Idul Fitri Bersama Abdurrahman Wahid

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

SOSOK Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah pemaaf. Sikap itu ditunjukkan dalam banyak hal sebagai wujud humanisme yang tidak memandang orang dari latarbelakangnya. (*)

Idul Fitri Bersama Gus Dur

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

27 Comments to "Idul Fitri Bersama Abdurrahman Wahid"

  1. Evi Irons  12 August, 2013 at 11:17

    Kisah seorang Presiden selalu menarik Dan pembaca memiliki rasa keingintahuan yang besar.

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  12 August, 2013 at 09:45

    Benar Pak Inakawa, Gus Dur pemimpin Indonesia paling fenomenal dalam sejarah negeri ini. Setuju saya.

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  12 August, 2013 at 09:45

    Oh iya? Sekarang kita bisa tahu mengapa orang mencintai Gus Dur dan mengapa membencinya?

  4. tammy  6 August, 2013 at 12:27

    ISK: tengkiu artikelnya. artikel ttg gus dur selalu menarik. taun 2006 aku ke KBRI beijing krn mau perbaruan paspor. aku nanya sama petugasnya kok KJRI shanghai nggak buka2, di website udah bertaun-taun tulisannya cuma: segera dibuka. petugasnya bilang: itu mau buka KJRI shanghai atas perintah gus dur. jd gus dur nggak menjabat ya mangkrak. trs “beliau” ini bilang yg intinya: cuma indonesia yg milih orang buta jadi presiden.

    huuhhh ya begini ini orang yg cuma menilai orang dr fisiknya. itu mayoritas pejabat negara matanya nggak buta tp hatinya buta, mungkin bapak ini termasuk salah satunya, siapa tau kan??

  5. EA.Inakawa  6 August, 2013 at 01:43

    @ Pak Iwa : Fakta sejarah selalu menjadi kenangan ketika orang orang saling membandingkan satu sama lain dengan pendahulunya, buat saya semua Presiden BAGUS semua karena mereka telah TERPILIH sebagai Lambang Negara RI & Bapak Indonesia…..jangan dipungkiri mereka yang TERPILIH adalah yang TERBAIK dari 250 juta Rakyat Indonesia. GUS DUR adalah pemimpin yang Fenomenal, luar biasaaa, salam H

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  5 August, 2013 at 22:33

    Gus Dur keburu jatuh saat memutuskan Hari Imlek sebagai hari libur nasional. Megawati yang meresmikannya pada Imlek 2002.

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  5 August, 2013 at 22:32

    Bila Kak Anung mengikuti perjalanan situs-situs Islam yang radikal, ya mereka mendoakan Gus Dur masuk neraka terjahanam.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *