Hujan Pagi

Fikrul Akbar Alamsyah

 

Hujan deras di pagi hari
Jangan mengaliri diri sendiri
Dengan derita yang tak pasti
Biarkan hangatnya mentari menerangi
 
Dan biarkan awan mendung itu pergi
Biarkan pula hujan segera reda sendiri
Jangan tergelincir basahnya hujan tadi pagi
Agar tak ada kekecewaan saat melihat dari sini

Terkadang pada saat-saat tertentu perasaan kecewa akan sesuatu hal datang bergemuruh, layaknya air bah yang tiba-tiba datang menyapu kalbu. Sebuah pilihan sekali lagi dihadapi, untuk mengikuti atau menghindari tsunami perasaan sendiri. Pada hal tertentu perlulah rasa kecewa datang silih berganti, agar dapat diketahui apa makna dari kebahagiaan itu sendiri.

Hakikat kesedihan adalah eksistensi dari kebahagiaan, hakikat kepentingan adalah eksistensi dari hal tak penting. Suatu kekecewaan hanyalah salah satu rasa dari sekian banyak perasaan yang mampu dimunculkan manusia. Akan tetapi sekali lagi sebuah pilihanlah yang membuatnya menjadi penting atau tak penting, parameter tiap individu tentunya berbeda.

Mengungkapkan rasa dalam pikiran tentunya sungguh memuaskan, karena rasa adalah seperti juga sumber air yang muncul membutuhkan aliran agar energi tersalurkan. Tak nyaman kiranya jika membendung-bendung terlalu lama, apalagi jika yang membendung tak memiliki pondasi yang kuat.

Yang dibutuhkan adalah kepribadian yang tangguh untuk membendung dan mengalirkan tsunami perasaan sendiri, sekali lagi perasaan sendiri. Ibarat pepatah, suatu kejadian itu penting atau tidak penting bergantung pada reaksinya. Menguatkan asa dan rasa, meyakinkan bahwa hidup tetap berjalan dengan atau tanpa kekecewaan, akan sedikit memberikan opsi bahwa untuk apa membenamkan diri dalam kekecewaan yang mengharu biru. Seperti setitik debu tak kan mengotori rumah yang luas, seperti seseorang yang kecewa tak akan membuat bumi berganti arah.

 

6 Comments to "Hujan Pagi"

  1. J C  10 September, 2013 at 10:15

    Bau hujan selalu membuai rasa…

  2. Dj. 813  10 September, 2013 at 02:19

    Mas Fikrul…
    Terimakasih…
    Hujan memang dibutuhkan bumi agar tanaman bisa melanjutkankehidupan mereka.
    Hujan adalah kehidupan, tanpa hujan,maka banyak tanaman yang menderita dan mati.
    Salam,

  3. djasMerahputih  9 September, 2013 at 12:01

    “Suatu kejadian itu penting atau tidak penting bergantung pada REAKSINYA”

    Kalimat yang bijak.
    Hal tersebut biasa diistilahkan sebagai “SIKAP dalam Menghadapi Kehidupan”

    Memang hujan selalu membawa banyak kenangan.. apalagi bagi pasangan yg sedang berbulan madu…

    Thanks to Fikrul telah berbagi suasana SEJUK.

    Salam Sejuk..

  4. fikrul  9 September, 2013 at 11:51

    Pak [email protected] : Di kota Malang Jawa Timur sudah jarang hujan, sama2 Asia Tenggara tapi beda cuaca
    Mbak Dewi : Kalau aku hujan pagi hari enaknya makan pisang goreng sambil minum teh anget hehe….

  5. Dewi Aichi  9 September, 2013 at 09:58

    Hujan di pagi hari, bikin suasana gimanaaa gitu, males bangun, aku paling suka hujan di pagi hari kalau weekend, semua di rumah…kruntelan…ngobrol…dikit2 buka kulkas ha ha ha

  6. [email protected]  9 September, 2013 at 08:54

    sudah beberapa hari ini…. singapura selalu hujan di pagi hari…..
    mulai dari rintik rintik
    hingga deras sekali menyebabkan flash flood….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.