Aku Melukai Hatiku Sendiri dengan Mencintaimu

Herlina Priambodo

 

Dewa Indra menangis pilu kali ini, menumpahkan linangan airmata yang maha dahsyat ke kaki tanah,
memuntahkan segala kecewa,
meratap perih tanpa peduli bumi tak sanggup lagi menampung airmata kesedihan.
Cakrawalapun tak lagi membiru,
mega mega tak lagi seindah hamparan permadani tempat para dewa dewi duduk bersila,
bercengkrama ‘tuk hilangkan penat dengarkan jeritan bumi yang mulai bosan melihat tingkah polah manusia.

Aaaahh…
Nirwanapun berduka,
tiada lagi nyanyian merdu bidadari yang melangutkan jiwa,
menggetarkan sukma seiring lembutnya desiran angin yang menerpa wajah pasiku.
Sunyi dalam hampa,
saat gejolak gejolak jiwaku menerobos ruang dan waktu
pada sebuah nama yang terukir indah direlung sukma terdalam,
memetakan diri pada sudut ruang terindah
dan tak pernah tergantikan.

Tanpa sesal,
kutalikan jiwaku pada putihnya jiwamu,
menenun bias bias kerinduan sehalus tenunan jemari jemari lentik dewalangga,
membiarkanku terhanyut dalam ilusi tak berujung.

Aku melukai hatiku sendiri dengan mencintaimu.
Aku menyakiti diriku sendiri dengan merindukanmu.
Aku membohongi diriku sendiri dengan mencoba melupakanmu.
Namun Sang Hyang Maha Cinta menuliskan namamu dijiwaku dengan begitu sempurna tanpa mampu kuelakkan,
membuatku tak mampu memindahkan rasaku dari kelembutan hatimu,
meski lara sendiri,
menelusuri garis tanganku yang bukan garis tanganmu.

Biarlah Sang Hyang yang satukan mimpi,
memintal benangan anganku dan anganmu
karena raga tak pernah menyatu,
karena hanya jiwa yang tersentuh,
karena kau telah bersamanya!

~9213hp~

 

7 Comments to "Aku Melukai Hatiku Sendiri dengan Mencintaimu"

  1. Evi Irons  12 August, 2013 at 11:05

    Cari lagi lah yang lain, semoga ketemu yang sama-sama mencintaimu

  2. Sierli F Prayitno  11 August, 2013 at 05:13

    Cinta yang tak seharusnya diberikan …

  3. Alvina VB  11 August, 2013 at 02:46

    Lebih baik tidak mencintai dah..kl sampe berdarah-darah/ terluka sendiri…he..he…..

  4. Dewi Aichi  11 August, 2013 at 00:42

    Sendu ya..

  5. Lani  10 August, 2013 at 10:36

    Namaku hampir mirip dgn sipentulis……..cm dibalik aja………

  6. Herlina Priyambodo  10 August, 2013 at 10:31

    Bang James, thanks ya sudah berkenan mampir…sebuah tulisan lama tentang luka

  7. James  10 August, 2013 at 07:11

    SATOE, hatiku luka

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.