Reuni Picisan

Risma Purnama

 

Jaman sekarang ini, dengan bantuan sosial media sangat gampang mengumpulkan orang orang di masa lalu kita. Bahkan yang yang sudah terpisah puluhan tahun, terpisah pulau maupun benua, bisa kembali bertemu berkat kecanggihan teknologi. Maka tak heran orang sekarang itu gampang mengadakan reuni, mulai yang kecil kecilan bayar sendiri sendiri sampai yang besar besaran sampai menggunakan sponsor! Beda banget dengan jaman dulu, reuni itu biasanya hanya dilakukan oleh pihak civitas akademika yang formil dengan mengumpulkan para almamaternya dan dilakukan secara menyeluruh dari beberapa angkatan!

reuni

Beda jaman beda cara pula yang berlaku. Sekarang cukup mengumpulkan beberapa teman dekat seangkatan sudah bisa ber reuni ria. Saya, termasuk orang yang tak pernah reuni reuni an. Sekalinya hanya teman dekat saja, beberapa orang, tak lebih dari sepuluh. Saya tidak terlau suka dengan perkumpulan perkumpulan akbar, dimana menurut saya justru tidak mengakrabkan. Tapi hanya sekedar formalitas, bertemu orang orang lama di masa lalu. Tentunya dengan segala perubahannya, mulai dari perubahan bentuk tubuh, sampai perubahan penampilan maupun jabatan! Yah, sedikit seperti ajang pamer juga menurut saya sih. Terutama yang merasa dirinya sudah sukses, biasanya paling getol mengadakan reuni reuni an ini. Hehehehehehe…

Saya punya cara sendiri untuk reunian dengan orang orang di masa lalu saya. Biasanya saya memilih hanya yang benar benar dekat. Orang orang yang pernah punya cerita kebersamaan di masa lalu. Orang orang yang saya kenal pribadinya, dan selalu teringat dipikiran saya. Bagi saya yang penting itu adalah moment, atau makna yang tersirat di setiap pertemuan tersebut. Saya mungkin akan melupakan kapan dan di mana, tapi tidak dengan moment atau kenangannya. Jadi memang tak semua undangan reuni saya respond dengan antusias, bahkan ada yang saya hindari, hehehehe…

Satu masa, kenangan di masa lalu,apa yang pernah saya lakukan dengan teman teman saya itu yang ingin saya tapak tilas kembali. Menjadi anak anak kembali, menjadi remaja kembali, menjadi pelajar kembali. Tanpa mengikutsertakan keruwetan hidup sehari hari. Tanpa protokoler! Bila perlu main di padang rumput sambil guling gulingan saja, atau main petak umpet, asik kan? Tak ada yang perlu dipamerkan, hehehehe…

Saya pernah mewujudkanya, reuni dengan sahabat lama saya, hanya membicarakan kenakalan kenakalan di masa lalu. Meneruskan kenakalan itu di masa lalu ke saat ini. Bermain bersama, berkeringat bersama. Tertawa bersama, berteriak bersama. Sampai peluh jatuh menetes di tubuh bersama. Ah, mungkin kita harus memilih bersikap dewasa, tapi bermain tetap seperti anak anak…

Saya mau reuni, tapi reuni picisan sama seperti halnya roman piciisan yang dulu pernah kita lalui bersama. Asik kan?

~Mau tahu cerita Reuni Picisan saya…..tunggu lanjutannya…

 

6 Comments to "Reuni Picisan"

  1. J C  5 September, 2013 at 05:11

    Reuni? Terakhir ikut reuni univ 2008, harusnya 2012 ada reuni akbar SMP, tapi tidak bisa datang…

  2. Alvina VB  5 September, 2013 at 00:47

    Risma, ditunggu cerita reuniannya…
    Saya blm berhasil reunian baik yg kecil/ sedang/ akhbar/ yg picisan sekalipun, he..he…..
    Selalu aja ada halangan, he..he..waktunya blm tepat kayanya….

  3. Hennie Triana Oberst  4 September, 2013 at 23:21

    Risma, ditunggu kesan-kesannya setelah reuni picisan.
    Aku belum pernah ikut reuni. Sekali-sekali mungkin enak juga reuni, yang akbar juga masih okelah.

  4. elnino  4 September, 2013 at 18:06

    Wah, sepertinya bakal asyik reuni picisannya Risma. Ditunggu laporannya ya..

  5. Swan Liong Be  4 September, 2013 at 16:43

    Disini saya tiap bulan berreuni tiga kali dalam sebulan; 1. reuni dengan beberapa teman akrab yang saya kenal sejak masa kuliah dan sekarang sudah pada pensiunan (8 orang) , makan siang bersama , kemudian 2.dengan beberap teman kerja dan ke-3, juga dengan beberapa teman yang hobbynya travelling keAsia timur/tenggara.
    Saya setuju dengan Risman, perkumpulan² yang formil kurang mengesankan, tidak mengakrabkan.

  6. James  4 September, 2013 at 15:31

    SATOE, reuni Benggolan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.