Mama, Ijinkan Aku Menikah Lagi

Ida Cholisa

 

Ini bukan kali pertama Amira mengetahui kebiasaan lama suaminya. Bermain mata dengan banyak perempuan. Ada Nunik, Sari, Indri, Rara, Ilma. Nensi, dan masih banyak lagi, Belum lenyap cerita tentang perempuan-perempuan tersebut, Aimra dikejutkan dengan kedekatan suaminya dengan perempuan lain. Nina, sosok yang pernah ia kenal beberapa tahun silam.

Anira sempat kesal dan menaruh rasa cemburu pada Nina. Tetapi sama seperti kasus sebelumnya, belum usai cerita tentang Nina, suaminya kini menyodorkan berita yang sangat mengagetkan hatinya. Bambang, sang suami, diam-diam akan menikah lagi. Tak tanggung-tanggung, perempuan yang akan dinikahi adalah Fitri, gadis berusia dua puluh dua tahun, guru privat anaknya yang setiap dua hari sekali mengunjungi rumah besarnya. Keakraban antara guru dengan anak membuat hati Bambang terpikat dan berencana menikahinya.

Amira berada di ujung putus asa. Ia pasrah. Ia benar-benar tak memiliki kekuatan untuk mengiyakan atau menolak permintaan suaminya.

“Ma, boleh ya aku nikah lagi?”

Amira diam, Dadanya naik turun, raut nukanya masam, giginya generetak tak karuan.

“Aku janji akan bersikap adil, Rasaku padamu tak akan berubah, Ma,”

Amira bergeming tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Boleh ya Ma?” kembali suaminya bertanya.

Tiba-tiba Amira mengangguk. Bambang bernapas lega,

“Terima kash, Ma.”

***

Malam berteman bintang-gemintang. Senyum rembulan terlihat sangat menawan. Cahaya emasnya menyelinap di balik rimbun pepohonan. Di sana, di sebuah taman kecil yang remang-remang Amira mengajak suaminya diuduk di sebuah bangku panjang. Mereka asyik bercengkerama seolah tidak ada masalah yang tengah melilit hati mereka.

Akan tetapi…

Semua warga di sekitar kampung Amira mendadak geger dan panik. Amira ditemukan tewas dengan baju berlumuran darah. Tak jauh darinya, suaminya juga tewas dengan luka bacokan di sana-sini. Tidak ada yang tahu apa latar belakang dan motif pembunuhan sadis tersebut.

Apakah mereka terlibat pertengkaran hebat hingga berujung perkelahian yang disebabkan rencana Bambang untuk menikah lagi? Ataujkah nereka dibunuh oleh kawanan penjahat atau seseorang yang menaruh dendam?

Beragam spekulasi bermunculan di sana-sini. Satu yang pasti, Bambang tak akan pernah bisa menikah lagi, dan Amira tak akan pernah bisa dimadu lagi… ***

 

Cileungsi, April 2013

 

12 Comments to "Mama, Ijinkan Aku Menikah Lagi"

  1. Mawar09  9 September, 2013 at 23:46

    Setuju dengan komentar DA No.6…………
    Menjalani kehidupan ini ngga gampang, jadi jangan dibikin susah ! Tulisan yg bagus Mbak Ida !

  2. Dewi Aichi  8 September, 2013 at 22:40

    Eh ralat salah, menyebut istrinya dengan sebutan ” mama”

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.