Melarikan Diri ke Frankfurt

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan orang yang suka pamer…Mungkin anda sudah bertanya dalam hati, hari ini Dj. mau pamer apa lagi… hahahahaha….!!! Tidak jadi masalah, itu hak anda, ada kan yang pernah menulis, usahakan menulis apa saja, asalkan menulis. Nah Dj. pikir, ini ajakan yang paling baik, untuk Dj. yang ndableg menulis oret-oretan .

Anda suka, silahkan lihat dan baca, anda tidak suka, Dj. tahu anda masih baca juga, karena penasaran kan…??? Hahahahahahahaha…..!!! Dj. sungguh senang,anda masih mau baca dan memberi perhatian untuk oret-oretan Dj.

Okay…okay… Dj. tidak bermaksud untuk mengompori anda, maaf ya. Ini Dj. ingin sekedar cerita, dimana sudah beberapa hari ini, di Mainz sangat puanas, dan suhu sampai 39°C. (rekord). Di Jakarta pun, mungkin tidak sampai ya, apalagi di mBandung yang kata saudara Dj. hanya sekitar 24°C – 28°C. Juga mas Iwan katakan di Jakarta, malam hari malah dingin…. woooooowwww….!!!

Maklum, karena di rumah tidak punya AC, maka kami melarikan diri ke Frankfurt, untuk sekedar seharian jalan-jalan di Mal. Benar…. anda tahu, kalau di Mal ada AC dan udaranyapun cukup sejuk dan banyak juga pemandangan yang indah. Olehnya setelah urusan pagi hari itu selesai, maka kami berempat naik KA arah Frankfurt.

Puji TUHAN …!!! Mainz – Frankfurt tidak jauh, hanya dalam waktu 45 menit, maka kami sudah sampai tujuan dan karena kami jarang ke Frankfurt dengan KA, maka sedikit bingung juga, mau turun di mana… hahahahahahaa…!!! Akhirnya kami memutuskan untuk turun, setelah 3 Halte dari Frankfurt HBF (Stasiun pusat).

Ternyata tepat, karena KA setalah sampai di Frankfurt menjadi KA bawah tanah, jadi saat kami naik, tepat di pusat perbelanjaan. Di atas terasa semakin panas, untung di atas juga banyak pepohoonan, jadi cukup rindang, walau tetap panas juga sih.

frankfurt01

Tapi tanpa pepohonan dan di terik matahari, sungguh sangat tidak manusiawi, benar-benar kulit kami terasa terbakar.

frankfurt02

Puji Syukur, di dalam Mal, cukup adem dan nyaman, banyak yang bisa dilihat, walau apa yang kami cari tidak langsung kami temukan. Setelah sedikit capek, maka kami berusaha mencari “Ice Cafe” dan kami menemukannya.

frankfurt03

Cukup lama sudah kami jalan kiri kanan dan hampir setiap dari kami sudah mendapat yang diinginkan. Tidak lama kemudian Susi melihat anting-anting murah, tapi dia sangat senang dengan bentuknya. Yang mana juga bikinan dari batu kristal (Swarowsky)

frankfurt04

frankfurt05

Puji TUHAN . . . ! ! ! Dj. turut senang, karena untuk Susi juga sudah dapat, karena dia selalu mengutamakan anak-anak dan Dj. Sedang untuk dia sendiri, dia tidak pernah memikirkannya. Setelah jam 18:30 kami merasa lapar dan segera mencari makan, nah ya….

Kami naik KA bawah tanah lagi, sampai di Station pusat dan dari sana kami jalan 10 menit, maka sampailah kami di Restaurant Malaysia (Selera), dimana kami pernah makan di sana. Puji Syukur, kami bisa istirahat dan memesan makanan… dan minum es teh dan Susi minum es Lemon.

frankfurt06

Susi memesan babi panggang, kesukaaannya.

frankfurt07

Daniel memesan kuluyuk, kesukaannya sejak dia kecil.

frankfurt08

Dewi memesan tahu dan pak Choy.

frankfurt09

Dan Dj. memesan bebek, walau tidak seperti bebek di “Paduka Bebek” di PvJ. Bandung. Tapi untuk kami berempat, cukup enak, karena sudah lapar… hahahahahaha….!!!

frankfurt10

Hanya Dewi yang tetap menolah makan daging dan nasi, dia hanya makan tahu dengan pak choy saja. Sampai adiknya sedikit marah, karena dia ingin agar Dewi mau coba kuluyuk yang dia anggap sangat enak, Tapi Dewi tetap menolak, kadang kami berdua (Dj. dan susi) sering senyum sendiri, melihat tingkah anak-anak. Dan ingatan kami kembali di tahun 2010, dimana kami ajak mereka berdua mudik, selalu ada diskusi di antara mereka berdua.

frankfurt11

Okay…

Banyak sudah yang Dj. pamerkan, semoga tidak membikin anda bosan. Terimakasih untuk perhatian anda semuanya, juga kepada pengassuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih…!!! Matur Nuwun … !!! Kamsia…!!! Tengkyuuuu…!!! Danke…!!!

Sampai jumpa di oret-oretan minggu depan.

Hari ini tanggal 3 Agustus pagi, di saat Dj. menulis, di luar masih sejuk, mudah-mudahan tidak sepanas kemarin-kemarin. Karena kemarin juga masih sangat puanas dan kami tidak kemana-mana, tinggal di dalam rumah saja. Hanya sesekali nengok dari Balkon dan siram bonsai sesudah matahari tenggelam, jam 21:00. Satu hari bermalas-malasan, hanya Dewi yang datang membawa makanan.

 

Semoga TUHAN selalu mencurahkan Berkat dan KasihNya, bagi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

frankfurt12

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

93 Comments to "Melarikan Diri ke Frankfurt"

  1. Dj. 813  18 August, 2013 at 03:25

    Yu Lani…
    Selamat Malam dari Mainz…
    Benar yu, kami selalu mensyukuri, karena mereka kan anak-anak kami sendiri.
    Jelas, kamipun turut bergembira bersama mereka.
    Tidak ada kegembiraan yang lain, selain bersama keluarga.

    Merdeka …!!!

  2. Lani  17 August, 2013 at 13:05

    MAS DJ : yg penting di syukuri sj mas……..apa yg telah mas trima dr Tuhan adanya……..

    ya hari ini HUT RI ke 68…….salam merdekaaaaaaaaaa……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.