Kemarau Meracau

(sebuah kolaborasi)

by: Seroja White & Roesmi S Rus

 

kemarau

Berkabut, terhalang
padangku olehmu
sedangkan perigiku
terkandas kemarau

kering kerontang
rerumputan meranggas
tak terjamah hujan
bahkan juga pada dedaunan

ke mana beningnya embun
yang memuja pucuk
aku hilang arahmu
oleh kemarau ini

bahkan tak kutahu tiupnya angin
karena pucuk-pucuk cemara
tegak membisu tak bersapa
berjajar kaku hanya menunggu waktu

mungkin ini akhir kita
lalu semua berlalu kelu

sebelum kandas perjalanan
telah kucari juga jawab
hingga di penghujung malamku
namun tak kutemu juga penunjuk arahku
hingga aku makin tersesat jauh
pada musim yang kian tak menentu

musim di mana dulu kita bertemu
separuh penghujan yang turun
tapi setelah itu …

semua luruh dalam beku
yang tak pernah berujung
hingga batas waktu

 

-270311-

 

3 Comments to "Kemarau Meracau"

  1. Seroja  24 March, 2014 at 09:26

    terima kasih atas apresiasinya, salam hangat terkasih buat seluruh sahabat Baltyra

  2. Dj. 813  8 September, 2013 at 17:20

    Saroja white…
    Terimakasih…
    Ada musim kemarau, tentu akan datang musim hujan jua.
    Semua akan berakhir.
    Salam,

  3. djasMerahputih  8 September, 2013 at 15:42

    Satoe,

    Sabar ya… semua akan indah pada waktunya..

    Kemarau pasti berlalu..!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.