Segera Terbit: Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara

Josh Chen – Global Citizen

 

 

Judul: Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara

Penulis: Aji ‘Chen’ Bromokusumo (Co-author: Novie Chen & Ennita ‘Peony’ Wibowo)

Penerbit: Kompas (Penerbit Buku Kompas – PBK)

Tebal: XXV + 189 halaman

coverbuku

 

“And I learned to love Indonesia while flying kites and running along the paddy fields and catching dragonflies, buying satay and baso from the street vendors. I still remember the call of the vendors. Satay!

I remember that. Baso!”

Tepuk tangan membahana dan gelak tawa terdengar ketika Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut dua nama penganan khas Indonesia saat berpidato di Balairung Universitas Indonesia, 10 November 2010 silam. Siapa sangka bahwa sate dan bakso adalah makanan favorit Obama dari masa lalunya, masa Barry kecil masih tinggal di daerah Menteng, Jakarta, bersama kedua orang tuanya. Kenangan ini ternyata tak terlupakan sepanjang hayat.

Pada masa kunjungan Presiden AS ke-44 itu ke Indonesia, mungkin untuk pertama kali dalam jamuan makan kenegaraan disajikan ”makanan rakyat” yang disukai sang Tamu Negara. Bakso hadir di atas meja makan berformat fine dining.

Budaya dapur Nusantara banyak sekali dipengaruhi oleh budaya kuliner Tionghoa dan Belanda. Pengaruh dari dua kebudayaan asing ini kuat mengakar dan bertransformasi menjadi salah satu identitas yang baru sama sekali. Kuliner Indonesia hasil akulturasi dengan budaya Tionghoa dan Belanda ini kemudian menemukan bentuknya sendiri yang tidak dapat ditemui baik di dapur Tiongkok ataupun Belanda yang asli.

 

Nukilan di atas adalah sekelumit dari bagian buku “Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara” yang akan segera terbit bulan September 2013. Proses yang panjang selama kurang lebih delapan bulan semenjak saya menerima e-mail dari Penerbit Buku Kompas di penghujung akhir 2012. Jika dihitung dari mengirimkan naskah ke beberapa penerbit, kira-kira sudah setahun.

Sejak akhir 2012 dan sepanjang beberapa bulan, tidak terhitung lagi berapa kali pertemuan di markas besar Penerbit Buku Kompas di Palmerah dan komunikasi e-mail. Naskah yang saya pikir sudah lumayan matang setelah beberapa bulan sebelumnya diskusi intensif dengan dua ‘partner-in-crime’ saya, yaitu pak Handoko Widagdo dan Endah Raharjo, ternyata diobrak-abrik total. Pembagian bab, pemilihan kata, alur informasi tak ada ampun dan tak ada yang terlewatkan. Setelah beberapa kali bertemu, akhirnya ketemu pola yang pas dan disepakati antara saya dan PBK.

cover

Tahap berikutnya yang tidak kalah melelahkan dan membutuhkan kesabaran luar biasa adalah memilih dan memilah ribuan foto koleksi saya, jepretan dari tahun 2007 sampai yang terakhir 2013, sungguh menyebabkan ‘migraine’ mendadak dan mata kepyur-kepyur. Proses selanjutnya adalah mengategorikan foto-foto tersebut dalam folder-folder dan me’resize’nya untuk ditempel langsung di naskah demi mendapatkan gambaran deskripsi naratif dan bentuk aslinya. Tidak ketinggalan ngubek-ngubek beberapa tambahan foto dari Wikipedia.

Secara simultan dan paralel, saya juga berkomunikasi dan berdiskusi dengan dua co-author yang dengan segenap hati melengkapi resep-resep unik plus foto-fotonya. Dua sahabat ini luar biasa sekali dukungannya. Penasaran siapa dua sahabat ini? Ayo beli bukunya ya, nanti pasti tahu siapa mereka…hehehe… Tidak ketinggalan desain cover buku juga saya konsultasikan dengan sobat baik di kantor yang memang spesialis graphic design. Beberapa foto dan ide saya untuk cover diterjemahkan dengan sempurna olehnya.

Akhirnya kira-kira dua minggu lalu saya mendapatkan kiriman dummy book untuk final review and finalisasi dan mendapatkan kabar bahwa buku ini akan segera terbit September 2013. Terbayar sudah penelitian intensif saya dari tahun 2006 – banyak tulisan dalam buku ini ditulis sekitar 2006-2009 – dan pembelajaran otodidak saya semenjak kecil.

Tak terkirakan rasa terima kasih saya kepada semua pihak sehingga buku ini dapat terbit. Terutama adalah dukungan istri tercinta beserta anak-anak kami yang tak berkesudahan, terutama dari segi moral dan semangat. Akan sangat berkepanjangan jika seluruh pihak yang mendukung ditulis di sini. Selengkapnya ada di dalam buku ini.

Buku ini akan dibanderol seharga Rp. 98.000 (full color). Pembelian sekarang (pre-order) akan mendapatkan discount 30% plus autograph, menjadi seharga Rp. 68.600 dibulatkan menjadi Rp. 69.000 ditambah ongkos kirim dengan kurir seharga Rp. 20.000 (diambil rata-rata), jadi total Rp. 89.000. Perkecualian untuk pembelian lebih dari 1 (satu) buku, ongkos kirim di kisaran Rp. 30.000-50.000.

IMG_0005

 

Untuk pemesanan:  [email protected]; tolong cantumkan nama lengkap (dan nama yang dikenal/dipakai di Baltyra), alamat lengkap. Untuk pembayaran, akan diiformasikan jika buku sudah selesai dicetak dan siap dikirim.

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

50 Comments to "Segera Terbit: Peranakan Tionghoa dalam Kuliner Nusantara"

  1. Clara  2 August, 2013 at 11:15

    Sorry de mori, belum selesai sudah ke click!!Teman2 saya penduduk asli sini yang sangat senang makanan indonesia yang sering saya suguhi kalau mereka saya undang makan !!
    Sekali lagi : félicitations atas terbitnya karangan dimas !!kapan menyusul terbitan yang lain ?
    Salam sejahtera dari jauh untuk seluruh keluarga dari kami semua !!!

  2. Clara  2 August, 2013 at 11:12

    Bravo dimas Josh!! Dimas kita ini all in , apa2 bisa dan apa2 kerso !!ha.ha.ha..!!Moga2 tahun depan masih ada kalau saya pulkam ! dan bisa saya praktekkan, lalu bisa ngundang teman2 saya penduduk asli sini ya

  3. Dj. 813  2 August, 2013 at 03:30

    Dimas J.C.
    Selamat untuk penerbitan bukunya.
    Semoga sukses selalu.
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  4. Hennie Triana Oberst  2 August, 2013 at 01:51

    JC, selamat ya. Sukses terus.
    Juga untuk Peony dan Novi.

  5. Lani  2 August, 2013 at 00:55

    AKI BUTO : aku tunggu balasan japri……….jgn sampai kesuwen, njur klalen………kamsia

  6. Alvina VB  1 August, 2013 at 23:11

    Congrats….Semoga bukunya laris manis di pasaran….
    Aku pasti beli nanti kl pulkam aja ya… soalnya susyah dech kl pesen barang dari Indonesia dan shipping/handling ke mari, ntar malah berat diongkosnya dibanding harga bukunya, he..he….

  7. J C  1 August, 2013 at 21:02

    Esti: suwuuuuuunnn…coba masakan? Ayoooo datanglah, ajak Fajar dan anak-anak yo…

    James: bisa jadi begitu, karena masakan Peranakan sudah banyak “modifikasi” hehehe…tapi yang dalam buku ini, dijamin semua kalangan suka lho…tuh Obama saja suka…

    PamPam: tengkyu Pam…

    Tammy: tengkyuuuuu…amin, amiiiinn…

  8. J C  1 August, 2013 at 21:00

    pak Hand: ladalaaahhh…yo wis ayo…hehehe…

    Gand: lhaaa kompor…

    mas Iwan: lho khan sudah beberapa kali ke rumah, tapi memang belum pernah makan masakanku ya? Atau sudah?

    Yovita Siswati: tengkyuuuu banget ya…terbit dan beredar di toko buku September 2013

    Linda: lha kompor van Bandoeng…

    elnino: suwun, suwun yo… ngrantang? (ke Peony saja kalau ngrantang ya)

    kembangnanas: suwuuuuunn…

    Lani: doku? amiiiiinnn…sepertinya penulis di Indonesia masih belum pada taraf “doku mengalir” (mudah-mudahan soon lah)…hehehe…wis baca japri’mu…sabar pasti dibalas yo…

  9. Tammy  1 August, 2013 at 19:45

    Congrats ya! Semoga laris manis.

  10. [email protected]  1 August, 2013 at 17:08

    Mantab lah orang satu ini……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.