Lagi, Solo Car Free Day

Bagong Julianto – Sekayu-Muba-Sumsel

 

Pesta Untuk Semua

Perjalanan Surabaya-Solo, Sabtu malam hingga Minggu pagi, 30 Juni 2013 tidak terlalu mendera saya. Tidak terlalu meleset dari yang saya duga dan seperti yang diinfokan, sungguh Pulau Jawa memang dihuni manusia yang sepertinya tidak pernah tidur. Seluruh moda transportasi darat umum yang terlihat, dipenuhsesaki oleh para pelaju/komuter (?) Yang dari Surabaya ke Solo dan dari Solo ke Surabaya walau disebutkan bus patas, nyatanya dipenuhsesaki penumpang berjubel dan berdiri.

Jam empat pagi saya nyampe Solo. Sekedar baring badan +/- 3jam, saya digiring dua keponakan untuk bersepeda ke Solo Car Free Day di sepanjang Jl. Slamet Riadi, jalan protokol di Solo. Nggak sampai 10 menit, kami sudah tiba di lokasi. Sungguh ini pesta jalanan untuk semua. Semua bisa tampil: bersepeda, jalan, bawa binatang piaraan, perform aneka seni budaya, naik becak wisata, cek darah gratis. Apapun. No BBM dan asapnya untuk sementara waktu.

SCFD01

SCFD02

Gbr. 1 s/d 4. Penampilan Group Perkusi Bergaya Etnis Creol?

Mengarah ke barat dari pertigaan Ciptomangunkusumo-Slamet Riadi, telinga kami digelitiki modulasi perkusi yang riuh rendah. Asyik. Tiga personil menabuh dan bernyanyi gembira cerah ceria. Iramanya mix reggae pop rock. Liriknya tentang apa dan mengapa, itu nggak penting lagi. Hentakan irama, itu yang lebih menarik.

SCFD03

Gbr. 5. Numpang Nampang di depan Sepur Uap

 

SCFD04

Gbr. 6 s/d 14. Tarian Bocah Menyambut Lomba Photo Solo Kota Budaya

Lepas pandang dari group perkusi, kami disuguhi tarian delapan bocah gadis belia. Mereka menari lincah. Dari speaker, disampaikan bahwa tarian itu adalah tarian gadis selepas akil baliq, sudah mulai berdandan. Dari kejauhan juga tampak Walikota Solo, Bpk. FX Hadi Rudyatmo, mantan Wakilnya Pak Jokowi, asyik menjepret para penari.

Selesai tarian, Walikota membuka secara resmi lomba photo. Protokolernya singkat. Bla bla bla. Nggak perlu ada sambutan Ketua-ketui begini begitu basa-basi.

SCFD05 SCFD06

Gbr. 15 s/d 20. Walikota Solo Meresmikan Lomba Photo

 

SCFD07 SCFD08 SCFD09

Gbr. 21 s/d 35. Candid the Beauty of Soloness

Ini adalah bagian yang saya suka: nyuri moto. Dengan kamera saku yang amat sederhana, saya menjepret obyek perawan/putri Solo yang jadoel pernah dilagukeroncongkan jalannya seperti macan lapar. Baik jalan sendiri atau bersama kawan, macan lapar itu sekarang menjelma jadi macan anggun. Penuh percaya diri tampaknya bahasa tubuh dan gerak geriknya berujar: tataplah aku karena aku melihatmu…….

SCFD10

Gbr.36 s/d 38. Candid: Will you love me till I die?

 

SCFD11 SCFD12

Gbr. 39 s/d 47. Masinis dan Sepur Kluthuk Jaladara Tenaga uap berbahan bakar kayu api

Sepur kluthuk Jaladara yg bertenaga uap dengan loko buatan th 1896 didatangkan dari Museum Kereta Api Ambarawa, diberdayakan sebagai kereta wisata. Anda bisa menyewa sepur ini. Jika bersendiri, tarifnya adalah Rp.100.000,- Perjalanan sepur ini membelah tengah kota Solo dari arah barat di Stasiun Purwosari menuju arah timur di Stasiun Sangkrah, singgah di beberapa perhentian yaitu Kampung Batik Laweyan, Loji Gandrung, Ngapeman, Pasar Pon, Keraton Kasunanan Surakarta dan Gladak.

SCFD13

Gbr. 48 s/d 50. The People

 

SCFD14 SCFD15

Gbr. 51 s/d 54. Permainan Tradisional dan Pet (Ular dan anjing)

Sepatutnya, gerakan Car Free Day ini dicontoh dan diikuti seluruh kota Kabupaten dan atau Kota Administratif. Efek ekonomis dari wisata budaya, efek kesehatan dan efek domino lain yang intinya adalah kegairahan berperikehidupan bersama di satu kota, sungguh memuliakan kita sebagai manusia.

Semoga!

Salam car free day!

Sampunnnnnn. Suwunnnnnn. (BgJ, 082013)

 

19 Comments to "Lagi, Solo Car Free Day"

  1. Lani  19 August, 2013 at 07:57

    17, 18 HENNIE, KANG ANUUUU : hahahahaha………..!

  2. anoew  18 August, 2013 at 22:16

    Hennie pengen pegang ular? aku punya ular juga loh.. ular di kandang, kadang-kadang dilepas ke pohon yang banyak daun dan rumputnya.

  3. Hennie Triana Oberst  17 August, 2013 at 23:07

    Mas BJ, foto ularnya bikin ngeri.
    Penonton dibolehkan pegang ular ya?

  4. Lani  17 August, 2013 at 07:18

    BJ : tiap kali ingat kota SOLO…….langsung ingat pasar Klewer……..dan sgl macam kuliner dan jajanannya………yg jelas aku bakal satroni den mas HANDOKO………meh aku luruk hahaha

  5. Pratiwi  16 August, 2013 at 10:37

    waaah.. my solo… ^^)
    futu-futunya juga keyeenn

  6. Angela Januarti  16 August, 2013 at 08:27

    Solo … moga bisa kesana

  7. Dj. 813  16 August, 2013 at 02:26

    Mas Bagong…
    Membaca cerita diatas, kok Dj. malah ngelamun dan ingat kenangan dari Surabaya, nai K.A. ke Jogya 2003.
    Saat sampai di Solo, ada ibu-ibu yang menyanyi ( ngrengenan ),
    Ning stasiun bapalapan…
    Kuto Solo sing dadi kenangan….
    Naliko…
    ngeterake lungamu….

    Kowe ninggal aku…

    Hahahahahaha….. itu yang Dj. ingat…

    O ya… ada satu bait lagi yang Dj. ingat…

    Lali opo pencen nglali….
    Yen eling, mbok inggal bali….

    Hahahahahahahaha…..!!!
    Matur Nuwun mas Bagong..
    Ndang bali, sigaraning jiwo wis ngenteni….

    Salam manis untuk keluarga di Sekayu.

  8. anoew  16 August, 2013 at 01:44

    walaaaah kok gak ngomong-ngomong tho Kang yen wis tekan solo…

  9. Dewi Aichi  15 August, 2013 at 20:13

    ha ha ha Pak Handoko, iyaaaaaaaaaa…wah tadinya mau saya laporkan ke komnas anak tuh…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.