Sekayu-Palembang: di Atas 100, di Bawah 200. Jika Saya Bisa, Anda Tentu Mampu

Bagong Julianto – Sekayu-Muba-Sumsel

 

Ini kisah biasa-biasa saja dari orang biasa dan sebisanya dibiasakan sebagai kisah biasa saja. Tentang kebisaan dan kemampuan. Tentang niat dan kemauan. Tentang 100 km dan 200 km. Tentang gowes, rupanya. Tentang perjalanan bersepeda di atas 100 km dan di bawah 200 km, dalam 1 hari. Maka jika saya bisa, anda tentu mampu!

Saya yakin, anda pasti juga bisa dan mampu. Di atas 100 km di bawah 200 km, katakan seperti jarak Sekayu-Palembang sejauh +/- 124 km, bisa saya selesaikan dalam waktu 11 jam kurang 7 menit. Tentu saja tidak nggowes berterusan tanpa stop. Ada saat untuk buang air kecil-besar, ada saat berhenti untuk nambah air minum, berhenti untuk makan dan sekedar beristirahat sambil menikmati tidur duduk nyandar pada dinding tembok SPBU RJM 1 Pangkalan Balai di puncak kelelahan yang mendera fisik.

 

1. Sarapan yang Bukan Biasa-biasa Saja

Saya pernah berhenti makan nasi hampir empat bulan. Ternyata bisa dan biasa-biasa saja. Saya juga pernah sarapan berupa cairan yaitu juice aneka buah+madu. Bisa dan biasa-biasa saja. Tapi sarapan kali ini sepertinya bukan sarapan yang biasa-biasa saja: secangkir susu calsium 51+ campur dua sendok oatmeal+madu; secangkir susu kedelai hi protein green tea+madu, secangkir teh mahkota dewa+madu, sepiring labu kukus madu dan 6 siung bawang putih mentah. Untung usus saya nggak bisa ngomong, kalau tidak entah gerutuan macam apa yang bakal saya dengar……

Hari ini, Jumat 16 Agustus 2013 bakal jadi catatan: nggowes pertama kali seharian Sekayu-Palembang dengan sarapan yang tidak istimewa namun juga bukan biasa-biasa saja.

image001

image003

Gbr. 1 & 2. Bukan Istimewa bukan pula sarapan yang biasa-biasa saja, terutama saat mengunyah bawang putih!

 

2. Team Pendukung

Target gowes Sekayu-Palembang dirancang dalam tahun ini setelah nanti terealisasi gowes Sekayu-Betung-Sekayu. Tapi secara mendadak dilaksanakan karena ada beberapa faktor pendorong: Agus lagi liburan dan berulang tahun tanggal 18 Agustus lusa, beberapa hari terakhir ini saya giat berlatih gowes dalam cuaca pagi-siang-sore lebih dari 20 km/hari. Jadilah Agus beserta kakak kelasnya, Yadi, sebagai team pendukung pergowesan Sekayu-Palembang. Team logistik tetek-bengek persepedaan jarak jauh. Sebetulnya juga jadi team jaga-jaga, manakala saya nyerah dan nggak kuat lagi, maka tinggal naikkan sepeda ke mobil. Selesai.

image005

Gbr. 3. Agus Genap 15 th, 18-08-2013

 

image007

Gbr. 4. Yadi, mendadak fotographer

 

3. Catatan Perjalanan

Saya terlalu excited, mulai tidur tadi malam jam 00.20, jam 03.40 sudah terbangun dan gak mau tidur lagi. Saat CATEYE VELO 7/speedometer dan jam tempel sepeda menunjukkan 05.99 saya mulai nggowes. Terbiasa pakai jaket anti angin saat nggowes harian (sehingga betul-betul menguras keringat bahkan ketika belum lagi setengah jam nggowes), kali ini saya justru gunakan jersey Komunitas Sepeda Sekayu, lengan pendek. Nggak manggul water canon. Ini positip negatipnya ada team pendukung.

image009

Gbr. 5. Penuh semangat, ayo nggowes, Etape 1: Sekayu-Teluk, sendiri tapi dikawal Agus dan Yadi

 

image011

image013

Gbr. 6 & 7. Gowes for Fit, Fun & Friendship, juga untuk kikis lemak di perut

 

image015

image017

Gbr. 8 & 9. Tandai Tempat Ibadah yang bersih dan ramah untuk urusan panggilan alam

 

image019

Gbr. 10. Menyongsong Matahari pagi, hangat dan mulai berkeringat…..

 

image021

image023

image025

Gbr. 11 s/d 13. Bergaya, mumpung jalan masih sepi….

 

image027

image029

image031

Gbr. 14 s/d 16. Udara pagi segar dan segera seberangi jembatan Sungai Batanghari Leko

 

image033

image035

Gbr.15 & 16. Bergaya lagi pada turunan jembatan Sungai Batanghari Leko

 

image037

Gbr. 17. Bersama Penggowes Teluk: Andi kakak dan Irfan adik, Etape 2: Teluk-Betung.

 

image039

image041

image043

image045

image047

Gbr. 18 s/d 22. Kalau balap sepeda yang di depan adalah si juara, kalau touring yang di depan adalah yang terlemah dan jadi standar percepatan. Hehehe….

 

image049

Gbr. 23. Dikurangi waktu rehat, total Sekayu-Betung selesai 3 jam, capaian tercepat selama ini

 

image051

Gbr. 24. Harus (terpaksa) nyingkir, demi keselamatan

 

image053

Gbr. 25. Puncak rasa capek, tertidur di SPBU, Etape 3: Betung-Palembang, sendiri lagi

 

image055

image057

image059

Gbr. 26 s/d 28. Terus gowes kalahkan rasa capek dan godaan untuk: ah… sudahlah!

 

image061

image063

Gbr. 27 & 28. Mendung dan gerimis, menepi di Sembawa menikmati rasa capek membuncah

 

image065

image067

Gbr. 29 & 30. Aspal mulus dan topografi bergelombang menguras tenaga

 

image069

image071

image073

Gbr. 31 s/d 33. Berhasil Sekayu-Palembang, 11 jam kurang 7 menit. Tidak bisa real time dokumentasi karena Agus kesulitan parkir di kesibukan+kemacetan Palembang sore hari

 

4. Catatan Tambahan dan Hikmah

Meski menyelesaikan target gowes Sekayu-Palembang, beberapa catatan menjadi bahan evaluasi dan tentu saja berguna (terutama bagi diri pribadi) untuk perbaikan di masa mendatang.

a. Latihan, latihan dan tetap terus latihan adalah kata kunci utama.

b. Selalu gunakan jaket anti angin supaya kuras keringat saat latihan.

c. Selalu bawa beban di punggung saat latihan.

d. Selalu tidur cukup, dan sebelum jam setengah dua belas malam.

e. Jangan sembarang makan malam yang beresiko memulaskan perut (kami makan sop daging ekstra pedas sambel hijau tiga sendok dan kurang minum air putih, akibatnya baru setengah jam gowes terjadilah panggilan alam itu!).

f. Jangan terlalu paksakan diri dalam mengayuh, nikmati perjalanan (jangan ulangi etape 1 pagi hari terlalu ngoyo speed up).

g. Jangan ambil waktu istirahat lebih dari seperempat jam (resiko/peluang ngantuk dan mbablas tertidur).

h. Jangan makan berat saat dalam touring (kemaren makan siang nasi padang!).

i. Jangan terlalu andalkan team pendukung (harus coba lagi Sekayu-Palembang tanpa dikawal!)

j. Jangan cukur gundul di sembarangan salon di Palembang, kalau nggak mau tergores pisau silet dan berdarah-darah seperti yang saya alami. Hahahaa. (Tanda panah).

image076

image078

image080

Gbr.34 s/d 36. Cukur gundul untuk menunjang gowes, nggak ada halangan keringat mengucur

Bersepeda atau nggowes adalah aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan, pula menambah perkawanan-persahabatan-persaudaraan. Kemampuan dan kekuatan kita dalam mengayuh tidak semata-mata ditentukan oleh kemauan-keinginan bahwa “aku pasti bisa dan mampu” tapi juga oleh rutinitas latihan mengasah kekuatan fisik. Tapi bagaimanapun juga, jika saya bisa nggowes anda tentu juga mampu nggowes. Jauh dekat, lama sebentar, itu pilihan saja….

 

Salam gowes.

Sampunnnnnn. Suwunnnnnn. (BgJ 0813)

 

9 Comments to "Sekayu-Palembang: di Atas 100, di Bawah 200. Jika Saya Bisa, Anda Tentu Mampu"

  1. J C  3 September, 2013 at 21:09

    Mas BagJul, wuiiiihhh…aku milih mlumpat ke Terios/Rush item itu saja dah. Jadi fotografer njepret sampeyan mancal sepeda… nyerah wis, tidak sanggup…

  2. [email protected]  3 September, 2013 at 10:56

    waduh…. nggak sanggup sih… nggowes 20km aja udah ngos ngos an….

  3. EA.Inakawa  3 September, 2013 at 03:55

    naik sepeda ogah ach, mending banyak jalan kaki aja deh ehehehe terima kasih Pak B.Julianto…..salam sejuk

  4. Bagong Julianto  3 September, 2013 at 00:20

    Alvina VB,
    Suwun…. saya juga punya kawan SMA, Sandimun namanya. Nggak bisa bersepeda dan bersepeda motor tapi pandai nyetir mobil….hehehe…

  5. Bagong Julianto  3 September, 2013 at 00:17

    KangMas Dj,….
    Suwunn…. Iya ada kawan yang ngajak gowes dari Jakarta ke Solo, target dalam empat tahun ke depan, sebelum umur 55 tahun… maka latihan terus ini….

    Salam juga buat ke dua cucu kinasih…..

  6. Bagong Julianto  3 September, 2013 at 00:14

    kembangnanas,
    Dari Betung ke Palembang itu adalah ruas jalintim: jalan lintas timur. Urat nadi jalan utama Sumatera dari Banda Acheh ke Jakarta….. Rame jadinya….

  7. Alvina VB  2 September, 2013 at 23:43

    Mas Bagong, hebat tenan euy…., saya gak bisa naik sepeda (tidak diperbolehkan org tua dulu dan gak pernah tertarik jadinya krn pengalaman teman dan kel. dekat yg kecelakaan cukup serius krn bersepeda). Jadi kl lihat org naik sepada biasa2pun itu sudah hebat bagi saya, apalagi yg naik sepeda jarak jauh spt itu, Salutttttt…..

  8. Dj. 813  2 September, 2013 at 18:26

    Mas Bagong…
    Hebat euy….
    Lanjutkan mas,nati lama-lama bisa 500 Km.
    Selamat bersepedahan dan selamat goweeeeessss…

    Salam Sejahtera dari Mainz.

  9. kembangnanas  2 September, 2013 at 09:08

    Waduhhh, jauh pak sepedaannya, palagi klo liat jalurnya syerem bis2 & truk2 gede….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.