Is it a Blind Love?

Ida Cholisa

 

“Tidak pernah”, aku jawab demikian setiap teman-temanku iseng bertanya. “Rimba, kamu pernah jatuh cinta, nggak?”

Ini jawaban yang benat-benar jujur. Setidaknya teman-temanku tahu bahwa aku tak pernah memiliki pacar. Sekadar naksir pun tidak. Mungkin aku tak perlu pusing memikirkan celoteh teman-temanku. Sudah lama kuanggap angin lalu saat mereka meledek atau menggodaku. Tapi kali ini tidak. Ucapan mereka benar. Sedikit pun aku tak bisa menyangkal.

“Kau gila, Rimba, Mengapa kau harus memilih perempuan itu?” kalimat demi kalimat kawan-kawanku memberondongku.

Diam. Itu yang seperti biasa aku lakukaan. Senjata pembungkam kalimat-kalimat kawan. Tak penting untuk dibahas, kataku di dalam hati.

***

Cinta memang buta. Setidaknya itu yang kurasakan saat ini. Aku menikah, satu tahun setelah kawan-kawanku mengetahui hubunganku dengan perempuan itu. Aku menikah pada saat usiaku masih sangat muda. Delapan belas tahun. Tepat satu minggu setelah pengumuman kelulusan SMA-ku.

Aku tahu langkahku membuat bumi serasa bergoncang. Aku sadar langit seolah akan runtuh. Aku paham semua akan terperangah. Sebab aku menikah pada usia yang tak lazim, dan aku menikahi perempuan yang juga tak lazim.

Perempuan itu guru Bahasa Mandarinku, Bu Windi.

Aku merasakan jatuh cinta yang begitu indah, aku merasakan gelora asmara yang membawaku terbang ke angkasa. Aku jatuh cinta pada guruku, janda setengah baya yang telah dua tahun ditinggal mati suaminya.

Tak masalah jurang itu menganga lebar. Tak masalah dinding itu begitu tinggi. Cinta mengalahkan semuanya.

Aku melihat guruku tampak cantik sempurna, di usia menginjak kepala lima.

***

 

Ruang kelas, Malam Jumat 2013

 

5 Comments to "Is it a Blind Love?"

  1. Dewi Aichi  27 August, 2013 at 16:33

    Jatuh cinta itu tidak terduga akan jatuh cinta dengan siapa, bisa saja seperti itu, usia tersangkut jauh, apalagi murid dengan gurunya yang jauh lebih tua, bagaikan ibunya sendiri…memang membuat sekeliling ternganga…tapi apa boleh buat. ..kekuatan rasa mengalahkan segalanya…..

  2. Atra Lophe  27 August, 2013 at 15:55

    cinta; dia tidak lagi buta ketika ada kejujuran…. salam

  3. Hennie Triana Oberst  27 August, 2013 at 00:46

    Ibu guru yang mempesona.

  4. Lani  25 August, 2013 at 21:49

    Cintanya sendiri tdk pernah salah…………tp klu sdh buta naaaaaah……..

  5. Handoko Widagdo  25 August, 2013 at 15:16

    Cinta buta itu cinta sama bu guru

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.