Sehat dengan Makanan

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. Terimakasih untuk perhatian anda pada oret-oretan Dj. yang sangat sederhana ini.

“Makanan kita adalah kesehatan kita” demikian yang pernah Dj. baca, tapi entah dimana Dj. sudah lupa. Kalau kita pikir, kalimat ini ada benarnya, karena apa saja yang kita konsumsi, atau dengan kata lain, apa yang masuk ketubuh kita, akan menjadikan kita sehat atau sakit.

Baiklah, karena kami tinggal di Mainz (Jerman), maka Dj. tulis juga apa yang pernah Dj. dengar tentang cara makan orang Jerman. Dj. yakin mbak Indri, Hennie, Swan Liong Be, atau anda yang lainnya yang ada di Jerman pernah dengan kalimat ini.

Makan pagi (sarapan), seperti Kaisar.

Makan siang seperti Raja.

Dan makan malam seperti pengemis.

Apa hubungannya dengan kesehatan kita…??

Nah di sini uniknya, karena dengan sarapan, kita mulai dengan hari yang baru dan akan menghadapi segala macam yang belum kita tahu. Mungkin hal yang ringan, atau bisa jadi kita akan bekerja berat. Jadi harus siap dengan badan penuh tenaga. Olehnya menyiapkan hari yang baru dengan makan seperti Kaisar, makan yang cukup dan jangan malas untuk sarapan.

Pagi ini, kami sarapan di Cafe, tapi ini bukan mengajak anda untuk selalu sarapan di cafe. Kami serapan di Cafe, karena pagi sudah harus ke dokter dan menunggu cukup lama sampai kami keluar dari praktek dokter, kami semuapun lapar….

Ini pilihan Dj. American Breakfast, murah meriah, hanya € 6,-

sehat-dengan-makanan01

Susi dan Dewi, mereka berdua memilih yang sama, lain dengan pilihan Dj.

sehat-dengan-makanan02

Kalau kami menunggu sampai di rumah masih harus goreng telur, ham, jelas kami sudah kelaparan, mana apartment akan bau. Hahahahahahahaha…!!! Sedangkan di Cafe, tinggal duduk manis, pesan atau mau pilih makanan di Buffet, tinggal menyantap dengan tenang.

sehat-dengan-makanan03

sehat-dengan-makanan04

Setelah makan, sedikit jalan-jalan di kota, maka makanan sedikit turun dan sampai rumah, sekitar jam 14:00. Kami makan nasi soto, maaaf… Dj. tidak pamerkan, atau….??? Ada yang mau lihat…??? Okay…okay…

sehat-dengan-makanan05

Jujur, malam jam 20:00 Susi bertanya makan malam dengan apa…??? Dj. jawab tidak lapar, jadi tidak perlu bikin makan malam. 20 menit kemudian dia membawa piring isi semangka dan apfel yang sudah dikupas, sebagai makan malam. Puji TUHAN . . . ! ! !

sehat-dengan-makanan06

Tapi kami juga tidak setiap malam makan selalu dengan semangka dan apfel. Kadang kami makan juga salat.

sehat-dengan-makanan07

Apakah makanan kami termasuk makanan sehat…??? Entahlah, Dj. bukan ahli makanan, tapi kami berusaha untuk makan sehat, walau “mungkin” belum berhasil. Saat mengikuti Rehab, Dj. juga selalu mengikuti seminar tentang mekanan yang disediakan oleh ahli gizi di rehab. Jelas dengan berat badan kita yang melampaui ideal, jelas kita akan memiliki beban yang cukup berat.

Bayangkan, bila badan kita 10 Kg. lebih berat, sama dengan kalau kita berdiri, jalan atau lari dengan dengan membawa 2 jerigen isi 5Kg / jerigen. Silahkan coba, di tangan kiri dengan jirigen (isi 5Kg) dan demikian juga di tangan kanan. Apalagi kalau lebih, mungkin berat badan kita 20 Kg, 30 Kg. atau lebih dari yang seharusnya…Kasihan tulang-tulang kita yang harus mengangkat berat badan kita, terutama sendi-sendi tulang kita, mungkin di dengkul, di pinggul…???

Sekali lagi, Dj. bukan ahli gizi dan tidak akan mengajari anda, bagaimana anda harus makan, makanan yang sehat. Anda bisa ke dokter dan minta nasehat mereka. Tapi Dj. bisa menyarankan, bila anda mau, hidup sehat dan juga seperti putri kami (si Dewi) yang 4 tahun yang lalu beratnya masih sekitar 130 Kg..

sehat-dengan-makanan08

Dan sekarang hanya 73 Kg

sehat-dengan-makanan09

Banyak yang bertanya, bagaimana caranya…??? Dewi hanya cerita, pertama harus siap (mau) untuk makan sedikit, atau setengah porsi dari biasanya. Kedua, mengurangi Carbohydrat, atau jangan mencampur Carbohydrat dengan protein (jadi harus dipisah). Banyak hanya makan sayur dan salat dan setelah jam 18:00 kalau bisa, makan malam terakhir dan juga tanpa Carbohydrat. Dan yang terakhir, juga siap sport, dia katakan ini yang paling sulit, harus bangun pagi dan dia mulai dengan hanya jalan kaki. Jelas, dengan berat badan lebih dari 100 Kg. dia tidak kuat lari, hanya jalan kaki saja.

Setelah berat badannya turun, hingga hanya 80 Kg. dia mencoba untuk lari pelan dan itupun hanya 1 menit dan kemudian jalan lagi, lari lagi, jalan lagi. Sekarang dia sudah bisa lari pelan selama 10 menit, walau dia selalu mengeluh dan belum tau bagaimana orang senang lari. Dimana letak kesenangannya, bagi dia masih sebagai keharusan dan belum ada keinginan untuk lari, tapi harus.

Dj. hanya bisa katakan, nanti kalau kamu sudah lama lari, maka kamu akan merasa ketagihan dan tanpa lari, ada yang kurang. Dia hanya tertawa.

Nah, semoga oret-oretan Dj.boleh berguna untuk anda semuanya. Mohon maaf bisa banyak salah tulis atau kata-kata yang Dj. tulis tidak berkenan di hati anda.

Dj. ucapkan banyak terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu setia menerima dan menayangkan oret-oretan Dj. yang sederhana ini. Terimakasih kepada anda semua yang setia menantikan hari Selasa dan bahkan meninggalkan komentar yang indah-indah.

Semoga anda semua selalu di bawah naungan Kasih dan Berkat TUHAN.

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

sehat-dengan-makanan10

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

34 Comments to "Sehat dengan Makanan"

  1. Dj. 813  3 September, 2013 at 01:57

    Matur Nuwun mas Bagong…
    Kemauan itu sangat penting.
    Karena kadang kita mau, tapi besoknya kita sudah tidak mau lagi.
    Hahahahahahahaha….!!!
    Dewi memang dia keras kepala, sejak kecil demikian.
    kalau sudah maunya, tidak ada yang bisa menghalangi.
    Dulu dia malas bantu dirumah, alasannya, dia harus belajar, belajar dan belajar…
    Memang di cukup cerdas, kalau dia pulang dengan nilai 3 ( 8 di Indonesia ), dia nangis,
    maunya dapat nilai 1 ( 10 di Indonesia ).
    Saat kuliah, dia ambil 3 jurusan, Kimia, Biology dan Agama.
    Kimianya dia tinggalkan dan hanya Biology dan Agama.
    Tapi dia bilang, kalau dia sudah berpenghasilan, maka dia akan teruskan bidang kimianya.
    Saat dia gemuk, sering dinasehati, nanti tidak bisa punya pacar.
    Dia bilang, mau begini, tidak mau ya sudah…. hahahahahahaha….!!!
    Tapi toch akhirnya dia sadar dan mau merawat badannya.
    kamarin kami dikagetkan, saat dia bilang, sudah dibawah 70 Kg.
    Susi sempat menasehati, jangan terlalu banyak, cukup dan jangan turun lagi.

    Nah ya, semoga dia mau mendengarkan kata Susi.

    Okay, sekali lagi, terimakasih dan semoga sehat selalu ya.

  2. Bagong Julianto  2 September, 2013 at 23:00

    Sehat dengan makanan.
    Makan yang sehat…
    Suwun KangMas Dj, upaya mBak Dewi memang patut diacungi jempol! Juga memotovasi…
    Saya juga lagi berjuang dari 71,5kg ke 62 kg…
    Suwunnnn..

  3. Dj. 813  18 August, 2013 at 00:03

    Hallo Juwii….
    Terimakasih sudah mampir…
    Hari ini kami turut merayakan hari kemerdekaan R.I. di KJRI
    Frankfurt dan Dewi juga ikut.
    Banyak teman lama yang tidak kenal lagi Dewi, karena sekitar 4-5 tahun yang
    lali Dewi masih sangat gemuk.
    Banyak yang heran dan ingin ambil foto bersama Dewi.
    Nah ya, semoga bisa memotivasi orang lain, untuk ikutan langsing..
    Hahahahahahaha…!!!
    Salam manis dari Mainz.

  4. Juwii  17 August, 2013 at 19:04

    Thank you for sharing.
    Ohhh Dewi is such an inspiration! My regards to her

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *