Bendera Nusantara (1)

djas Merahputih

 

Bendera merupakan simbol sejarah, harapan dan cita-cita sebuah bangsa. Bendera adalah identitas yang dalam dunia korporasi peran ini biasa kita kenal dalam bentuk logo perusahaan. Karakter sebuah bangsa bisa tergambar atau terbangun dari warna, bentuk dan komposisi benderanya.

bendera (1)

Dalam sejarah di Nusantara panji-panji berwarna merah dan putih telah digunakan sejak masa kerajaan Kediri, Majapahit, masa perjuangan Pangeran Diponegoro, masa perjuangan kemerdekaan hingga akhirnya ditetapkan menjadi bendera negara pada saat Indonesia memasuki gerbang kemerdekaan.

Setiap warna memiliki arti dan merupakan simbol tersendiri. Merah dan putih merupakan warna yang paling umum digunakan pada bendera negara-negara di dunia. Keduanya melambangkan semangat, jiwa dan cita-cita sebuah bangsa. Merah melambangkan api, semangat, gelora, panas dan aktif namun bisa juga melambangkan darah dan pengorbanan. Putih berarti suci, bersih, jernih, terang, segar dan sehat namun bisa juga bermakna tulang, lilin dan kematian.

bendera (2)

Selain Indonesia negara-negara yang benderanya merupakan kombinasi kedua warna ini antara lain seperti Monako, Polandia, Singapura, Jepang, Turki, Tunisia dan Kanada. Di antara negara-negara tersebut Monako dan Polandia adalah negara yang benderanya memiliki kemiripan paling dekat dengan bendera Indonesia.  Dengan bendera Monako hanya berbeda proporsi, yakni 2:3 pada bendera kita dan 4:5 pada bendera Monako. Sedangkan dengan Polandia kita dapat memakai bendera yang sama yaitu dengan hanya membalikkannya saja. Amerika, Belanda, Rusia, Inggris dan Perancis juga menggunakan kedua warna ini namun dikombinasikan lagi dengan warna biru dalam bentuk dan komposisi yang berbeda-beda.

bendera (3)

Jika mencermati keberadaan sang saka Merah Putih di tengah-tengah keberadaan bendera-bendera negara lain yang memiliki kemiripan paling dekat dengan Indonesia, akan muncul dalam benak kita sebuah pertanyaan apakah sejarah panjang Nusantara memiliki kesederhanaan seperti sejarah-sejarah di Monako, Polandia dan mungkin Singapura? Tentu membandingkan sejarah peradaban Nusantara dengan sejarah negara-negara tersebut bukanlah sebuah tingkatan yang setara. Bangunan, fosil, artefak dan benda-benda lain peninggalan sejarah masa lampau di dalam wilayah Nusantara menunjukkan bukti keagungan peradaban Nusantara sejak ratusan bahkan ribuan abad yang lalu. Sehingga walaupun dalam sejarahnya panji-panji berwarna merah dan putih sudah biasa digunakan pada kerajaan-kerajaan tertentu  di Nusantara bukan berarti kedua warna tersebut sudah mampu mewakili seluruh kerajaan-kerajaan besar dan kecil yang jumlahnya ratusan di seantero negeri ini.

bendera (4)

Singapura dengan sejarah peradabannya yang terbatas justru memiliki bendera yang lebih variatif dan malah dengan latar belakang bendera Indonesia. Memiliki bentuk-bentuk bulan sabit dan lima buah bintang membentuk formasi segi lima. Jika boleh berandai-andai, bendera singapura lebih pantas menjadi bendera Indonesia walupun hal tersebut belumlah cukup untuk mengakomodasi simbol-simbol keragaman yang ada di Nusantara. Dengan sejarah panjang peradaban dan keragaman suku bangsa dalam wilayah Nusantara sepantasnya panji-panji Indonesia tidaklah sesederhana yang ada sekarang. Dwiwarna bukanlah simbol utuh yang melambangkan keragaman Nusantara. Dwiwarna lebih melambangkan dwitunggal dan mungkin bisa mewakili “kedwitunggalan” Bung Karno dan Bung Hatta. Atau juga simbol jasmani (merah) dan rohani (putih) serta horizontal dan vertikal.

bendera (5)

Tapi, keragaman Nusantara bukanlah sesuatu yang bisa dan harus diposisikan dalam dikotomi tertentu. Logika tersebut menggiring kita untuk mempertentangkan hal-hal misalnya antara Jawa dan Luar Jawa, antara Indonesia Timur dan Barat, antar sipil dan militer, antara pribumi dan warga keturunan, antara laki-laki dan perempuan, antara kiri dan kanan atau  antara Loe dan Gue. Pengkotak-kotakan dalam polarisasi yang ekstrim seperti itu adalah warisan sejarah perang ideologi dalam era perang dingin setelah berakhirnya Perang Dunia II antara kaum Kapitalis-Imperialis dan Sosialis-Komunis. Adalah lebih bijak jika kita tidak terjebak dan membebaskan diri dari pola pikir dan logika dualisme tersebut. Ideologi Nusantara adalah Pancasila dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika-nya. Bukan hanya menyatukan dua perbedaan melainkan bermacam-macam perbedaan yang ada dalam segi-segi kehidupan masyarakat bangsa kita dan seluruhnya harus bisa terjalin dengan baik sehingga menjadi harmoni kehidupan yang indah. Dalam konteks harmoni ini bisa dibayangkan jika nada musik yang kita dengarkan hanya terdiri dari dua nada saja, tentu akan membosankan para pendengarnya.

bendera (6)

Dalam sejarah kemerdekaan, para Pendiri Bangsa telah berusaha merumuskan dengan seksama dasar dan ideologi negara yakni Pancasila dan UUD 1945 serta lambang negara Garuda Pancasila. Yang jadi pertanyaan apakah beliau-beliau telah memikirkan dengan matang tentang filosofi bendera kita yang sepintas hanya berupa jahitan dua buah kain berwarna merah dan putih. Sementara cita-cita kita adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur bagi SELURUH, sekali lagi SELURUH rakyat Indonesia. Rakyat yang seharusnya tidak dikotak-kotakkan dalam dikotomi-dikotomi tertentu.

Sepintas masalah desain bendera ini adalah hal sepele. Tapi bukankah banyak kejadian besar di dunia ini bersumber dari hal-hal sepele? Dan seseorang biasanya tergelincir oleh kerikil kecil, bukan oleh bongkahan batu besar? Sementara dalam rentang waktu sejak kemerdekaan hingga saat ini (68 tahun) setidaknya hanya dua hal yang belum berubah di negeri ini, yaitu cita-cita yang tetap belum tercapai dan Bendera itu sendiri. Apakah kedua hal tersebut ada kaitannya? Mungkin saja.

 

Salam Nusantara, //djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

18 Comments to "Bendera Nusantara (1)"

  1. djasMerahputih  16 August, 2013 at 12:53

    16: trims sudah mampir
    17: Ada di page tips & guidesnya baltyra mba… bisa dilihat pada bagian atas web baltyra

  2. Pratiwi  16 August, 2013 at 10:49

    hihihi.. mau masang futu di profil gimana caranya ya mba Dewii? ^.^)?

  3. Pratiwi  16 August, 2013 at 10:48

    Bangga aku berada dalam lindungan Merah Putih. Teruslah berkibar bangsaku. ^_^)

  4. djasMerahputih  14 August, 2013 at 19:22

    13: makasih komentarnya om Dj..
    14: thanks saran linknya, saya masih harus belajar banyak dengan tulisan2 karaeng iwan..

    Tulisan ini muncul antara lain setelah meresapi kondisi kebathinan para pelaku sejarah proklamasi kemerdekaan saat itu. Juga setelah melihat kenyataan bahwa bendera Indonesia menjadi background pada bendera singapura, bendera rakyat di Malaysia dan panji Pajajaran katanya menginspirasi bendera Amerika dan negara lain yang bertema “stripes”

  5. J C  14 August, 2013 at 05:13

    djas Merahputih, bahasan yang sangat menarik. Seperti mas Iwan pernah juga membahas di serial Proklamasi, bahwa berdirinya negeri ini memang terkesan serabutan, tergesa-gesa (bisa dimaklumi karena situasi waktu itu), dan “serampangan” Bisa jadi banyak “x-factors” yang memang harus dibenahi, re-design dan re-shape (konsep berbangsa dan bernegara), dan masih banyak lagi. Setuju dengan pendapat djas Merahputih tentang desain ulang…

    Enak dibaca ulang juga artikel-artikel mas Iwan dari tahun 2009:

    http://baltyra.com/tag/iwan-satyanegara-kamah/page/30/

  6. Dj. 813  14 August, 2013 at 00:34

    Bendera merah putih, bendera tanah airku…
    Gagah dan brani, nampak warnamu…
    Berkibarlah dilangit yang biru..
    Benddera merah putih, bendara bangsaku…!!!

    Terimakasih dan salam.

  7. djasMerahputih  13 August, 2013 at 16:32

    9: kalo partai dominan di suatu daerah adalah PDS atau PAN, benderanya ungu dan biru dong…??
    11. NKRI dan Pancasila + UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Soal bendera merah putih menurut analisa saya belumlah final. Amerika saja butuh 26 kali ganti bendera untuk mendapatkan desain benderanya yang terakhir.

  8. [email protected]  13 August, 2013 at 15:43

    Mau gimanapun jg…. benderaku sederhana… atau terkotak2…. tetap merah putih….
    Mau ngomongin agama apapun, atau politik apapun, GARUDA tetap dasar negaraku….

    GARUDA & MERAH PUTIH… didadaku…
    kalau didadamu?….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.