Bila Petani dan Pedagang Malas Bertemu…Ora Urus

Cechgentong

 

Makhluk satu ini memang unik dan aneh. Setiap saya pulang ke tanah air maka saya selalu kirim pesan di FB miliknya. ” Woiiiii kawan, saya pulang ke Indonesia.“Tetapi jawabannya selalu begini, ” Ora Urus…ahahaha. aku mau kabur aja. hehehe“ Nah itu jawaban yang menjadi “trade mark-nya“. Tetapi saya memakluminya, biasalah kalau petani malas dan pedagang malas kumpul maka hasilnya tidak jelas dan hanya ketawa-tawa saja.

Sehari kepulangan dari Thailand, saya langsung menghubungi dia via telepon. Seperti biasa, sinyalnya naik turun tidak sehingga sulit mencapai kata temu. Ya gimana mencapai kata temu kalau sebentar-bentar terputus, suara terdengar tidak jelas. Akhirnya disepakati komunikasi via sms atau inbox di FB barulah ada kesepakatan. Ok kita bertemu dalam acara buka puasa berdua.

”Buka puasa berdua?“ tanya dia.

”Ya bukber,” jawab saya.

”Gaklah. Aku gak puasa. jadi gak usah dibuka. hehehe…“ ujarnya.

”Ok, bagaimana kalau kita sarapan pagi di Pondok Indah Mall khan dekat dengan tempatmu.“

”Nah itu lebih cocok. ahahaha. sarapan pagi. ai. udah lama gak denger istilah itu. selama ini aku dicekoki budaya gurun pasir.“

”Sepakat ya besok pagi (H-1 Idul Fitri 1434 H) di Pondok Indah Mall (PIM). Tetapi kau yang menentukan tempatnya.“

”Emang gue anak PIM? Buta info kafe. Bentar aku tanyain… Warung kopi di PIM 3, Coffee Club“

”Jam berapa? Jam 11 ya karena aku tahu kau baru bangun jam segitu hehehehe…“

”Hehehe… Sip.“

Keesokan harinya saya datang lebih dahulu dan menunggu persis di depan Coffee Club. Beberapa menit kemudian datanglah kawan ini dengan rambut panjang baru dikeramas dan menenteng tas khasnya. ”Waduh Cech, kayaknya Coffee Club bukan tempat yang tepat buat kita kaum dhuafa. Bagaimana kalau kita cari ke PIM 1“ komentar kawan ini setelah melihat pengunjung Coffee Club yang kebanyakan bule dan orang-orang dari kaum borjuis hahahaha…

Kebetulan dalam hati saya, dugaan saya untuk minum secangkir kopi di Coffee Club sudah terbayang harga selangit dan menguras kocek karena memang kesepatannya saya yang bayar sarapan pagi hari ini. Tetapi yang paling penting adalah tempat nongkrong yang bisa ngerokok lama-lama karena Coffee Club tidak menyediakan tempat merokok sama sekali. Asemmm…..

Setelah berjalan keliling beberapa menit, akhirnya kami menemukan tempat seperti Food Court namanya Area 5 di PIM 1. Yang membuat kami lega adalah area tersebut menyediakan tempat untuk kaum perokok yang berada di luar. Alhamdulillah dalam hati kami walau tidak berpuasa.

Dari sekian banyak outlet penjual makanan yang ada, pandangan kami tertuju kepada Kopi Tiam karena jelas sekali tertulis kata kopi di depan outletnya sehingga sesuai dengan tujuan kami sarapan pagi yaitu minum kopi sambil kongkow. Maka saya pesan 2 cup medium kopi dengan harga yang lumayan mengocek dompet. Satu cup medium harganya puluhan ribu rupiah. Tetapi sudahlah yang penting ikatan silaturahim kami tidak putus di tengah jalan hahahaha…

oraurus01

Kawan dan suasana food area PIM 1 yang masih sepi pengunjung (dok. Cech)

 

 

oraurus02

Kopi dan Rokok, teman setia kaum pemalas (dok. Cech)

 

”Bagaimana Cech, perjalanan ke Thailand kemarin,“ Itulah pertanyaan pertama yang dilontarkannya pada saat kami baru duduk.

”Baik… Bagaimana dengan lahan pertanianmu di Cijapun,” saya tanya balik.”Ya kau tahu sendirilah tetap berjalan walaupun tersendat-sendat karena kemalasanku tapi masih bisa menghidupi orang yang bekerja di situ hehehe…“

Dari percakapan awal tersebut, obrolan kami mengalir bak air bah. Mulai dari kisah asmara, kasmaran, tulisan, pertanian, buku, backpackeran sampai masalah tas. Tetapi dari semua itu yang terpenting adalah masalah pertanian. Banyak cerita yang keluar dari mulut kami berdua berdasarkan pengalaman yang dialami selama ini. Dan yang menarik adalah Beyond Organic Farming.

Apa itu Beyond Organic Farming ? Belum selesai membahas lebih lanjut saya memutuskan untuk pesan makanan karena gelas-gelas kopi kami telah habis diseruput. Kawan hanya mengatakan terserah saya lah untuk memilih makanan yang layak untuknya.

Setelah memesan makanan yang pantas untuk kami maka obrolan dilanjutkan. Tetapi obrolan terhenti sejenak ketika kawan ini melihat nomor pesanan makanan kami yaitu 26. ” Wah menarik nih cech dengan angka 26“ celotehnya sambil menghisap Dji Sam Soenya dan saya pun turut menghisap Cigarillos.

oraurus03

26 angka keramat sekalian angka pencetus ide (dok. Cech)

 

Ya… 26. Berdua backpackeran mengelilingi 6 negara yaitu Thailand, Myanmar atau Srilanka, India, Nepal atau Bhutan, Pakistan atau Afghanistan dan terakhir Iran sambil mempelajari pertanian keenam negara tersebut terutama organic farming-nya. Kamipun segera mencari Google Map via tablet Sony saya untuk menelusuri perjalanan yang tepat dan efisien terutama berkaitan dengan kalkulasi dana yang harus dikeluarkan. Akhirnya ditemukan angka rupiah yang pas sebagai persiapan dan pelaksanaan perjalanan tersebut serta berapa lama waktu yang dibutuhkan.

oraurus04

Kuliner yang katanya asal Singapura (dok. Cech)

 

 

oraurus05

Kuliner yang katanya asal Thailand (dok. Cech)

 

 

oraurus06

Amanlah kalau sudah ada ini (dok. Cech)

 

Tiba-tiba datanglah pelayan Kopi Tiam dengan 2 porsi makanan untuk kami.

 

”Apa nih Cech?“

”Gak usah tanya. Pokoknya makan aja, ini makanan yang pas untuk kaum pemalas seperti kita. Terserahlah namanya, abis pakai bahasa Inggris yang susah diingat hehehehe…“

”Sip… break fast (baca: buka puasa) yang menyegarkan hahahaha…“

oraurus07

Buku Trilogi Perjalanan Karya Agustinus Wibowo (dok. Cech)

 

 

oraurus08

Dua cup cappucino menyemangati obrolan kami (dok. Cech)

 

Setelah menyantap makanan, kami melanjutkan pembicaraan terutama tentang rencana perjalanan sampai membuat buku tentang perjalanan tersebut (terbersit ketika kawan ini menunjukkan satu buku yang merupakan trilogi buku perjalanan karya Agustinus Wibowo). Tanpa terasa minuman dan beberapa bungkus rokok kami mulai menipis persediaannya. Akhirnya saya memutuskan untuk bagi tugas. Saya mencari rokok dan dia mencari minuman.

2 cup medium kopi cappucino terhidangkan dan 1 bungkus rokok diletakkan di meja. Cukuplah untuk menutup puasa terakhir bulan Ramadhan karena 1 jam lagi buka puasa yang sebenarnya tiba. Hal tersebut terlihat makin banyaknya pengunjung yang datang memesan makanan untuk berbuka. Suasana makin lama makin ramai dan membuat kami mulai merasa tidak nyaman untuk melanjutkan obrolan. Tepat jam 19.30 kami membubarkan diri dengan sepakat memantapkan persiapan rencana kami. Apakah rencana tersebut dapat terlaksana ? Jawaban kami sama yaitu ORA URUS hahahaha Inilah kaum pemalas ngumpul ya hasilnya nggak jelas tetapi pasti hehehehe….

oraurus09

ORA URUS… (dok. Cech)

 

18 Comments to "Bila Petani dan Pedagang Malas Bertemu…Ora Urus"

  1. cechgentong  2 September, 2013 at 15:12

    Alvina, tunggu tanggal mainnya ya hehehe

  2. Alvina VB  28 August, 2013 at 20:56

    Cech gentong….ini tulisan lebih menarik lagi kl nanti dilanjutkan dgn topik organic farming ya…..ora urus rokok loh ya…….(apa ini artikel di-endorsed sama Djarum??? just kidding….he..he…..)

  3. cechgentong  28 August, 2013 at 16:34

    Kang JC, dah lama ga ngudud Cigarillos sekali ketemu ketagihan hehehe biasalah orang pulau masuk daratan

    nama makanannya apa, saya juga lupa Tom Yam ya … maaf kalo salah abisnya ora urus hahaha

  4. cechgentong  28 August, 2013 at 16:32

    djasMerahputih, sebelum ide 26 terwujud maka akan diawali di Fiji… tunggu reportasenya hehehe

  5. Lani  28 August, 2013 at 10:14

    AKI BUTO : baru tau klu zaman rikiplik sampeyan ngeses to????

  6. J C  28 August, 2013 at 10:10

    Kang Cech, wuiiihh Cigarillos…masih ingat jaman masih ngeses/ngudud/ngrokok, Cigarillos adalah salah satu favoritku. Cerutu ala Indonesia yang muantep memang…

    Makanan yang ala Thailand bersantan kuah kekuningan itu namanya apa,, kang Cech?

  7. djasMerahputih  28 August, 2013 at 07:45

    Konteksnya bermalas-malasan, tapi menurut saya percakapan penuh wawasan dalam suasana tsb adalah bentuk “kemalasan yg produktif”. Apalagi kalo ide yg tercetus dari angka 26 bisa benar-benar direalisasikan…

  8. Dj. 813  28 August, 2013 at 01:58

    cechgentong Says:
    August 27th, 2013 at 17:44

    Pak DJ, ora urus pisgornya hahahaha
    ———————————————————–

    Hahahahahahahaha…!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.