Yang Unik dari HUT RI di Brussel 2013

Nunuk Pulandari

 

Beberapa minggu lalu dalam rangka memperingati Ultah RI yang ke 68 saya sempat datang di KBRI, di Tervuren, Brussel. Hanya karena satu dan lain hal  harus absen tidak mengikuti upacara benderanya.

Menyusuri jalan menanjak dari pintu gerbang  menuju ke tempat perayaan HUT RI di halaman muka KBRI, dari kejauhan ibu Palupi,  yang berlaku sebagai MC saat itu, sudah mulai membuka acara hiburan dan Bazaar HUT RI ke 68. Beberapa saat kemudian terlihat bapak dan ibu Dubes sudah ada di atas panggung untuk membagikan hadiah bagi para pemenang  lomba olah raga dan kegiatan lainnya dalam rangka menyambut HUT RI yang baru lalu.

KBRI-Brussels01

Foto  1. Para pemenang aneka perlombaan mendapatkan hadiah dari bapak Dubes dan ibu (sarung biru)

 

KBRI-Brussels (2)

KBRI-Brussels (3)

Foto 2, 3. Suasana awal perayaan hut RI ke 68

 

Pada awal- awal perayaan suasana di sekeliling KBRI  masih agak sepi. Para hadirin masih bisa mendapatkan tempat duduk sesuai dengan keinginannya masing-masing. Kesempatan ini saya gunakan untuk berjalan mengelilingi halaman KBRI, sambil berbincang dengan teman-teman sebelum pengunjung bertambah ramai.

Sesuai dengan suasana Bazaar yang digelar  dalam rangka menyambut pesta rakyat yang ada, di sekeliling KBRI bisa kita lihat beberapa puluh “warung” dengan masing-masing spesialisasinya.

KBRI-Brussels (4)

Foto  4. “Warung” DWP Brussel,  dengan beberapa pengurus yang hadir

 

Di “warung “ DWP ini terlihat beberapa jenis cendera mata yang bisa kita peroleh dengan harga sangat miring. Di “warung-warung” lainnya kebanyakan terlihat para peserta menjual makanan dan minuman serta makanan kecil.

KBRI-Brussels (5)

Foto 5. Warung yang menjual Pisang Goreng dan makanan lainnya (masih di penggorengan)

 

KBRI-Brussels (6)

Foto 6. “warung” yang menjual a.l. tahu bakso dll

 

KBRI-Brussels (7)

Foto 7. “warung”yang menjual berbagai jenis masakan,  seperti tahu isi, nasi rames dll

 

KBRI-Brussels (8)

Foto 8.”warung”empek-empek yang sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia di Brussel

 

KBRI-Brussels (9)

KBRI-Brussels (10)

Foto  9 dan 10. Para pengunjung Bazaar bisa menikmati makanan pilihannya di meja dan kursi yang tersedia

 

KBRI-Brussels (11)

Foto 11.  Mas Faizal dengan sate Maduranya dan sate kambing andalannya

 

Teman-teman, berjalan berkeliling  mengitari halaman KBRI, kita tidak hanya melihat  “warung” makanan saja tetapi juga ada “warung” yang menjual  souvenier khas dari Indonesia. Banyak hasil kerajinan tangan yang bisa kita dapatkan dengan harga yang masih terjangkau dompet, seperti yang terlihat dalam Foto 12

KBRI-Brussels (12)

Foto 12. “Warung” souvenier khas Indonesia

 

Teman-teman berikut ini saya ingin menuliskan tentang beberapa keunikan yang sering menjadi ciri sangat  khas dari perayaan HUT RI yang diselenggarakan di KBRI Brussel

Seperti yang terlihat dari  “warung”di bawah ini.  Sebuah “warung” lain yang menurut saya agak lain dari yang lain. Di “warung” ini tidak bisa dipesan  makanan atau minuman kesukaan teman-teman. Tetapi teman-teman biosa melihati berbagai hasil lukisan dan karya  hasil kreativitas  dari pemilik “warung”nya. Suatu hal yang menurut saya sangat  menarik perhatian bagi para pengunjungnya.

KBRI-Brussels (13)

Foto 13. “warung” Picu Pacu pindah sebentar ke Brussel dari Bandung

 

Keunikan lain  yang bisa disaksikan di “warung” yang bernama Corner Kak Andy sangat berhubungan erat dengan kegiatan yang menonjolkan kreativitas anak-anak.  Dalam program  yang  diasuhnya  pada saat ini, bisa disaksikan  bagaimana dimas Andi Yudha  mencoba mengembangkan kreativitas anak-anak Indonesia di Brussel sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang nyata. Melalui “warung”nya ini , dimas Andi Yudha secara umum berusaha untuk memicu dan memacu kreativitas yang ditujukan bagi berbagai kelompok yang ada dalam masyarakat Indonesia. Entah yang sedang berada di Brussel maupun yang  berada di Bandung, sebagai pusat kegiatan yang ada.

KBRI-Brussels (14)

KBRI-Brussels (15)

Foto  14 dan 15. anak-anak dan pembimbingnya sedang menunjukkan kreativitasnya

 

Mewakili  wadah aneka aktivitas yang ada di KBRI Brussel, terutama sehubungan dengan dunia anak-anak,  pada perayaan HUT RI yang baru lalu telah ditampilkan moment dan hasil lukisan bertemakan Indonesia oleh  sekelompok anak-anak Indonesia di Brussel, yang dilakukan diatas doos karton.  Beberapa thema muncul di atas karton seperti thema motif batik, thema alam Indonesia dan thema Candi Borobudur.  Tidak lupa, untuk melayani dan memuaskan keinginan para pengunjungnya yang ingin dilukis, dimas Andi Yudhi dalam waktu yang super singkat telah berhasil memindahkan wajah nan ayu ke atas kertas dalam bentuk lukisan grafis (?). Indah bukan.

KBRI-Brussels (16)

KBRI-Brussels (17)

Foto 16 dan 17, lukisan awal dan tahapan akhir

 

Teman-teman pembaca Baltyra, berbicara tentang keuniekan yang mewarnai perayaan HUT RI  di Brussel rupanya memang sudah menjadi ciri utama dan selalu menjadi thema beratnya. Masih ingat tulisan saya tentang 17-an di Brussel dari tiga tahun (2011) yang lalu di Baltyra? Saat itu peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 dirayakan dengan membunyikan lonceng sebagai sebagai tanda dibukanya pasar saham Brussel, New York Stock Exchange (NYSE) Euronext Brussel. Pelaksanaannya dilakukan oleh bapak Dubes RI di Brussel yang saat itu baru menjalankan tugas di tahu pertamanya. Suatu hal yang cukup uniek telah ditebarkan oleh bapak Dubes baru (saat itu) kita di Brussel.

Teman-teman, dalam obrolan yang lalu dengan Bapak Dubes di Brussel tentang thema perayaan HUT RI ke 68  dengan enthousiast terungkapkan hal seputar  PENERBITAN PERANGKO INDONESIA di Brussel.  Wouww.

KBRI-Brussels (18)

Foto 18. Dijelaskan dengan antusias mengapa Perangko dipilih sebagai Thema Perayaan HUT RI ke 68

 

Dijelaskan bahwa memang dengan sengaja  dalam setiap perayaan Ultah RI , selama Bapak Dubes menjalankan tugasnya,  selalu diusahakan untuk  mewujudkan suatu gagasan/ide yang  cukup uniek. Seperti yang terjadi dalam tiga tahun berturut-turut. Di awali dalam Perayaan HUT RI pada  tahun 2011 sampai tahun 2013.

Dalam masa jabatannya di tahun pertama , bapak Dubes merayakan Ultah RI ke 66 dengan membunyikan lonceng sebagai sebagai tanda dibukanya pasar saham di Brussel, New York Stock Exchange (NYSE) Euronext Brussel.  Hal ini tentunya erat sehubungan dengan sedang membaiknya dan naiknya pamor perekonomian di Indonesia.

Lalu pada tahun jabatan keduanya bapak Dubes dan Deputy-Mayor Hamza Fassi-Fihri telah menyumbangkan seperangkat  baju beskap asal Jogja untuk dikenakan oleh patung Manneken-Pis***.  Hal ini telah dilakukan oleh bapak Dubes kita dalam rangka mempromosikan  wisata Indonesia dan menarik pengunjung Manneken-Pis untuk juga mengunjungi Indonesia.

Dan pada tahun jabatannya yang ketiga,  bapak Dubes di Brussel bekerja sama dengan Post Belgia telah  menerbitkan perangko  yang bertemakan Indonesia, seperti yang terlihat di dalam Foto 19 di bawah ini.

KBRI-Brussels (19)

Foto 19. Berbagai thema diangkat dalam bentuk Perangko

 

Dijelaskan lebih lanjut bahwa penerbitan  perangko  berthema Indonesia yang merupakan hasil kerja sama KBRI Brussel dengan Kantor Pos Belgia itu bergambarkan antara lain:  batik, wayang kulit, Pura Ulun Danu Beratan – Bali, Candi Borobudur, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, bunga Rafflesia Arnoldii, komodo, gamelan, dan rumah gadang.  Suatu penerbitan perangko yang  merupakan salah satu edisi khusus Post Belgia. Perangko istimewa ini bisa  digunakan  sebagaimana perangko-perangko lainnya dalam korenpondensi baik di Belgia maupun di Eropa. Karena sifatnya yang khusus dengan sendirinya jangka waktu peredarannyapun mempunyai batas-batasnya.

Pemilihan thema yang tertera dalam Perangko Belgia bertema Indonesia itu  juga merupakan salah satu upaya KBRI Brussel dalam rangka turut serta mempromosikan kekayaan alam, seni dan budaya Indonesia bagi masyarakat luas baik yang berada di Belgia maupun yang berada di Eropa. Segi Menaikan jumlah prosentasi pengunjung wisata ke negeri tercinta Indonesia, tahun ini juga  menjadi tujuan utamanya.

Yang jelas dari obrolan kami terungkap bahwa penerbitan Perangko di Brussel yang bertemakan Indonesia ini memang merupakan perangko pertama yang ada dalam sejarah yang sekaligus bisa lebih menandai adanya hubungan Indonesia dengan Belgia dan Eropa yang cukup erat.  Hal ini juga menjadikan Perayaan  HUT ke-68 Kemerdekaan RI  di Brussel menjadi terasa sangat istimewa. Petje af untuk bapak Dubes. Semoga tahun depan kita masih bisa turut menjadi saksi perwujudan sesuatu ide/ gagasan yang khas dan istimewa.

Teman-teman, tentang sesuatu yang lain. Kalau kita “menghitung” berapa banyak  segi positif  yang bisa diperoleh dan diberikan dari pertemuan-pertemuan seperti yang tersebut di atas,  jawabannya  sebagian tentu sangat bergantung pada diri kita sendiri. Menurut saya jelas banyak hal seperti berkenalan dengan teman-teman baru,  memandangi wajah-wajah ceria yang sumringah,  bisa mencicipi makanan enak dengan harga yang cukup miring, ikut berjoged  dan bernyanyi ria dengan hadirin serta memenangkan hadiah  lotterij doorprice , tentunya sangat menyenangkan .

KBRI-Brussels (1)

Foto  20. Bersama Bpk Ibrahim dan Bpk. Bidwi  (beserta poro garwo)

 

KBRI-Brussels (20)

KBRI-Brussels (21)

Foto  21 dan 22. Turut mendendangkan suara (yg teksnya lupa2 ingat) dan berdansa ria

 

KBRI-Brussels (22)

Foto 23. Pengunjung sedang bersantai sambil menikmati hangatnya pancaran sang surya

 

KBRI-Brussels (23)

Foto 24. Bertemu dan berbincang ria dengan teman dan kerabat yang ada

 

KBRI-Brussels (24)

Foto 25. Bapak Dubes beserta ibu terlihat sedang berjalan berkeliling sambil bertegur sapa dengan para pengunjung yang hadir

 

KBRI-Brussels (25)

Foto 26. Tanpa sungkan jeng Titi turut bernyanyi dengan sangat bersemangat, mengikuti penyanyi di podium

 

KBRI-Brussels (26)

Foto  27. Mendapatkan hadiah doorprize corner menjadi harapan setiap pengunjungnya. Termasuk saya tentunya. Terima kasih teman-teman di corner doorprize untuk  nomor keberuntungannya. Nomor 280

Teman-teman, satu hal yang juga baru pada kesempatan Bazaar yang lalu adalah pemberian satu lotterij  kepada setiap pengunjung  SECARA GRATIS. Pada awal kedatangan,  saya sama sekali tidak mengacuhkan tentang hal ini. Baru ketika “warung” Doorprize hampir ditutup, entah mengapa saya diminta untuk ikut mendaftarkan nama dan alamat, Kata jeng Dede: “ Bu Nunuk, ayolah. Siapa tahu dapat hadiah”   Ketika sedang menuliskan nama dan alamat serta nomor urut yang ada,  saya mendapatkan lotterij yang kebetulan bernomor 280. Mengobrol dengan teman-teman yang bertugas di meja doorprize saya berceritera bahwa sesungguhnya selama ini saya sangat jarang dan boleh dikatakan hampir tidak pernah mendapatkan hadiah dari hal-hal yang semacam ini. Lalu sambil guyonan, saya mengatakan: ” …Tapi siapa tahu karena saat ini gratisan jadi saya bisa dapat yang paling besar bungkusannya”. Saat itu teman-teman yang mendengarnya tertawa semua… Ha, ha, haaa.

Lalu saya meninggalkan meja dan kembali ke kerumunan pengunjung di dekat podium. Sementara itu beberapa acara bernyanyi ria berlangsung dengan cerianya… Daaan, ketika pengumuman pemenang hadiah Doorprize tahapan yang kesekian kalinya diumumkan terdengar suara: “.. Pemenang berikutnya adalah nomor 280…”. Ha, ha, haaa, saya tertawa dan  hampir-hampir saya tidak mempercayainya. Dan ketika nomor 280 sekali lagi disebutkan sebagai pemenangnya barulah saya berani menunjukkan nomor dalam lotterij saya.….. Wooouuuuw senangnya bisa mendapatkan hadiah…

 

KBRI-Brussels (27)

KBRI-Brussels (28)

Foto 28 dan 29, hadiah doorprize yang ternyata berisi alat pembakaran BBQ (elektris) dari Tefal. Emy, Lei, Bram dan partnernya turut gembira bersama saya

 

KBRI-Brussels (29)

Foto 30. Senangnya bisa berkumpul dan tertawa bersama

 

KBRI-Brussels (30)

Foto 31. Beberapa sahabat yang selalu ceria dan gembira

*** Mungkin teman-teman juga sudah mendengar bahwa Manneken Pis itu sesungguhnya punya partner yang namanya Jeanneke Pis.  Jeanneke- pis ini tinggalnya di Impasse de la Fidélité 10-12, 1000 Brussels. Dia tinggal di salah satu gang buntu kecil dari  jalanan di dekat Grote Markt yang agak sempit dan dipenuhi dengan deretan-deretan  restaurant-restaurant di kiri dan kanannya. Saya sertakan Foto nya agar teman-teman bisa melihat perwujudannya.

KBRI-Brussels (32)

KBRI-Brussels (33)

Foto 32 dan 33.  Jeanneke Pis en Manneken Pis

Semoga teman-teman yang akan berkunjung ke Brussel tidak lupa untuk mengunjungi  diajeng Jeanneke Pis. Dan jangan lupa membawakan sebuah CD agar terlihat lebih “beradab” Ha, ha, haaa.  Nu2k

 

61 Comments to "Yang Unik dari HUT RI di Brussel 2013"

  1. Swan Liong Be  8 October, 2013 at 14:44

    Ini “Manneken Pis” yang saya temukan diTokyo pake gaya “rodeo Style”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.