Chinese Calligrapher

Bambang Priantono

 

I found these photos among my files saved for a while. It was taken almost 3 months ago when I was still in Semarang. I and two friends were walking around between Pemuda and Old City, as well as Pecinan (Chinatown). I was interested in a chinese calligrapher who sat in a stand, and his stand was full housed. Inside of my curiousity, I walked into the stand and saw him drawing a Chinese calligraphy ordered by someone. Actually I wanted to buy, but there were too many people till I didn’t do that.

It is not in China, Hong Kong, Malaysia or Singapore,….but in Semarang, Indonesia.

calligrapher01

Order…

 

calligrapher02

Shaking hands

 

calligrapher03

Drawing

 

About Bambang Priantono

kerA ngalaM tulen (Arek Malang) yang sangat mencintai Indonesia. Jebolan Universitas Airlangga Surabaya. Kecintaannya akan pendidika dan anak-anak membawanya sekarang berkarya di Sekolah Terpadu Pahoa, Tangerang. Artikel-artikelnya unik dan sebagian dalam bahasa Inggris, dengan alasan khusus, supaya lebih bergaung di dunia internasional melalui blognya dan BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Chinese Calligrapher"

  1. J C  3 September, 2013 at 21:04

    Menggoreskan kuas dengan tinta yang digosok dengan pas di atas kertas khusus kaligrafi memang rasanya berbeda dibanding menggoreskan kuas di atas kertas HVS. Sering belajar tapi masih belum menekuni dan mendalaminya…

  2. Linda Cheang  3 September, 2013 at 09:31

    saya akan jadi Chinese Caligrapher di masa depan

    sekarang, masih belajar untuk bikin ilmunya makin mumpuni

  3. EA.Inakawa  3 September, 2013 at 04:25

    Yang menarik dari makna kaligrafi Chinese ini adalah Makna & Filosofi nya , tertuang dalam gambar sekaligus sebagai hiasan dinding, salam sejuk

  4. Alvina VB  3 September, 2013 at 00:00

    Chinese Calligraphy memang indah tapi susyah banget belajarnya, kl gak dimulai waktu masih kecil, krn setiap garis hrs tahu mulainya dari mana dan berakhir di mana.
    Saya pernah 1x belajar duluuuu banget sudah dewasa, belajar tersembunyi di rumah pribadi guru lukis Chinese painting, krn dulu tidak diperbolehkan belajar kanji/ semua yg berbau tradisi China secara terbuka dlm era pem Orba. Guru saya dulu Mrs. Cho, tinggal di Jakarta, tidak tahu apakah beliau masih hidup/ tidak, kl masih hidup berarti hampir 100thn umurnya.

  5. Dj. 813  2 September, 2013 at 21:11

    Dj. selalu kagum,bila lihat orang nulis kaligrafi dengan huruf China.
    Kadang heran, bagaimana mereka bisa ingat dan juga menggerakan tangan
    seolah menari diatas kertas.
    Mana lagi satu seni yang sangat tinggi dan menakjubkan..
    Dj. ngapalin 2 huruf Jepang 盆栽 yang artinya bonsai, entah berapa bulan, baru hapal.
    Hahahahahahahahahaha….!!!

    Matur Nuwun mas Bambang.

  6. Swan Liong Be  2 September, 2013 at 16:00

    Semarang adalah kota dengan jumlah penduduk suku Tionghoa yang banyak sekali, tapi berapa jumlahnya saya tidak tau.

  7. James  2 September, 2013 at 11:02

    SATOE, Caligraphy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.