Oase di Tengah Gurun

Diday Tea

 

Dear Warga Baltyra, ini postingan pertama saya di Lensa & Fotografi.

Sebelum pergi meninggalkan Tanah Air tercinta, tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau foto-foto di bawah ini adalah foto sebuah Negara di tengah gurun. Yang terbayang pasti gurun itu tandus, penuh pasir, gersang, panas deh…Ternyata, hijau sehijau hijaunya (kalau di tempat yang hijau…hehehe).  Daerah di antara kota, ya memang seperti gurun pasir pada umumnya, hanya ada hamparan pasir coklat muda yang terbentang sepanjang jalan.

Qatar 1

 

Tapi, ternyata ruang hijau untuk umum ternyata sangat banyak, di sini banyak taman- taman yang indah.

Qatar2

 

Pemerintah sangat memanjakan warganya agar bisa menikmati ruang public yang nyaman.

Qatar3

Foto di atas ini adalah pemandangan utama di Doha, ibu kota Qatar. Saya ambil dengan teknik stitching.

 

Qatar4

Foto ini adalah suasana Bazaar Sabtu pagi (dwi mingguan) di area Museum Islamic of Art, masih di Doha.

 

Qatar5

Foto di atas adalah salah satu sudut di sebuah taman kota Rumailah Park, masih di Doha juga…

 

Qatar6

Ini adalah salah satu landmark Qatar, gedung Museum of Islamic Art.

 

SONY DSC

Ini adalah panoramic view dari Aspire Park, ada danau besar di tengah- tengahnya, area jogging, running track yang super nyaman, playground. Ah, pokoknya serasa di luar negeri deh. Hehehe…

 

SONY DSC

Ini adalah area Corniche. Area perkantoran utama di Doha. Doha adalah kota yang kecil, dan area cornice ini adalah landmark utama di Doha, kota paling besar di Qatar.

 

Qatar123

Yang terakhir ini, adalah Doha skyline. Pusat ngumpulnya orang-orang yang tinggal di Qatar.

Semoga warga Baltyra bisa menikmati hasil jepretan saya.

 

O iya, Body Camera yang saya pakai:

Sony NEX5, 18-55mm & 16mm.

Nikon D2hs, 50mm/1.4, Tokina 11-16mm. Tokina 10-17mm, Nikkor 135mm AIS MF.

 

Semua foto di atas under copyright of @didaytea yaa…

 

Salam

Diday Tea

www.didaytea.com

 

20 Comments to "Oase di Tengah Gurun"

  1. didaytea  1 August, 2013 at 07:48

    Om Dj juga fotografer kan.. ?

    Di musim panas, mungkin memang orang yang betul- betul penggemar jogging yang masih berani jogging di tengah hari.

    Di musim dingin (Oktober-Maret) cuaca di Qatar sangat enak. Rata- rata suhu hanya 10-20 degC saja. Cuma belum ada salju saja….

  2. Lani  1 August, 2013 at 04:11

    18 MAS DJ : aku tambahi ya…….mengap-mengap……megap-megap……..mengkap-mengkap…….unjal ambegan…….halah begitulah boso jowo banyak sekali cara mengungkapkannya

  3. Dj. 813  1 August, 2013 at 03:30

    Kang Diday Tea …
    Terimakasih untuk foto-foto nya yang indah-indah…
    Dj. jujur tidakbisa membayangkan, anda tulis ada area jogging, running track
    Yang Dj. maksud, bagaimana bisa Jogging dan Running di udara yang pasti sangat puanas bukan…???
    Kalau di Mainz, dengan suhu 33°C -35°C sudah mengap-mengap…. hahahahahahaha…!!!
    Tidak bergerak sudah kringetan, bagaimana kalau jogging.?
    Tapi mungkin juga soal kebiasaan ya…
    Salam Sejuk dari Mainz, yang mana malam ini hanya 17°C

  4. Hennie Triana Oberst  31 July, 2013 at 21:08

    Bagus dan bersih sekali kotanya.

  5. Matahari  31 July, 2013 at 20:52

    Foto fotonya bagus…hijau dimana mana dan….kotanya bersih…tidak kelihatan ada sampah

  6. Handoko Widagdo  31 July, 2013 at 12:44

    Terima kasih untuk kiriman foto-fotonya Diday Tea.

  7. Sumonggo  31 July, 2013 at 11:18

    Mas Diday, seandainya kita tahu betapa mahalnya “mengubah” gurun pasir menjadi hijau mungkin kita tidak akan menyia-nyiakan anugerah Tuhan untuk negeri kita.
    Oya, saya barusan membaca buku kisah hidup Buya Hamka di “Ayah” tulisan Irfan Hamka, mengenai pengalaman saat dikejar badai gurun dalam perjalanan darat bermobil dari Baghdad ke Mekkah untuk naik haji.

  8. Lani  31 July, 2013 at 11:03

    12 Bener juga………banyak duit, mau pakai cara apa saja bisa dan mampu……..

  9. didaytea  31 July, 2013 at 10:48

    Tapi beneran, ada yang nyapu pake sapu manual juga. Barengan sama yang pake mesin. Ada tiga orang. Yang nyapu pake mesin, yang memungut sampah, sama yang nyapu pasir/debu.

    Ya namanya juga negara kaya,apa pun pake duit bisa…hehehe.

  10. Lani  31 July, 2013 at 10:43

    6 jelas jalanan disapu pakai mesin…………..klu msh pakai tenaga manusia spt dikebanyakan tempat di Indonesia bahu-ne teyol tenan…………..opo malah semplak??????? tp njur tukang pijet larisss manissss tanjung kimpul………..kkkkkk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.