KASPELU Reuni (Lagi…) – Beberapa Catatan Kecil

Bagong Julianto, Sekayu-Muba-Sumsel

 

Solo, 30 Juni 2013

Sebetulnya ini bukan reuni seperti yang diiklankan di koran dan media massa. Ini adalah pertemuan kangen-kangenan bebarapa warga Solo atau yang merasa terikat dengan Solo yang kebetulan alumni SMP Negeri 3 Solo tahun 1977. Jadi sudah pada overseks. Sebagian juga sudah meninggalkan dunia hitam. Over seket dan seterusnya. Seket, lima puluh tahun dan mulai beruban.

Kenapa KASPELU? Ya, KASPELU adalah beKAS esemPE teLU. Bekas esempe tiga. Sekolahan yang berlokasi di pojok Jl. Kartini dan pas berseberangan dengan kompleks Istana Mangkunegaran. Konon bangunan SMP N 3 ini milik Keraton Mangkunegoro. Kelas-kelas yang atap plafonnya tinggi adalah bekas garasi kereta kerajaan.

Seperti pertemuan-perjumpaan yang lain, kisah ini juga diawali dari sarana jejaring sosial FB dan BBM. Saya diinfokan, hari Minggu siang 30 Juni 2013, KASPELU ngumpul di RM Relasi, 267, Jl Adisumarmo di arah barat kawasan Solo. Tenyata saya datang kegasikan, paling duluan, seperti yang saya duga. Satu-satu kawan pada datang dan nggak semuanya saya kenal dengan baik. Sungguh, dunia ini kecil dan rugilah kita jika nggak saling terhubung secara baik satu dengan lain. Saya yang merugi ternyata! Selepas kuliah, saya meninggalkan Solo dan jadi buruh kebun di Sumatera dan Kalimantan, melewatkan beberapa kali undangan reuni. Sekarang sudah pensiun maka tersedia cukup waktu dan kesempatan bagi saya untuk bereuni. Reuni jadi seperti mengisi dan menyegarkan kembali semangat berkehidupan yang lebih baik. Mungkin itulah inti setiap reuni atau perjumpaan. Kita ada oleh, karena dan untuk orang lain. Tergantung pribadi lepas pribadi, manfaat reuni akan diperkecil atau diperbesar.

KASPELU (1)

Gbr. 1. 16 Kaspelu yang hadir, setelah 36 tahun berlalu

 

KASPELU (2)

KASPELU (3)

KASPELU (4)

KASPELU (5)

KASPELU (6)

KASPELU (7)

KASPELU (8)

KASPELU (9)

Gbr. 2 s/d 9. Makan siang,bernostalgia, tukar info untuk bisnis, juga pelekat silaturahim

 

Beberapa Catatan Kecil

1. Mas Rahno, kami nggak pernah sekelas. Kenangan yang melekat adalah kami seruang tidur di kelas yang dijadikan tempat tidur waktu study tour ke SMP Purwokerto. Nggak jelas siapa yang memprovokasi: semua poster, gambar dan kertas tempel di ruangan itu dibakar. Asap yang kemeluk bergumpal-gumpal timbul bikin heboh. Sungguh orang Purwokerto panjang sabar dan baik hati, nggak ada sanksi apapun yang kami terima malam itu.

Kejadian nyleneh masih berlanjut, saat mau mandi pagi, satu tong air diapungi “pisang kuning goreng mambu”, maaf….faeses. Jadilah, kami mandi antri di tempat lain dengan disoraki kawan-kawan. Sungguh, kawan kami memang nakal..

2. Mas Hardono dan Mbak Ratna Farida adalah pasangan penari sebagai Arjuna dan Dewi Suprobo saat pentas seni pesta perpisahan SMP di Gedung Wayang Orang Sriwedari. Kami terhubung dengan keduanya sebagai enam buto/raksasa anggota Prabu Niwotokawoco. Beberapa bulan kami dilatih menari sebagai buto untuk tampil hanya dua kali beberapa menit. Tampil pertama berenam adegan “jejer” (pembuka, dua “e” pada lembah) sekian menit. Tampil ke dua perang dengan Arjuna, dipukul-ditendang-dihajar habis oleh Arjuna menggelundung dua-tiga kali, mati. Sampai sekarang Mas Hardono dan Mbak Ratna yang lengkapnya jadi Ratna Budi Santoso tetap bersahabat, seperti dengan yang lain. Akrab dan saling mendukung…..

3. Mas Hary, sebagai salah satu penggiat Kaspelu (dipelopori Mas Hardono, Mbak Ekat, Mbak Achees), masih tetap ganteng langsing dengan kumisnya yang rapi. Kami nggak pernah sekelas, saya mengingatnya sebagai kawan yang pendiam saat itu…

4. Mbak Lastri mengingatkan lagu yang sering saya nyanyikan keras-keras tapi justru sudah saya lupakan: “Blue….. blue….. blue is my tang”, itu karena seorang kawan puteri kami terlihat memakai “sesuatu **tang” berwarana biru menyala di balik baju putihnya.

5. Mas Budi yang dulu kurus tinggi, sekarang lebih berisi dengan rambut pendeknya. Sikap kesetiakawanan dan kesatriaannya masih terlihat. Dulu setiap ada perselisihan dengan tetangga dan “musuh abadi” kami SMP N 5 dan SMP N 10, Mas Budi selalu tampil di depan. Jauh beda dengan kenakalan anak-anak sekarang (=tawuran), kami nggak kenal tawuran. Yang ada satu lawan satu, yang lain hanya mendampingi dan menjaga….

6. Mas Sis Guntoro, dulu kurus kuning, sekarang gemuk hitam, tetap tipikal sebagai Wong Solo, tenang setenang aliran Bengawan Solo….

7. Nono’, Mas Dwi Suryo Buono, kawan sejak di SD Kristen Tumenggungan, tetap putih, kalem dan masih gentleman. Saya mengingatnya sebagai seorang putera harapan (banyak) puteri. Saat masih kelas dua SMPpun sudah dikejar-kejar kawan mBakyunya. Raja disco. Saat kelas tiga, kami nggak heran beberapa siswi SMA nunggu Nono’ di depan sekolah.

8. Catatan terpenting dari semuanya adalah: perkawanan-pertemanan-persahabatan menembus dinding pelabelan sosial dan (bisa) diperindah ketika saling memperhatikan dan saling memperkaya batin dengan selalu bersambung rasa….

9. Catatan tambahan: kawan-kawan yang dulu saya tatap dengan ndangak/mendongak, berarti saya lebih pendek lebih kecil (ada yang manggil saya dengan Precil (=anak kodok)), lhah.. sekarang kami pada gebak semua, sama tinggi. Entah saya yang tetap dan mereka makin mlungkret atau mereka yang tetap tinggi sementara saya tumbuh lagi karena suka main lompat-lompatan, entah bagaimana,…..hehehe, ini catatan kaki maka bikin tinggi……

KASPELU (10)

Gbr. 10. Dengan Mas Nono’, kawan SD dan SMP, ngajak gowes Jkt-Solo.

 

Semoga!

 

Sampunnnnn. Suwunnnnn. (BgJ, 120813)

 

32 Comments to "KASPELU Reuni (Lagi…) – Beberapa Catatan Kecil"

  1. Evi Irons  26 August, 2013 at 08:51

    Mas Bagong yg mana orangnya? Maaf, suka baca tulisannya tapi ndak tahu orangnya. Ada orang Solo juga, saya kesana terakhir thn 2010, suka ke Solo Karena punya kakak Dan saudara yg tinggal di Colomadu, Karang Anyar Dan dekat kebun binatang (tidak tahu namanya). Mbak yg pake kerudung orange nampak awet muda, kelihatannya bapak yg pakai mbatik orangnya rendah hati Dan suka guyon.

  2. nu2k  25 August, 2013 at 13:06

    Dimas Handoko, wouuuuwww… Lhooo, memangnya kiriman Perangko saya sudah digeluti sampai babak belur toch? Kok sekarang sudah pindah ke Perangkonya jeng Lani.. Ha, ha, haaa.. Saya punya Perangko istimewa.. Nanti kapan-kapan saya kirimi… Kus, Nu2k

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.