Miss Know It All (9)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Mbak Mur berjalan dengan sepatu ber-heels 8 cm, dia mingklik-mingklik (nyaris jatuh) sambil berpegangan dinding di koridor mall. Aku, Mira dan Vina hanya pasrah melihat cara Mbak Mur berjalan.

“Kenapa dia tetep pake sepatu seperti itu ya? Padahal dia jadi susah sendiri deh?! Aneh banged Mbak-mu”, Ujar Vina sambil memandangi Mbak Mur dari belakang.

Aku hanya mikir dalam hati, Mbak Mur bisa celaka dengan beberapa versi, pertama nggeblak (jatuh ke arah belakang) atau nyungsep (jatuh ke depan) atau njungkel (jatuh terlempar ke arah depan) atau njlungup (jatuh tersandung) atau yang saat ini terjadi yaitu mingklik-mingklik (nyaris jatuh)

“Biar aja tar ngglundung (gelinding) trus semaput! Kita pura-pura nggak kenal sekalian deh”, Sahutku santai.

Vina tergelak dan Mira berkata, “Asli Mbak Mur ini gak ada matinya, lihat aja pakaian dia, mosok bulan puasa pake rok tipis banged? Sampe dalemannya nyeplak gitu? Aku bener-bener penasaran lho, apa sih yang ada di pikiran dia ya?”.

“Justru nggak ada yang dipikir Mir, kalo ada pikiran mosok gitu kelakuan dia??? Aku sebenernya malu sama kalian, punya sepupu katrok tapi sok paling kaya”, Ujarku agak ketus.

Vina memandangku, “Heh nggak boleh gitu Na, apapun si Mbak Mur kan bikin kita ketawa? Ini hiburan gratis lho? Aku jarang-jarang ketemu orang yang berbuat segala hal sepenuh hati tapi bagi yang lihat itu komedi”.

*****

Mbak Mur hari ini puasa dan tanpa ampun dia ngomel, “Gara-gara puasa dengkulku lemes, akyu jadi ndak lincah nih jalannya?”.

Vina tawanya langsung nyembur, dan aku menjawab dengan sebal, “Tau gitu kok ndak pake sepatu teplek atau keds sih Mbak? Jalannya kaya orang stroke gitu ah”.

“Ohhh ngece!! (Ngejek!!) Akyu pake sepatu keds? Lha marai tomboy tho (lha bikin tomboy donk) akyu ini lemah gemulai ndak cocok pake gitu”, Ujar Mbak Mur penuh keyakinan.

Dan melihat gelagatku yang dari awal agak ketus, Mira buru-buru berbicara, “Ehhh sambil ngabuburit kita nonton yuk?! Katanya film The Conjuring bagus banged lho?”.

Vina langsung setuju namun Mbak Mur memasang wajah ragu, “Hah? Nonton?? Itu film apaan? Aku kalo film Barat paling males lho? Ora mudeng akyu! (Nggak paham)”, Mbak Mur protes sambil memandangi bayangan wajahnya di kaca etalase.

“Itu film barat Mbak, tapi film lucu kok! Walau ndak tau bahasanya tapi dijamin Mbak Mur ketawa terus deh”, Sahut Mira dengan usil.

Akhirnya kita berempat sudah duduk manis di dalam bioskop, Mbak Mur tanpa ragu langsung berceloteh, “Ihh akyu tuh dah biasa nonton di exs exs ai (maksudnya exs exs wan) …. Kok kita ndak nonton di BITCH aja sih??”

Aku yang duduk di sebelah Mbak Mur mau tidak mau heran juga, “Bitch??? Opo maneh kui??”.

Mbak Mur membuka kaca bedak dan berusaha berkaca dalam cahaya remang, “Kampungan ndesooo!! Iku lho bioskope wong sugih koyo akyu”.

Mira menyumpal mulutnya dengan sapu tangan, aku tertawa tertahan dan Vina menggigit kerah baju supaya tawanya tidak meledak di dalam bioskop yang lampunya mulai padam, “Masyaallah!!! Itu Blitz Mbaaakkk!”, Ujar Mira setelah berhasil berbicara.

Dan menit demi menit ku lihat Mbak Mur bolak balik memekik dan tutup mata, film horror rupanya sangat dia benci. Mbak Mur nampak pucat pasi. Setelah film selesai barulah Mbak Mur mengomel panjang kali lebar, “Asem! Tibake film hantu, aku nyaris pipis di kursi lho! Tambah lemes rasane awakku (tambah lemes rasa badanku) dan tanpa basa basi Mbak Mur menyedot teh kotak yang dari awal dia bawa di dalam tas-nya, “Aku juga ndak suka nonton, soale peteng (gelap) artine kecantikanku tak terlihat! Kasian akyu sama cowok-cowok kalo sampe aku ndak ketok!! (Kelihatan)”, Lanjut Mbak Mur dengan PD super maximal.

“Lho??? Kok minum sih Mbak? Kan baru jam 4 sore??”, Sahutku heran.

Mbak Mur tetap menyedot teh hingga dusnya keriput, “Hehh akyu tuh lupa kalo puasa, kalo lupa ndak batal!”.

Aku hanya mendengus kesal, “Mbuh ahh karepmu Mbak!”.

*****

“Yuk buka puasa di Sari Ratu, aku dah lama nggak makan masakan Padang kayanya sekali kali gak apa kan?”, Vina memberi usulan.

Mbak Mur melirik sok anggun sambil bergumam, “Males banged makan di situ, masakan Padang bikin gemuk, akyu paling takut jadi gemuk”.

Dan saat di depan counter Sari Ratu, Mbak Mur bagai menjilat ludah sendiri. “Mas! Akyu nasi putih dua, rendang, ayam bakar, terong balado, sayur singkong sama gule sotongnya satu ya?!”. Dan setelah puas menyuarakan pesanannya, Mbak Mur memandang ke arah kami dengan santai, “Itu bagus buat balikin energy yang gak optimal saat berpuasa”.

*****

Acara berlanjut sejenak, kali ini Vina ingin membeli dompet untuk Ayah-nya yang besok berulang tahun. Seperti biasa aku hanya pasrah sekedar tahu saja mengingat barang-barang mewah dengan harga di luar jangkauan akal itu tidak bakal kebeli oleh orang sekelasku.

Namun tidak demikian dengan Mbak Mur yang OKB. Vina dengan mantab masuk ke dalam butik Prada siap berburu dompet. Mira menarik tanganku agar aku ikut masuk. Mbak Mur? Dengan senang hati ikut masuk sambil mengoceh walau tak ada yang mengajak masuk.

“Praja di sini pasti mahal deh! Harus ditawar dulu nih kalo mau beli”, Ujar Mbak Mur dengan lantang sambil jelalatan melihat aneka tas dan sepatu.

Shop assistant memandang Mbak Mur dari ujung rambut ke ujung kaki, matanya terpaku pada tas Mbak Mur yang ternyata memakai logo Prada. Mbak Mur jumawa, dipikirnya Shop Assistant kagum dengan tas besar warna merah yang ditentengnya.

tas prada

Mbak Mur melihat koleksi dompet lalu dengan sok aksi dia menunjuk sebuah dompet berwarna hitam dengan bahan canvas semi satin khas Prada, “Ini berapa ya??? Akyu Praja model ini ada 3 warna lho di rumah”, Ujar Mbak Mur bangga.

Shop Assistant yang kebetulan pria berwajah oriental menjawab dengan datar, “Maaf Ibu … Di sini tidak ada merek Praja!”.

Mbak Mur bagai disundut rokok! “Hah?! Kamu ini orang aneh ya? Dari planet mana sih? Mosok anak 24 taon dipanggil Bu??? Trus kamyu tuh kerja di sini tapi lupa sama nama toko kamu sendiri! Ini kan Praja!!!”, Mbak Mur menjawab dengan ketus.

Mira buru-buru menarik Mbak Mur, “Sssttt Mbak!!! Bukan Praja tapi Prada! Bikin malu aja sih”, Tegur Mira setengah berbisik.

Mbak Mur mulai ngeyel, “Heh cah wingi sore (anak kemaren sore) ini Praja! Kalo Prada itu bahasa Inggrisnya tauk!”, Mbak Mur menjawab dengan ketus sambil melirik benci ke arah Shop Assistant berwajah oriental yang tadi memanggilnya Ibu.

“Heh kamyu tuh cakep tapi bego! Jangan harap ya aku mau jadi pacar kamyu! Mosok anak 24 taon dipanggil Ibu! Awas kamu ngajak aku kenalan!”, Mbak Mur kembali ngoceh sambil menuding Shop Assistant yang nampak acuh.

Aku dan Mira buru-buru menarik Mbak Mur keluar toko, sumpah kami menahan malu, Mbak Mur benar-benar gak sadar diri.Tobaaaaattttt!!!!!!

 

7 Comments to "Miss Know It All (9)"

  1. Alvina VB  11 August, 2013 at 02:56

    Walah2….mbak Mur…..kok ya praja….ada2 saja…..ttp banyak org yg kaya mbak Mur jaman sekarang ini….kl belanja buka kuping dech….gak usah mbak Mur, org bule juga ada kok yg gak bisa nyebut barang yg dia mau beli dgn aksen yg betul, apalagi kl product tsb pake bhs Perancis, spt Hermes, pasti banyak org baca pake Hnya

  2. Lani  10 August, 2013 at 05:07

    AKI BUTO, DA : lah, jok ngono…….bs jg namanya Murtidewi

  3. Dewi Aichi  10 August, 2013 at 03:37

    Ha ha ha ha..Murlani mau beli tas Praja …

  4. Dj. 813  8 August, 2013 at 02:26

    Oooo mbak MUR…..
    Kasihan sekali nasibmu.
    Bila saja adik sepupumu bisa mengajari dengan sabar dan tidak mempermalukan di depan orang lain.
    Pasti mbak MUR akan menjadi orang yang baik.
    Bagaimana orang yang tersesat, bukannya diajak kembali, tapi malah di dorong dari belakang.
    Ancurlah sudah nasib mu mbak Mur….
    Semoga satu saat seppupumu sadar.

    Salam Sejahtera untuk mas Enief dan semoga sehat selalu.

  5. J C  7 August, 2013 at 22:36

    Oalaaaaaahhh MURLANI, MURLANI…

  6. Lani  7 August, 2013 at 12:36

    Mur semakin kementhusssssss…………dan kenthirrrrrr…………nggilani tenan!

  7. [email protected]  7 August, 2013 at 11:03

    yang baca aja gemes….
    TOBAAAT!!!!!!!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.