130 Tahun Krakatau Meletus – Charles Lindbergh ke Krakatau

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

INDONESIA ditakdirkan menjadi tempat bersemayamnya puluhan gunung. Entah aktif maupun yang ‘tidur’. Sewaktu-waktu 132 gunung tersebut dapat meletus. Satu persatu. Bisa bergiliran berselang waktu yang tidak terlalu lama. Bisa juga mereka meletus berbarengan karena ada aktifitas perut bumi bergejolak.

Bagaimana kita bersahabat dengan seratus lebih gunung yang setiap waktu bisa memuntahkan isi perut bumi? Charles Lindbergh, pahlawan bangsa Amerika, mempunyai kearifan bagaimana kita bersahabat dengan alam. Dengan Krakatau.

Charles Lindbergh 1Charles Lindbergh 2

Charles Lindbergh 3Charles Lindbergh 4Charles Lindbergh 5 Charles Lindbergh 6 Charles Lindbergh 7 Charles Lindbergh 8 Charles Lindbergh 9

 

57 Comments to "130 Tahun Krakatau Meletus – Charles Lindbergh ke Krakatau"

  1. Bagong Julianto  2 September, 2013 at 23:29

    Bung Iwan, benar… alam harus diakrabi. Juga gunung, didaki, nukan ditaklukkan….
    Hebat Charles L: dekat ke alam daripada ke science, karena science (sebagian besarnya) semakin angkuh (dan merusak) terhadap alam…

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  31 August, 2013 at 08:17

    Iya Om Djoko, Melati (10 tahun) dan Mawar (5 tahun). Gak terasa mereka cepat besar dan bapaknya juga cepet mati…

    Salam buat keluarga..

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  31 August, 2013 at 08:16

    Wah….kalau sempat dan waktunya tepat, Om ODB… Seneng banget..

  4. Dj. 813  30 August, 2013 at 17:51

    @ 52 :

    Wooow… Melati dan Mawar sudah semakin besar….
    Kapan-kapan pasang juga foto maminya Melati dan Mawar dong…

  5. Oscar Delta Bravo  30 August, 2013 at 17:40

    Mas Iwan soalnya berapa kali perjumpaan kita ngak pernah diajak,selalu single saja.Kali ini diajak yaa??

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  30 August, 2013 at 16:55

    Om ODB…ini maksudhnya yg gak pernah diorbitkan?

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  30 August, 2013 at 16:52

    Bener Kak Dewi, bencana ya bencana, tak ada hubungannya dnegan kutukan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.