17 Agustus 2013 di KJRI Frankfurt

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

M E R D E K A . . . ! ! !

Ini kata yang kita dengar pada tanggal 17 Agustus, dimana kita bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaan bangsa dan negara kita (Republik Indonesia). Tanggal 17 Agustus 2013, masyarakat Indonesia di Frankfurt dan sekitarnya, mendapat undangan dari KJRI di Frankfurt, untuk mengikuti upacara kemerdekaan bangsa kita.

Ya, saat kami sampai di Wisma KJRI di Frankfurt, kata “Merdeka!“ juga kami dengar. Kami datang sedikit terlambat, mungkin 5 menit, tapi kami masih boleh menyaksikan saat dinaikkannya sang Saka, Bendera kita Sang Merah Putih, yang diiringi dengan lagu “Indonesia Raya”, Dj. sampai merinding. Ya, hari itu Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke 68.

17Aug-Frankfurt01

17Aug-Frankfurt02

Upacara, dipimpin oleh Kunsul Jedral, bapak Damus Dumoli Agusman.

17Aug-Frankfurt03

17Aug-Frankfurt04

17Aug-Frankfurt05

Bapak KonJem membecakan Pancasila, semua undangan berdiri, tapi dalam keadaan hening.

17Aug-Frankfurt06

17Aug-Frankfurt07

Saat saat teduh (mengheningkan cipta) berkumandang dengan syahdu lagu yang dinyanyikan oleh seorang.

17Aug-Frankfurt08

Dj. , Susi dan Dewi, kami benar-benar tercengang saat memperhatikan wanita yang berdiri tanpa bergerak sedikitpun. Karena begitu cantiknya, persis seperti boneka.

17Aug-Frankfurt09

Swadaya Indonesia dari München (Munic) yang sangat giat menampilkan budaya Indonesia di kota München.

17Aug-Frankfurt10

Setelah upacara selesai, maka diberikan kesempatan kepada para kelompok masyarakat semua untuk berphoto bersama dengan ibu dan bapak KonJen. Karena banyak juga yang datang dari jauh, seperti dari Hamburg, München, Köln, Düsseödorf dan kota-kota yang lainnya, jadi semua harus antri, menunggu sampai dipanggil oleh pembawa acara.

Di sini Dj. sangat salut atas kesabaran ibu dan bapak Agusman yang selalu senyum melayani semua yang yang ingin berfoto bersama beliau berdua.

17Aug-Frankfurt11

17Aug-Frankfurt12

Kalau Dj. tidak salah ingat, foto di bawah ini, group dari Köln yang dipimpin oleh seorang pendeta Jerman yang sangat lancar berbahasa Indonesia (belakang kanan, yang mambawa mike).

17Aug-Frankfurt13

17Aug-Frankfurt14

17Aug-Frankfurt15

Pembawa acara yang sangat bagus dalam membawakan acaranya.

17Aug-Frankfurt16

Setalah semua ke bagian waktu untuk berfoto, maka dilanjutkan dengan acara yang dibawa oleh para tamu dari kota masing-masing. Pertama, adalah aklung yang di bawah pimpinan ibu Agusman (paling kiri).

17Aug-Frankfurt17

Lagu kedua dengan angklung, lagu dangdut (Terajana), banyak hadirin yang turun berdansa. Seru juga, karena banyak yang berminat berdansa dan bapak KonJen tidak ketinggalan.

17Aug-Frankfurt18

17Aug-Frankfurt19

Dan kemudian group tarian dengan gerak cepat, semacam senam, kadang Dj. bayangkan kalau ada dari penari yang salah gerak, bisa-bisa temannya sendiri kena pukul. Tapi mereka begitu cekatan dan semua berjalan lancar, hebat !

17Aug-Frankfurt20

Juga dari Gereja Missi Indonesia di Frankfurt, menyajikan lagu pujian dan doa untuk Indonesia. Bahkan putri keluarga KonJen turut menari.

17Aug-Frankfurt21

Ada tarian merak yang begitu indah, baik pakaiannya, terutama gerakan yang sangat indah.

17Aug-Frankfurt22

Nah di bawah ini, ada kelompok musik “kroncong” dadakan dengan nama “Asbun”. Mereka yang cinta musik dan berkumpul, setiap orang memegang instrument. Anda lihat paling kiri ibu KonJen bermain di keyboard dan bapak KonJen memainkan bas gitar. Ternyata mereka begitu serasi memainkan instrument masing-masing. Benar-benar hebat…!!!

Dj. benar-benar salut, karena di terik matahari yang menyengat, tapi bapak dan ibu KonJen bersama group AsBun nya yang tabah, memainkan musik dengan bagus. Di bawah ini seorang ibu menyanyikan “Sepasang Mata Bola” dengan suara sangat merdu.

17Aug-Frankfurt23

17Aug-Frankfurt24

Tari kipas, paling kiri bahkan ada bule, atau mungkin campuuran (Indo-Jerman) yang turut menari.

17Aug-Frankfurt25

Ini juga para ibu-ibu dari pengajian yang membawakan lagu-lagu dengan irama padang pasir, sangat indah.

17Aug-Frankfurt26

Ibu-ibu yang berasal dari Bali, juga menyumbangkan tarian dengan menyunggi besek di atas kepala.

17Aug-Frankfurt27

Dj. , Susi dan Dewi duduk manis di antara para tamu, karena Dj. lupa minum obat saat akan berangkat dari Mainz. Jadi tidak berani banyak gerak, mengingat saat itu matahari bersinar dengan sangat menyengat.

17Aug-Frankfurt28

Jam 13:20 kami dengan menyesal harus mengundurkan diri dari tempat acara yang masih sangat meriah. Bahkan acara masih berlanjut sampai jam 18:00. Kami dengan perlahan menyelinap keluar, karena tidak ingin mengganggu jalannya acara. Walau tidak mudah, karena banyak teman dan kenalan yang melihat dan bertanya, mau ke mana…??

Mereka masih menginginkan agar kami tinggal. Tapi inilah kalau orang sakit dan lupa minum obat, jadi tidak bisa berlama-lama, jangan sampai terjadi sesuatuu yang tidak diinginkan. Jangan sampai membikin orang lain semakin repot. Hahahahahahahaha…!!!

Kepada ibu dan bapak KonJen sekeluarga, sekali lagi kami ucapkan banyak terimakasih untuk undangannya. Walau kami pulang sebelum waktunya, tapi kami telah merasakan kehangatan suasana dalam acara hari itu. Kami berdoa semoga bapak dan ibu KonJen sekeluarga selalu sehat dan bahkan selalu di bawah naungan sayap KASIH TUHAN YESUS KRITUS, dimana saja bapak dan ibu sekeluarga berada. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena bukan sifat kami untuk diam-diam undur diri. Tapi mengingat kendisi saat itu yang kurang baik, jadi lebih memilih meninggalkan acara.

17Aug-Frankfurt29

Okay sobat di Baltyra…

Nah itu tadi sebahagian oret-oretan dari upacara dan acara perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68. yang diselanggarakan di wisma K.J.R.I. Frankfurt. Tidak cukup kalau dituliskan dengan kata-kata, bagaimana keluarga KonJen yang telah memeluk setiap kelompok masyarakat Indonesia di Frankfurt dan sekitarnya. Tanpa memandang golongan, agama dan ras, semua mereka peluk dalam nama Indonesia.

Mohon maaf kalau Dj. tidak banyak tayangkan foto disini dan mungkin ada kata-kata yang tidak berkenan.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. di setiap hari Selasa. Terimakasih kepada anda semua yang sudah membaca dan selalu menantikan oret-oretan Dj.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN YESSUS KRISTUS, selalu menyertai kita semuanya.

 

Salam manis dari kami di Mainz.

Dj. 813

17Aug-Frankfurt30

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

50 Comments to "17 Agustus 2013 di KJRI Frankfurt"

  1. Dj. 813  28 August, 2013 at 18:18

    Koh Tiongan…
    Kamsia…!!! Sudah mampir.
    Maaf kalau Dj. bikin kaget…
    Sebenarnya sih penyakit lama, tapi sejak 2009 sudah dipasang Stent ( ring ), jadi pagi, siang dan malam,
    harus minum obat.
    Kalau yang pagi dan siang lupa, bisa kambuh rytmusnya.
    Kalau yang malam, tidak begitu, hanya Sympastatin dan ringan.

    Kalau dar penampilan, Dj. memang kelihatan sehat, ya memang sehat sih.
    Tidak ada rasa sakit sedikitpun.
    Hanya saja, untuk menjaga, agar detak jantung selalu teratur, jadi dianjurkan minum obat.
    Ini Betablocker dan dua yang lainnya, jadi lain dengan obatnya yu Lani dan mbak DA.
    Kalau yu Lani dan mbak DA lupa minum obatnya, mereka bisa teriak-teriak.
    Hahahahahahahahaha…. ( jokes )
    Kalau Dj. lupa, biasanya Dj. tidak berani banyak gerak atau yang macem-macem.
    Lebih baik duduk manis dan menikmati acara.
    Itu juga banya foto yang Dj. ambil sambil duduk dan tidak jalan kiri-kanan.

    Okay…
    Selamat menikmati liburang di Betawi.
    Sudah ketemu sama A Hok belum…???
    Salam ya, kalau ketemu, bilang dari Lie Pai San… hahahahaha…!!!

    Salam manis untuk leharnya dan seluruh keluarga di betawi.
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  2. Oscar Delta Bravo  28 August, 2013 at 17:02

    Mas Djoko,saya kaget juga membacanya,lupa makan obat badan jadi lemes dan meninggalkan acara diam2 Mas Djoko waktu terahir saya baca artikelnya foto bersama Susi,dan anak2 begitu bahagia sampai iri mau belajar ke Mainz untuk bisa ketularan,tidak tampak ada gejala2 sakit tapi sehat2 semuanya termasuk Mas Djoko
    Salam dari Cengkareng yg waktu meninggalkan Amrik,anak saya memimpin tour HDC Indonesia bekerja sama dengan HDC Los Angeles(kebetulan duduk sbg panitianya) menuju Las Vegas terus ke Milwauke,dimana 40 pesertanya dari HDCIndonesia/HDnya sewa di LA

  3. Dj. 813  27 August, 2013 at 01:53

    Hallo Evi…
    Senangnya kalau hobby bisa dinikmati bersama ( suami dan istri ).
    Dj. malah belum pernah pakai BMW selama di Jerman, tapi dulu did Bandung,
    jamannya SMP pernah dibelikan oleh kaka BMW 600, yang hitam.
    Satu kebanggaan tersendiri, guru masih pakai merk “Java” atau “Zundap”.
    Dj. pakai BMW, parkir di tempat parkir guru, kena marah… hahahahahahaa….!!!
    Memang BMW dan Harley, termasuk motor berat, tapi kalau ketemu triknya, tidak +berat lagi.

    Saat ini, walau masih anget, tapi di mainz suduah mulai turun suhunya.
    Jadi mengingat umur, ya lebih baik naik bis saja… hahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz dan selamat menikmati musim panas yang masih sisa.

  4. Evi Irons  26 August, 2013 at 08:38

    Kami masih ikut bike rally, Bulan Mei kemarin ikut, tapi gak bisa sesering dulu krn saya Sudah dapat kerja full time.
    Selama saya Ada disini belum pernah punya Harley sendiri, paling pinjam sebentar atau dibonceng teman. Terakhir kami punya BMW RT 2000 cc Dan 1500, paling enak yg RT 2000 nyaman banget, ini motor ternyaman yg pernah saya naik.
    Karena BMW berat banget Dan suami suka jatuh terpaksa kami jual yg 2000 kami jual cash pembelinya coba naik motornya malah jatuh terus Karena Sudan 40 tahun gak pernah naik motor Dan tidak tahu fungsi Tombol-tombolnya, kaminya yang melihat takut, juga takut gak jadi dibeli, tapi ternyata jadi dibeli juga, pakai nawar lagi. Kalau yg 1500 CC dibarter dengan Kawasaki, nyaman juga.

  5. Dj. 813  25 August, 2013 at 14:41

    Hallo Evi Iron…
    Terimakasih sudah mampir….
    Hahahahahahaha…. benar, dia rajin, yang lain masih ngobrol, dia sudah siap.

    Apa kabar Texass…???
    Masih sering nge bike…???
    Kemarin ada tawaran Harley murah, sayang tidak dapat ijin dari Susi, karena dia semakin tua
    semakin takut kalau ada apa-apa.
    Malah dia bilang, lebih baik beli Trike daripada beli Harley.
    Trike memang secara optik sangat bagus, tapi kurang asyik….
    Kalau Dj. nekat beli Harley, maka dia tidak mau ikut naik, kalau Trike dia mau.
    hahahahahaha…!!!
    Nah ya, nurut istri tidak ada salahnya tho….

    Salam manis untuk keluarga dirumah ya.

  6. Evi Irons  25 August, 2013 at 04:00

    enak banget! saya sangat senang melihat photo-photonya, rasanya seperti saya sedang menonton disana. Saya ketawa melihat Photo yang ada cowok bulenya sebelah kiri sudah siap dan nyengirnya sementara yang lainnya belum siap. Kapan-kapan bikin videonya OOm Dj!

  7. Dj. 813  24 August, 2013 at 16:09

    Hallo Bruder Damanik….
    Selamat Pagi dari Mainz…
    Terimakasih sudah mampir….

    Was für eine überraschung… Das freud mich sehr…!!!
    Vielen Danke….!!!
    Danke für das kompliment…!!!
    Wir haben uns lange nicht gesehen.
    Yuuuup…!!! Uns gehts gut, und wir hoffen euch auch.
    Bin schon seit Oktober 2012 krank geschrieben, aber es ist okay.

    Liebe Grüße an kaka cantik und auch an die Kinder und enkel kinder.

  8. Damanik  24 August, 2013 at 03:54

    Slamat malam Mas Djoko,sungguh indah hasil jepretan dan laporan dari perayaan hari Kemerdekaan RI ke 68,sayang tidak ikut menghadiri,karna ada kawan merayakan pemberkatan nikah.Smoga kesehatannya sudah pulih kembali.Salam……

  9. Dj. 813  22 August, 2013 at 21:17

    Dimas Josh Chen…
    Maaf ini Dj. yang blo´on mau nanya…
    Jarang-jarang kan dapat “like”, sampai 115 jempol.
    Tapi yang kelihatan hanya Dimas dan 5 orang berikutnya.
    sedankan 113 tidak kelihata nama mereka.
    apakah ada cara untukmelihat nama-nama mereka…???
    Terimakasih.
    Salam manis untuk keluarga dirumah.

    Untuk anda yang sudah membubuhkan jempolnya,
    Dj.ucapkan buanyak terimakasih…!!!
    Salam manis dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.