn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.